Ayo Nikmati Kerajinan Tradisional dan Alam yang Luar Biasa di Wajima, Semenanjung Noto!

Berbagai tempat menarik seperti pasar pagi (salah satu dari tiga pasar pagi terbesar di Jepang), Wajima-nuri, Kiriko, dan pemandian air panas (onsen) ada di sini!

Beberapa di antara kalian mungkin tidak mengenal salah satu daerah di Jepang yang bernama “Wajima”. Akan tetapi, pasti tidak sedikit dari kalian yang pernah mendengar namanya. Wajima adalah salah satu kota yang terletak di bagian utara Prefektur Ishikawa. Dari beberapa daerah terdalam di bagian utara Semenanjung Noto, Wajima adalah pusat kotanya.

Seperti yang tertulis di judul, banyak terdapat kekayaan alam serta kerajinan tradisional di Wajima. Tempat ini sangat direkomendasikan untuk para pasangan dan para orang lanjut usia! Nah, kali ini すかSUKI akan memperkenalkan kepada kalian secara singkat tentang daya tarik Wajima!

Akses menuju Wajima

・Naik mobil dari Tokyo
<Kan’etsu-do (Nagaoka JCT) → Hokuriku-do (Kanazawa Morimoto) → jalan penghubung (Kokudo 159-go Tsubata Bypass) → Noto Satoyama Kaido (Noto Satoyama Kuko IC) → Kendo 1-gosen de Wajima>
Jika menaiki mobil pribadi, kalian bisa mengikuti rute tersebut. Waktu yang dibutuhkan kira-kira 8,5 hingga 9 jam.
Dalam perjalanan, terdapat rest area bernama Besshodake di jalanan Noto Satoyama Kaido yang panjangnya sekitar 83 km. Dengan letaknya yang berada di tengah gunung Besshodake berketinggian 358mdpl, kalian bisa melihat pemandangan Pulau Noto-jima dan Teluk Nanao dari Besshodake Sky Deck yang bernama “Noto Yume Terasu”.
Jika cuacanya bagus, kalian juga bisa melihat Tateyama Mountain Range (Tateyama Renpo), lho!
Kalian bisa mampir sekalian melepas lelah setelah perjalanan panjang.

・Naik kereta dari Tokyo
Jika menggunakan Hokuriku Shinkansen yang baru saja dirilis tahun 2015, kalian bisa mencapai Wajima hanya dalam waktu sekitar 2,5 jam!
<Stasiun Tokyo → Stasiun Kanazawa → (ganti ke Highway Express Bus) → Wajima>

Pasar pagi Wajima, salah satu dari tiga pasar pagi terbesar di Jepang

Kota Wajima terletak di garis pantai Laut Jepang dan dikenal sebagai daerah penangkap ikan fugu terbanyak di Jepang. Di Wajima terdapat pasar pagi dimana pasar tersebut merupakan salah satu dari tiga pasar pagi terbesar di seluruh Jepang (pasar pagi terbesar adalah pasar pagi Katsuura, pasar pagi Wajima, dan pasar pagi Hida Takayama). Kalau kalian berkesempatan untuk berwisata ke Wajima, pasar ini adalah tempat wajib yang harus dikunjungi pertama kali! Toko-toko di pasar pagi Wajima berbeda setiap harinya. Keseluruhannya ada sekitar 100 sampai 250 toko yang berada di sana.

Meskipun sebagian besar toko di pasar pagi tersebut menjual ikan segar dan ikan kering, ada beberapa toko yang menjual barang pernis Wajima-nuri, lho!
Kalian bisa menikmati kerang abalone yang mahal, sazae (kerang turban), dan kerajinan tradisional Wajima-nuri sambil menikmati udara pagi yang segar.

Selain itu, ada juga supermarket yang menjual kebutuhan sehari-hari dan wine khas daerah Noto. Karena panjang jalanan sekitar 100 meter, sebaiknya kalian bangun pagi supaya bisa puas berkeliling.

Pasar Pagi Wajima
Alamat : 1-115 Kawai-machi, Wajima-shi, Ishikawa-ken
Jam operasional : 8:00 – 12:00
Hari libur : – Rabu minggu kedua dan minggu ke-empat setiap bulan
URL : https://asaichi.info/

Wajima-nuri dan Kiriko! Ayo nikmati kerajinan tradisional Wajima!

Meski ada berbagai kerajinan tradisional di Wajima, tetapi nama yang terlintas pertama kali pasti adalah Wajima-nuri. Seperti namanya, Wajima-nuri adalah barang pernis khas kota Wajima. Ciri khasnya adalah penggunaan jinoko (bubuk tanah diatom) sebagai bahan dasarnya. Lalu, di bagian bahan kayu yang rapuh ditempelkan kain untuk memperkuat. Penggunaan jinoko dan penempelan kain tersebut merupakan 2 proses utama pembuatan Wajima-nuri. Karena tahan lama dan memadukan keindahan artistik, Wajima-nuri termasuk seni barang pernis level tinggi.

Yang tertua di Wajima-nuri adalah Shunuri Tobira yang diketahui dibuat di zaman Muromachi. Namun, setelah diselidiki lebih jauh lagi ternyata Shunuri Tobira dibuat di zaman yang jauh lebih tua daripada zaman Muromachi. Di zaman Edo, Shunuri Tobira digunakan sebagai barang pernis yang tebal dan kuat di rumah-rumah petani dan pedagang di seluruh negeri.

Jika kalian berjalan sekitar 5 menit dari pusat kota Wajima, ada tempat dimana kalian bisa melihat secara detail sejarah dan metode pembuatan Wajima-nuri. Cobalah mampir ke Wajima-nuri Kaikan! Kalian juga bisa membeli souvenir di sini, lho!

Wajima-nuri kaikan
Alamat : 24-55 Kawai-machi, Wajima-shi, Ishikawa-ken
Jam operasional : 8:30 – 17:00
Hari libur : Tidak ada
HTM : – Dewasa 300 yen, Anak SMA 200 yen, Anak SMP 100 yen, Di bawah anak SD gratis
URL : https://wajimanuri.or.jp/

Selanjutnya, SUKI akan membahas satu lagi kerajinan tradisional Wajima, yaitu Kiriko

Kiriko (切籠) adalah singkatan dari Kiriko Toro (切子灯籠). Ada juga daerah di sekitar Nakanoto yang disebut dengan Hoto (奉燈) dan Aokashi (御明かし). Kiriko adalah pajangan besar dengan banyak aksesoris yang ditambahkan untuk digunakan ketika festival Noto.
Konon, Kiriko dibuat untuk menerangi jalanan yang dilewati Mikoshi (神輿) ketika ada festival di setiap wilayah di Noto.

Di Wajima Kiriko Art Museum, kalian bisa melihat langsung Kiriko yang pernah digunakan ketika Festival Noto maupun Kiriko besar mengesankan yang masih digunakan sampai sekarang. Letaknya juga tidak jauh dari pusat kota Wajima. Di museum tersebut ada sekitar 30 buah Kiriko yang besarnya menyerupai gedung 4 tingkat! Benar-benar sebuah pemandangan yang tak ternilai! Bahkan, Kiriko yang dibuat dengan pernis tahun lalu kabarnya menghabiskan biaya produksi mencapai 10.000.000 yen!

Pada musim panas, mulai pukul 8 malam (setelah museum tutup) ada pertunjukan Gojinjo-daiko di bagian belakang museum, lho!
Walaupun tidak bisa datang langsung ke festival di Noto yang terkenal sebagai kota festival, kalian bisa merasakan suasana yang mirip di acara tersebut.

Wajima Kiriko Art Museum
Alamat : 6-1 Marine Town, Wajima-shi, Ishikawa-ken
Jam operasional : 8:00 – 17:00 (masuk terakhir museum pukul 16:30)
Hari libur : Tidak ada
HTM : – Dewasa 620 yen, Anak SMA 470 yen, Anak SD 360 yen
URL : http://wajima-kiriko.com/en/

Laut Jepang dalam pandangan! Cakrawala yang indah dan matahari terbenam yang cantik

Berkat letak kota Wajima yang berada di utara, kota ini juga terkenal dengan pemandangan matahari terbenam-nya yang cantik.
Sebenarnya kalian bisa melihat warna matahari terbenam yang indah dari mana saja. Namun, すかSUKI akan memperkenalkan satu spot spesial yang menurut すかSUKI memiliki pemandangan sunset tercantik.

Shiroyone Senmaida, seperti melihat tangga yang terhubung ke laut!

Hanya dengan 15 menit menggunakan mobil dari pusat Wajima, jika kalian terus ke arah timur sepanjang pantai, kalian akan melihat Shiroyone Senmaida, yaitu rice terrace yang menghadap ke laut.

Rice terrace ini adalah salah satu dari 100 rice terrace terbaik di Jepang dan terpilih sebagai warisan dunia. Tempat ini menarik perhatian banyak orang sebagai tempat yang mewakili daerah Noto.

Lihatlah, matahari tenggelam dengan tenang di cakrawala tanpa batas. Sudah pasti pemandangan ini menjadi salah satu kenangan manis yang tak tergantikan di Semenanjung Noto yang penuh akan kekayaan alam.

Ditambah lagi, ada banyak penginapan yang menyediakan fasilitas penyewaan sepeda. Jadi, すかSUKI merekomendasikan kalian untuk menjelajahi sepanjang pantai dengan sepeda karena hanya butuh waktu 1 jam sekali jalan!

Shiroyone Senmaida
Alamat : 99-5 Shiroyone-cho, Wajima-shi, Ishikawa-ken

Sebagai akhir perjalanan, cobalah pemandian air panas (onsen) ♪

Bagaimana menurut kalian tentang Wajima, kota penuh tradisi dan kekayaan alam yang telah すかSUKI ceritakan di atas?
Karena ada banyak penginapan di Wajima yang menyediakan pemandian air panas (onsen) dengan alkali alami, kalian bisa melepas penat perjalanan sekaligus mendapatkan kulit yang berkilau! Ada juga onsen yang tidak perlu menginap, kok!

Selain itu, karena sedikitnya lampu jalan, ada tempat dimana kalian bisa melihat milky way di malam hari. Ayo ke Wajima di Semenanjung Noto dan temukan dunia kalian di sana!

Penerjemah : Erlinda Dwi Yulianti

Ayo Jelajahi Teluk Kabira, Objek Wisata Paling Ngehits di Pulau Ishigaki!

Mari nikmati Teluk Kabira, tempat wisata nomor satu di Pulau Ishigaki

Pada artikel sebelumnya, yaitu “Salah Satu Resort Terbaik Di Jepang! Melihat Matahari Terbenam Di “Pulau Ishigaki” (link : https://www.sukasuki.org/2018/12/salah-satu-resort-terbaik-di-jepang-melihat-matahari-terbenam-di-pulau-ishigaki/) すかSUKI telah mengulas tentang Pulau Ishigaki yang sukses mendapatkan peringkat 1 di dunia sebagai tempat wisata dengan sunset terindah. Nah, kali ini すかSUKI akan memperkenalkan tentang Teluk Kabira yang merupakan objek wisata paling populer di antara objek wisata lainnya di Pulau Ishigaki.

Lihat warna airnya! Seperti diwarnai dengan bath bomb!

Pulau Ishigaki terkenal akan lautnya yang berwarna hijau zamrud berkat berbagai terumbu karang yang ada di dasarnya, begitu juga dengan Teluk Kabira. Bahkan banyak yang mengatakan sebagai lelucon bahwa warna air Teluk Kabira baru saja dilemparkan bath bomb sehingga menghasilkan warna yang cantik. Anehnya, warna hijau zamrud tersebut tidak hanya dapat dilihat saat cuaca cerah saja, tetapi juga saat cuaca sedikit mendung. Jika kalian ke sana saat cuaca buruk, jangan menyerah! Kalian masih bisa melihat kecantikan warnanya, kok!

↑Teluk Kabira saat mendung

Selain itu, Teluk Kabira juga terkenal sebagai tempat penghasil mutiara hitam pertama di dunia. Mutiara hitam adalah mutiara yang dihasilkan oleh black-lip pearl oyster (Pinctada margaritifera). Pulau Tahiti adalah produsen utama mutiara hitam ini.

Di pintu masuk Teluk Kabira, ada toko yang bernama Ryukyu Shinju Kabira Honten/Ryukyu Pearl Store. Toko tersebut menyediakan mutiara dalam bermacam-macam bentuk, warna, maupun ukuran yang bisa kalian lihat sampai puas. Tidak hanya mutiara, toko tersebut juga menjual terumbu karang, kerang, maupun berbagai aksesoris yang terbuat dari kaca.

Ryukyu Pearl Store
Alamat : 934 Kabira, Ishigaki-shi, Okinawa-ken 907-0453
Jam operasional : 9.00 – 18.00
URL : https://www.ryukyu-shinju.co.jp/shop.html

Yuk, lihat ikan tropis Pulau Ishigaki dari dasar kapal dengan kapal glassboat!

Jika kalian melihat foto Teluk Kabira di internet, kalian pasti akan menyadari bahwa ada beberapa kapal di atasnya. Kapal yang kalian lihat tersebut bukanlah kapal nelayan, tetapi kapal glassboat yang digunakan khusus untuk wisata. Kapal glassboat atau yang sering dikenal sebagai glass bottom boat adalah kapal kecil yang memungkinkan kita untuk melihat dasar laut. Ada 5 perusahaan kapal glassboat di Teluk Kabira dan semuanya mematok harga 1.000 yen/ 30 menit. Murah, kan!

↑Ikan tropis yang terlihat dari kapal glassboat

↑Kapal lain yang juga beroperasi

Tidak hanya siang, malam pun sangat cantik!

Meski Teluk Kabira dikenal dengan air lautnya yang berwarna hijau zamrud saat siang hari, malam hari pun tidak kalah cantiknya, lho! Terutama ketika matahari terbit maupun saat langit berbintang, kecantikannya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Teluk Kabira saat matahari terbit

Langit dan lautnya yang tadinya gelap gulita perlahan berubah warna menjadi pink keunguan.

Saat langit berawan, cerahnya warna pink yang bercampur dengan warna hijau zamrud air laut akan memberikan kesan yang unik.

 

Langit berbintang di atas Teluk Kabira

Lihatlah perpaduan langit malam dan kapal yang mengambang di atas teluk, benar-benar seperti lukisan! Suara serangga dan hewan yang terdengar akan menambah syahdunya suasana.

Foto di atas adalah foto yang diambil di pintu masuk Teluk Kabira. Langit berbintang yang mengintip dari belakang pohon palem terlihat sangat jelas.

Objek wisata nomor satu di Pulau Ishigaku ini bisa dinikmati baik pagi, siang, maupun malam hari!

Nah, bagaimana dengan ulasan すかSUKI tentang objek wisata paling terkenal di Pulau Ishigaki ini?
Ada banyak yang bisa dinikmati di Teluk Kabira selain lautnya, lho! Kalian bisa memungut kerang cantik dari pasir putih dan mencoba makan Yaeyama Soba di toko dekat sana.

Jika ada kesempatan untuk Pulau Ishigaki, jangan lupa untuk mampir ke Teluk Kabira dan temukan cara terbaikmu dalam menikmatinya!

Teluk Kabira
Alamat : 1054 Kabira, Ishigaki-shi, Okinawa-ken

Penerjemah : Erlinda Dwi Yulianti

Kesenangan di Musim Dingin, Bersantap Lezat di Pondok Tiram!

Ketika musim dingin tiba, apakah teman-teman pernah ‘ngidam’ suatu makanan? Pastinya teman-teman ingin makan makanan hangat di musim dingin. Kali ini, saya akan memperkenalkan Pondok Tiram atau Kaki Goya di Itoshima-Shi, yang menyediakan makanan hangat menggiurkan di musim dingin.

Apa Itu Pondok Tiram? Kita Makan Apa dan Di Mana?


Pondok Tiram adalah toko yang memanggang dan menyediakan tiram segar yang ditangkap di pelabuhan pemancingan. Pondok Tiram dikelola langsung oleh nelayan, sehingga harga makanannya murah dan rasanya segar.

Pondok Tiram di Itoshima-Shi, Fukuoka dapat teman-teman kunjungi dengan cara naik mobil selama kurang lebih 40 menit dari Tenjin (天神) – pusat kota Fukuoka, melalui Jalan Fukuoka Maebaru (福岡前原道路) – jalan tol dalam kota. Jalanan padat pada akhir minggu, sehingga saya sarankan untuk berangkat lebih cepat dan merencanakan perjalanan teman-teman dengan baik.

Bila teman-teman ingin menggunakan transportasi umum, teman-teman dapat naik kereta bawah tanah dari Stasiun Tenjin Jalur Bandara (空港線天神駅) menuju Stasiun JR Chikuzen-Maebaru (JR筑前前原駅). Dari situ, teman-teman harus naik taksi selama 10 menit untuk menuju Pondok Tiram.
*Cara dan waktu yang ditempuh berbeda-beda tergantung dengan Pondok Tiram yang ingin teman-teman tuju. Ada 6 area Pondok Tiram di Itoshima-Shi.


Memasuki musim tiram pada bulan Oktober sampai bulan April, akan ada sekitar 30 Pondok Tiram yang buka di 6 area dalam Itoshima-Shi. Setiap hari akan sangat ramai! Kali ini, saya berkunjung ke Pondok Tiram yang ada di Pelabuhan Pemancingan Kishi (岐志漁港).

Pelabuhan Pemancingan Kishi (岐志漁港)
Jam operasional setiap Pondok Tiram berbeda-beda.
Website Official Asosiasi Pariwisata Itoshima : http://www.itoshima-kanko.net/cat/糸島のカキ小屋/

Dress Code di Pondok Tiram


Teman-teman tidak perlu fashionable di Pondok Tiram! Di dalam Pondok Tiram penuh dengan asap api arang, sehingga bau dan abunya pasti menempel di baju teman-teman. Lalu, ketika teman-teman memanggang tiram, kuah dari tiram akan menciprat ke mana-mana. Cipratan kuah ini disebut “Bom Tiram” yang dapat menyebabkan baju teman-teman terkena cipratan kuah. Awalnya, saya pernah datang ke Pondok Tiram dengan baju bagus dan akhirnya merasa menyesal. Sebelum masuk Pondok Tiram, ikat rambut teman-teman dan siapkan hati untuk mencuci semua baju setelah pulang ke rumah.

Saya sarankan untuk memakai jaket khusus yang disediakan oleh Pondok Tiram. Desain jaket untuk setiap Pondok Tiram berbeda-beda.

Pengunjung Pondok Tiram akan memakai jaket berwarna sama sambil mengelilingi tempat pemanggangan. Semuanya serasa seperti teman lama, bahkan saya pernah makan bersama dengan grup yang duduk di sebelah saya :D

Benda yang Harus Dibawa ke Pondok Tiram

Pada dasarnya, teman-teman tidak perlu membawa benda khusus. Pondok Tiram menyediakan saus seperti shoyu dan ponzu untuk disantap bersama tiram. Tetapi, mungkin ada yang merasa saus ini saja tidak cukup.

Hampir semua Pondok Tiram memperbolehkan tamunya untuk membawa topping dari luar. Misalnya, mentega, mayonaisse, doubanjiang, kimchi, olive oil, atau saus pizza. Teman-teman dapat makan tiram dengan gaya masing-masing. Bawalah topping kesukaan teman-teman untuk disantap bersama.

Ngomong-ngomong, tahun ini saya membawa mentega, olive oil, basil sauce, keju, panci, dan momiji oroshi (parutan lobak dan cabai).

Waktu Menunggu adalah Waktu yang Bahagia

Sembari menunggu, teman-teman dapat bersenang-senang dengan mencoba berbagai macam topping dan saling berbagi tips cara makan yang lezat. Jika berhasil menciptakan rasa tiram yang lezat, tamu di meja sebelah terkadang akan melirik iri :D. Saya juga setiap tahunnya selalu melirik ke meja sebelah dan meneliti cara makan tiram yang lezat.

Ada juga menu sampingan di Pondok Tiram. Kerangnya enak banget!

Foto di atas adalah Risotto Tiram, gabungan dari nasi tiram + tiram + mentega. Menu original yang kami kebetulan kami temukan. Yuk, teman-teman coba buat juga!

Hati-Hati! Bagi Pemula, Harus Berhati-Hati ketika Memanggang Tiram!

Setiap tiram mengandung virus bernama norovirus. Bila teman-teman terinfeksi virus ini, teman-teman terkena risiko mengalami keracunan makanan yang menyebabkan muntah-muntah dan diare parah. Virus ini dapat dibasmi jika teman-teman memanggang tiram dengan panas yang cukup, jadi cara memanggang tiram adalah hal yang sangat penting!

Setiap Pondok Tiram menyediakan petunjuk cara memanggang, tetapi untuk teman-teman yang khawatir dapat meminta bantuan kepada staf pondok. Jika berhati-hati, teman-teman tidak akan terinfeksi virus ini. Saya dan teman-teman saya juga belum pernah terinfeksi.
Ingat, selalu berhati-hati dan jangan malu bertanya kepada para staf!

Mari Pulang dengan Berkendara Melalui Jalur Di Sepanjang Pantai


Itoshima terkenal sebagai drive spot dengan pemandangan indah di Fukuoka. Teman-teman dapat berkendara sambil mampir ke kafe di sepanjang pantai, cuci mata melihat produk-produk buatan tangan, atau menikmati pemandangan laut. Setelah makan tiram, menikmati indahnya laut! Pasti akan menjadi satu hari yang memuaskan bagi teman-teman.

Menikmati Musim Tiram Sampai Puas!


Bagaimana? Teman-teman pasti ingin mencoba makan tiram, kan? Menikmati makanan musiman atau makanan yang hanya bisa dimakan di area tertentu pasti menjadi suatu kebahagiaan tersendiri. Yuk, mampir ke Itoshima dan nikmati kelezatan tiram yang fresh dan penuh nutrisi!

Penerjemah : Gita Siwi

Salah Satu Resort Terbaik Di Jepang! Melihat Matahari Terbenam Di “Pulau Ishigaki”

Pulau Paling Selatan di Jepang “Kepulauan Yaeyama” Yang Menjadi Pusat Pulau Ishigaki

Pulau Ishigaki berada di Prefektur Okinawa, kota Ishigaki dan merupakan pusat kepulauan Yaeyama yang terdiri dari Pulau Iriomote, Taketomijima, Kohamajima, Kuroshima, Shinjyojima, Haterajima, dan Yonagunijima. 3 pulau terbesar di Okinawa, luasnya sekitar 140 Km dengan jumlah penduduk sekitar 48,000 jiwa. Pulau Ishigaki yang berada di prefektur Okinawa terpaut jarak 410 km lebih dari wilayah pusat prefektur Okinawa. Jarak tersebut sama dengan jarak dari Tokyo ke Osaka!

Pulau Ishigaki menduduki peringkat 1 di dunia yang “Terpilih Oleh TripAdvisor yang masuk Ranking teratas sebagai kota pariwisata dengan tingkat kepopulerannya yang sangat signifikan” pada tahun 2018.

Daya tarik pulau Ishigaki seperti terumbu karang di laut yang biru, langit yang penuh dengan bintang-bintang, daging sapi Ishigaki, dan makanan khas Okinawa “Chanpur” yang tidak akan habis dibahas. Kali ini saya akan memperkenalkan pada kalian suasana dan keindahan pantai juga tempat melihat matahari terbit dan terbenam di pulau Ishigaki berdasarkan pengalaman saya tinggal di sini selama satu tahun setengah.

Spot No. 1 Ishigaki untuk Melihat Matahari Terbenam, “Uganzaki”

Tempat ini terletak di ujung paling barat pulau Ishigaki. Di internet pun tempat ini paling populer yang banyak diperkenalkan orang. Image di tanjung ini sedikit bertentangan dengan pulau Ishigaki yang dikenal tenang, ciri khas tempat ini adalah ombaknya yang kuat dan karang lautnya yang kasar.

Selain itu, tidak terbatas hanya Uganzaki saja, jika kalian pergi agak jauh dari pulau Ishigaki, kalian akan menemukan binatang dengan capitnya yang besar yaitu “yashigani” atau kepiting kelapa yang merupakan salah satu spesies Coenobita. Saya pun hanya melihatnya 3 kali saja. Kalau kalian menemukan binatang ini jangan coba-coba mendekatinya karena berbahaya. (Di Kepulauan Yaeyama dikenal sebagai salah satu hidangan yang lezat, saya pun pernah makan dari hasil tangkapan. Tapi di bagian ususnya terdapat racun yang berbahaya, jadi pastikan kalian bertanya terlebih dahulu pada orang yang mengerti betul.)

Dan seperti yang kalian lihat, karena ini adalah spot yang sangat terkenal, banyak pengunjung yang datang untuk melihat matahari terbenam.

Jika kalian ingin datang ke sini untuk mengambil foto, mungkin lebih baik jika datang lebih cepat.

Uganzaki
Alamat: Prefektur Okinawa, Kota Ishigaki, Fujieda

Gunung Pulau Ishigaki, Merasakan Pemandangan dari Sudut 360° Dalam 30 Menit “Gunung Nosoko yang lebih dikenal Gunung Maapee”

Ini adalah gunung Nosokodake yang terkenal. Sekitar 30 menit dari jalan masuk pendakian, kalian bisa langsung sampai di puncak, dan melihat lautan hijau zamrud. Penduduk asli sering menyebutnya “Maapee” asal usul kata tersebut katanya berasal dari nama seorang gadis cantik yang tinggal di “Kuroshima” dan seorang laki-laki bernama Kanimui yang terpisah akibat kebijakan kerajaan Ryukyu. Maapee yang berniat melihat “Kuroshima” dari Ishigaki mendaki gunung Nosokodake ini kemudian memanjatkan doa. Dari sanalah nama tersebut berasal.

Saya memilih foto dengan latar matahari terbenam yang sedikit memberikan kesan melankolik. Tapi langit dengan sedikit awan sebelum matahari terbenam pun memperlihatkan pemandangan yang sangat jelas.

Dan yang perlu diperhatikan, karena sepanjang jalan pendakian tidak ada lampu penerangan sama sekali, jadi kalian bisa turun gunung sebelum matahari benar-benar terbenam atau membawa headlight.

Foto yang diambil saat siang hari. Hati-hati saat menaiki bebatuannya ya!

Nosokodake
Alamat: Prefektur Okinawa, Kota Ishigaki, Nosoko

Melihat Matahari Terbenam di Pantai Hotel Resort “Husaki Resort Village”

Seperti yang telah diperkenalkan sebelumnya tentang “Uganzaki”, “Husaki Resort Village” pun termasuk kedalam jajaran spot yang paling populer untuk melihat matahari terbenam di pulau Ishigaki.
Di laut Pulau Ishigaki terdapat dermaga gazebo ala barat, di sini kalian bisa berfoto dengan matahari terbenam, photogenic sekali bukan? hehe

Foto jarak dekat sangat indah, tapi kalau coba foto dari jarak jauh kalian bisa melihat keindahan yang tampak berbeda. Di beberapa spot yang telah diperkenalkan sebelumnya bisa melihat langit yang penuh dengan bintang, tapi di hotel ini menyediakan tour melihat langit berbintang. Melihat matahari terbenam ataupun melihat bintang, jangan lupa coba keduanya ya!


Pulau Taketomi terlihat dari Gazebo. Suara lonceng yang menggema di antara deburan ombak

Husaki Resort Village
Alamat: Prefektur Okinawa, Kota Ishigaki, Arakawa 1625
No telp: 0980-88-7000

Dekat dari Pusat Kota Ishigaki, Jembatan Biru dan Matahari Terbenam Kemerahan “Sazan Gate Bridge”

Sazan Gate Bridge sangat mudah diakses. Dari terminal Ishigaki bisa ditempuh denngan berjalan kaki selama 10 menit, sedangkan dari pusat kota bisa ditempuh dalam 5 menit. Jembatan ini menghubungkan penduduk dengan pulau reklamasi. Kedepannya pulau ini (yang disebut Painu Hamachou) berencana akan dijadikan distrik bisnis), Saat ini tidak begitu banyak warga yang keluar masuk pulau ini sampai-sampai nama julukan lain pulau ini adalah “pulau kucing”. Saat hari beranjak sore, akan jarang sekali mobil yang berlalu lalang, jadi kalian bisa melihat matahari terbenam dengan santai.

Jembatan biru yang kuat dilapisi warna langit kemerahan

Perahu yang terlihat di bagian dalam jembatan adalah perahu milik Angkatan Pertahanan Maritim yang terletak di tempat bernama Marine Hamasaki.

Sazan Gate Bridge
Alamat: Prefektur Okinawa, Kota Ishigaki, Yamashimaschou

2 Foto Matahari Terbenam dan Mangrove “Nagura Anparu”

“Nagura Anparu” yang terkenal dengan bakau dan dataran berlumpur. Hutan bakau ini ditetapkan sebagai hutan bakau di daerah muara sungai Nagura yang merupakan komunitas tanaman khusus dari Kementrian Lingkungan Hidup. Selain itu, tempat ini adalah wilayah yang terdaftar dalam Konvensi Ramsar, hal ini bisa diketahui dengan melihat banyaknya pepohonan di sini termasuk di pulau Ishigai itu sendiri.

Di sini, yan paling terkenal adalah mencoba perahu kayak. Di siang hari pun sangat ramai, tapi kami merekomendasikan untuk memilih saat matahari terbenam, atau biasa disebut “Sunset Kayak”
Dari arah matahari terbenam yang dilihat dari “Nagura Anparu”, kalian bisa melihat Uganzaki, spot yang telah diperkenalkan sebelumnya.

Nagura Anparu
Alamat: Prefektur Okinawa, Kota Ishigaki, Shinagura

Makan siang Ditemani Laut Hijau Zamrud, dan di Sore Hari diwarnai Merah Emerald

Melihat matahari terbenam di pulau Ishigaki terasa berbeda dengan pulau lainnya. Walau di sekitar wilayah kepulauan Yaeyama bisa melihat matahari terbenam yang indah, tapi karena pulau Ishigaki berada di ujung paling timur kepulauan Yaeyama, hanya di pulau Ishigaki lah kalian bisa melihat matahari terbenam dari pulau terpencil.

Setelah melihat matahari terbenam di antara garis horizontal yang menghilang perlahan, tidak ada salahnya mencoba minum “Awamori” khas pulau Ishigaki. Kami berharap perjalananmu di Ishigaki berwarnakan matahari terbenam yang indah!

Penerjemaha : Aririn

Pusaran Besar Muncul di Laut! Nikmati Kapal Pesiar Uzushio di Selat Naruto!

Terbesar di dunia! Apa itu ‘Uzushio’ yang berada di Selat Naruto?

Apakah teman-teman tahu apa itu ‘Uzushio’? Uzushio atau dalam bahasa Indonesia berarti pusaran air, adalah fenomena alam yang dapat dilihat di Selat Naruto, sehingga dikenal dengan nama pusaran air Naruto. Pusaran tersebut terjadi ketika arus laut yang deras bertabrakan dengan arus laut yang lambat. Dengan diameter yang mencapai 20 meter, pusaran ini dinobatkan menjadi salah satu pusaran terbesar di dunia.

Kali ini, すかSUKI ingin memperkenalkan kepada kalian tentang kapal pesiar Uzushio. Dengan kapal tersebut, kalian bisa melihat pusaran air tersebut dalam jarak dekat.

Ayo naik kapal pesiar Uzushio!

Menaiki kapal layar besar ‘Nippon Maru’


Kapal pesiar berangkat dari Pelabuhan Fukura yang terletak di ujung paling selatan Pulau Awaji, Prefektur Hyogo. Nah, kali ini すかSUKI berkesempatan untuk menaiki kapal layar besar yang bernama ‘Nippon Maru’. Empat buah tiang besar yang berdiri dengan gagah terlihat amat mengesankan. Jadi tidak sabar untuk segera berlayar!

Waktu pelayaran adalah 1 jam. Walaupun ada kursi dan tempat duduk di dalam kapal, すかSUKI menyarankan untuk berjalan-jalan ke geladak. Selain dapat merasakan angin laut yang membuat nyaman, banyak burung camar cantik beterbangan.

Kapal pesiar Uzushio
Alamat : Uzushio Dome Nanairo Kan, Fukura-ko, Minami Awaji-shi, Hyogo-ken
Nomor telepon : 0799-52-0054
URL : http://www.uzu-shio.com/
Harga tiket : 2000 yen
Akses : Dari Umeda, Osaka naik mobil 120 menit
Dari Sannomiya, Kobe naik mobil 80 menit

pusaran air


Ketika mulai mendekati jembatan Onaruto, pusaran-pusaran kecil di laut mulai terlihat. Lewat foto di atas, kalian bisa melihatnya, kan? Pusaran kecil yang kalian lihat tersebut akan menghilang setelah beberapa saat. Karena pusaran itu ditimbulkan oleh bertabraknya arus laut, bukan berarti pusaran itu selalu berada di tempat yang sama.


Lihat! Setelah melewati jembatan Onaruto, pusaran besarnya muncul! Orang-orang di sekeliling langsung bersorak ketika melihat pusaran berkekuatan besar itu. Rasanya seperti sedang melihat isi mesin cuci yang sedang bekerja… Benar-benar hebat, ya! Apalagi ini fenomena alam! Karena pusaran akan berangsur-angsur menghilang, jangan sampai momen ini terlewatkan oleh kamera kalian!


Pusaran air Naruto adalah fenomena alam, jadi bukan berarti akan muncul setiap saat. Menurut situs web kapal pesiar Uzushio, waktu paling tepat untuk melihat pusaran adalah ketika air pasang surut mengalir paling cepat. Arus pasang surut tercepat terjadi sebulan dua kali, yaitu pada saat pasang laut purnama (terjadi pada bulan baru dan bulan purnama). Untuk informasi yang lebih jelas, kalian bisa mengecek langsung situs web kapal pesiar Uzushio. Web tersebut akan memberi penjelasan tentang jadwal terbaik untuk melihat pusaran air.

Setelah selesai berlayar, mari merendam kaki di Uzunoyu


Di Pelabuhan Fukara, di mana kapal pesiar Uzushio berlabuh, terdapat fasilitas footbath bernama ‘Uzunoyu’ yang dapat kalian nikmati secara gratis. Coba masukkan kaki kalian di air panas sambil duduk di bangku kayu. Hanya dengan merendam kaki saja, tubuh pun akan terasa menjadi hangat, lho. Air di Uzunoyu dibentuk menyerupai pusaran yang menggambarkan pusaran air Naruto.

Selain itu ada juga footbath dengan wadah rendaman berbentuk guci, atau hand bath berwadah rendaman bentuk Selat Naruto, sangat unik! Setelah menikmati berlayar dengan kapal pesiar Uzushio, coba mampir ke Uzunoyu juga, ya!

Uzunoyu
Alamat : 1528-7 Fukurako, Awaji-shi, Hyogo-ken
Nomor telepon : 0799-52-2336
URL : https://www.city.minamiawaji.hyogo.jp/soshiki/shoukou/ashiyu.html

Penutup

Bagaimana dengan kapal pesiar Uzushio di Selat Naruto yang telah すかSUKI bahas?
すかSUKI harap kalian semua bisa melihat salah satu pusaran air terbesar di dunia ini secara langsung.
Jika ada kesempatan untuk berkunjung ke sana, cobalah naik kapal pesiar saat arus pasang surut tercepat sedang berlangsung, ya!

Penerjemah : Erlinda Dwi Yulianti

Tempat Wisata Recommended! Kada, Kota Ikan di Wakayama!

Prefektur Wakayama adalah prefektur yang terletak di sebelah selatan Osaka. Perjalanan dari Osaka ke Wakayama dapat ditempuh dalam 1 jam dengan mobil atau 1,5 jam dengan kereta. Dalam artikel kali ini, saya ingin memperkenalkan tempat-tempat wisata di Kada, yaitu salah satu kota di Wakayama.

Berjalan-Jalan di Pelabuhan Kada

Di pelabuhan Kada ada tempat bernama Kada Sengyo (加太鮮魚) yang menjual ikan tangkapan pada hari yang sama. Ketika saya berkunjung pada siang hari, ikan Aji (Japanese horse mackerel) dan ikan Saba (Mackerel) telah dimasukkan ke dalam akuarium. Dan saya juga mendapat informasi bahwa ikan paling terkenal di Kada adalah ikan Tai (Sea Bream). Saya sarankan untuk berkunjung pada pagi hari jika Anda ingin membeli ikan di sini!

Selain itu, ada tanggul membentang di belakang Kada Sengyo dan tanggul ini ramai dengan orang yang sedang memancing.

Pelabuhan Kada
Alamat : 141-5 Kada, Wakayama-shi, Wakayama-ken 640-0103, Japan
Nomor telepon : 073-459-1268
URL:http://www.jf-kada.com/sengyo
Akses : 15 menit berjalan kaki dari Stasiun Kada (加太駅)

 

Berkunjung ke Kuil Awashima (淡嶋神社)

Kuil Awashima adalah kuil yang berada di dekat laut, yang dapat ditempuh dalam waktu 20 menit berjalan kaki dari Stasiun Kada. Toko yang menjual oleh-oleh berjejer di jalan menuju kuil. Kita juga dapat membeli kerang yang ada di show case untuk dibakar dan dimakan.

 

Kuil yang mengagungkan Dewa Obat

Kuil Awashima mengagungkan Dewa Obat yang bernama Sukunahikuna no Mikoto, dan katanya berdoa di sini bermanfaat untuk pasangan yang ingin punya momongan, keselamatan ketika melahirkan, kesembuhan penyakit ginekologi, dan lain-lain.

Banyak boneka berjajar di lingkungan kuil!

Banyak boneka yang ‘dikuburkan’ berjajar di lingkungan kuil. Di Jepang, kita memiliki kebiasaan untuk tidak membuang boneka tua yang tidak digunakan lagi, melainkan membawa boneka tersebut ke kuil untuk diberi upacara kematian. Ada sekitar 20.000 boneka di Kuil Awashima.

Kuil Awashima (淡嶋神社)
Alamat : 118 Kada, Wakayama-shi, Wakayama-ken 640-0103, Japan
Nomor telepon : 073-459-0043
URL:http://www.kada.jp/awashima/
Waktu operasional: 09.00 – 17.00
Akses: 20 menit berjalan kaki dari Stasiun Kada

Kalau Mau Menginap di Kada, Kyukamura Kishu Kada (休暇村・紀州加太) Tempatnya!

Semua kamar menghadap laut!

Dari kamar manapun, Anda dapat melihat Selat Kitan (紀淡海峡) dan Tomogashima (友ヶ島). Kapal putih kecil yang terlihat di laut adalah perahu nelayan yang sedang memancing ikan Tai.

Pemandian terbuka dengan pemandangan luar biasa!

Pemandian terbuka di Kyukamura Kishu Kada adalah pemandian model infinity yang menjadi tren akhir-akhir ini. Pemandian ini tidak memiliki pagar maupun penutup lainnya, sehingga ketika kita berendam di sini, kita bisa langsung melihat laut yang seakan-akan menyambung dengan pemandian. Saya sangat menyarankan untuk berendam pada waktu matahari terbenam!

Mencoba makan makanan special Wakayama di musim dingin, ikan Kue!

Wakayama di musim dingin terkenal dengan ikan bernama Kue (longtooth grouper). Jumlah penangkapan Ikan Kue alami sangat sedikit, sehingga ikan ini sering disebut sebagai “Ikan Ilusi”. Ikan ini sangat jarang dijual di supermarket, dan jarang juga ada keluarga yang bisa memakan ikan ini di rumah. Kita dapat mencoba makan Kue si “Ikan Ilusi” ini di Kyukamura Kishu Kada, yang menyediakan course menu Ikan Kue alami! Ada Nabe Ikan Kue, Sashimi Ikan Kue, dan juga karaage ikan Kue! Kue adalah ikan berdaging putih yang berlemak dan sangat enak.

Nabe Ikan Kue berisi Ikan Kue, sayuran, dan tofu yang direbus lalu dimakan dengan saus ponzu (saus shoyu yang dicampur dengan buah jeruk seperti yuzu dan cuka). Setelah makan nabe, Anda dapat meminta nasi campur yang dibuat dengan sisa sup nabe dicampur dengan nasi dan telur.

Alamat : 483 Miyama, Wakayama-shi, Wakayama-ken 640-0102, Japan
Nomor telepon : 073-459-0321
URL:https://www.qkamura.or.jp/kada/
Akses : 10 menit dengan shuttle bus dari Stasiun Kada

Penutup

Bagaimana menurut teman-teman dengan tempat wisata recommended di Kada, Wakayama? Jangan lupa untuk menghangatkan diri dengan makan Nabe ikan Kue si “Ikan Ilusi”, hanya di Kada!

Penerjemah : Gita Siwi