Kuliah di Jepang, Bukan Sekadar Belajar Bahasa Jepang

Selamat siang, terima kasih karena sudah menyempatkan diri untuk menjadi narasumber di topik kali ini. Mari kita awali dengan perkenalan lebih dulu.

Selamat siang, perkenalkan nama saya Pratama Hanan Alfarisyi, biasa dipanggil Tama. Saya mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Brawijaya angkatan 2016.

Salam kenal Tama. Sekarang sedang sibuk dengan kegiatan apa?

Sekarang sedang ikut program JASSO selama satu tahun dari bulan September 2019 sampai Agustus 2020 di Universitas Kumamoto Jepang. JASSO ini sendiri merupakan salah satu beasiswa hasil MOU Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Brawijaya (UB) dengan Kumadai (Kumamoto Daigaku). Dari Universitas saya sendiri sekarang ada empat mahasiswa yang ikut, dan kemungkinan jumlahnya sama setiap tahun.

Wah sedang di Jepang ya. Kalau boleh tahu, bagaimana proses dari awal sampai bisa terpilih untuk mengikuti program ini?

Kalau persyaratan dari prodi sendiri yaitu mahasiswa yang lulus N2 atau sudah pernah ikut tes wawancara Monbukagakusho. Setiap tahun kriteria bisa berubah, menyesuaikan kemampuan mahasiswa. Yang jelas akhirnya akan diambil empat teratas. Kemudian setelah terpilih, mahasiswa mengisi form yang sudah ada untuk dikirimkan ke pihak Kumadai. Keputusan diterima atau tidaknya itu tergantung dari Kumadai.

Oh begitu, program yang diikuti ini apakah seperti kuliah pada umumnya atau ada kegiatan lain?

Belajar di kampus seperti biasa menyesuaikan jurusan. Di Kumadai dibagi dua course. Ada E-Course (English) dan J-Course (Japanese). Untuk UB sendiri semua mengikuti J-Course. Untuk kelasnya ada pembagian level juga menyesuaikan dengan tingkatan JLPT.

Wah, bagaimana rasanya bisa belajar di Universitas di Jepang?

Tanoshikatta! Sangat menyenangkan bisa belajar di salah satu Universitas yang ada di Jepang.

Apakah ada kesulitan selama belajar di Universitas Kumamoto?

Ketika belajar tidak ada kesulitan, karena oleh kampus sudah disesuaikan levelnya. Ada satu mata kuliah yang lumayan susah, tapi oleh dosennya diberikan tutor (orang Jepang) sesama mahasiswa yang juga mengambil mata kuliah yang sama selama di kelas.

Bagaimana dengan kehidupan di sana?

Saya tinggal di asrama yang disediakan oleh Kumadai, namanya Kumamoto University International House. Kemudian mahasiswa di sini difasilitasi tutor oleh kampus untuk membantu selama tinggal di Jepang. Misalnya untuk membuat residence card, membuat ktp dan sim card, mengisi mata kuliah online, dan lain sebagainya. Ketika pertama sampai ke Jepang pun langsung dijemput oleh tutornya.

Syukurlah, jadi lebih semangat ya belajarnya. Apakah ada kendala yang dirasakan selama tinggal di Jepang?

Kalau sekarang karena sedang ramai dengan coronavirus, ryuugakusei (mahasiswa asing) merasa kurang nyaman, kota juga jadi lebih sepi dan orang-orang jadi lebih waspada dengan sekitar. Bahan makanan dan lain-lain seperti masker, hand sanitizer, tisu toilet banyak habis karena diborong. Kalau untuk ibadah dan makanan halal tidak sulit, karena di dekat kampus ada masjid Kumamoto Islamic Centre, dan di dekat sana ada Kumamoto Halal Food, salah satu rumah makan halal yang pemiliknya ternyata orang Indonesia. Kebetulan saya baito (kerja paruh waktu) di rumah makan tersebut.

Wah, semoga mahasiswa Indonesia di sana tetap sehat ya. Kalau begitu ketika hari libur biasanya menghabiskan waktu dengan apa?

Biasanya ada jadwal baito (kerja paruh waktu), atau kalau libur biasanya main game, sesekali diselingi mengerjakan skripsi juga. Kadang-kadang main ke daerah lain, selama ini sudah pernah ke Fukuoka, Saga, Nagasaki dan Oita.

Seru ya bisa jalan-jalan ke berbagai tempat, dan bisa baito juga di sana. Apa ada aturan khusus kalau ingin baito?

Sebelum baito harus buat izin dulu ke imigrasi Jepang. Kemudian diberikan aturan tempat mana saja yang tidak boleh dijadikan tempat baito, dan selama satu minggu hanya dibatasi 28 jam.

Dengan banyaknya kegiatan sekarang ini, pelajaran, pengalaman, atau manfaat apa saja yang sudah didapatkan selama tinggal di Jepang?

Karena ini pertama kalinya saya merantau dan hidup di negara orang, saya banyak belajar pelajaran hidup. Dari bagaimana caranya mengatur keuangan, lalu karena makanan halal terbatas akhirnya harus bisa masak, dan pelajaran lainnya. Kemudian di sini pun bisa menambah relasi, tidak hanya orang Jepang, tapi sesama pelajar Indonesia juga.

Sebagai penutup, adakah pesan-pesan untuk mahasiswa di Indonesia yang juga ingin kuliah di Jepang?

Tetap semangat belajarnya, dan yang pasti jangan lupa berdoa. Jalan untuk belajar ke Jepang ada banyak kok sebetulnya, selama masih ada kemauan, InsyaAllah dipertemukan jalan.

Terima kasih sudah berbagi pengalaman dengan teman-teman pembaca, semoga dilancarkan segala urusannya selama di Jepang, sehat selalu dan dilindungi dari wabah coronavirus yang sedang ramai ini ya. Semangat untuk belajarnya!

Kesenangan di Musim Dingin, Bersantap Lezat di Pondok Tiram!

Ketika musim dingin tiba, apakah teman-teman pernah ‘ngidam’ suatu makanan? Pastinya teman-teman ingin makan makanan hangat di musim dingin. Kali ini, saya akan memperkenalkan Pondok Tiram atau Kaki Goya di Itoshima-Shi, yang menyediakan makanan hangat menggiurkan di musim dingin.

Apa Itu Pondok Tiram? Kita Makan Apa dan Di Mana?


Pondok Tiram adalah toko yang memanggang dan menyediakan tiram segar yang ditangkap di pelabuhan pemancingan. Pondok Tiram dikelola langsung oleh nelayan, sehingga harga makanannya murah dan rasanya segar.

Pondok Tiram di Itoshima-Shi, Fukuoka dapat teman-teman kunjungi dengan cara naik mobil selama kurang lebih 40 menit dari Tenjin (天神) – pusat kota Fukuoka, melalui Jalan Fukuoka Maebaru (福岡前原道路) – jalan tol dalam kota. Jalanan padat pada akhir minggu, sehingga saya sarankan untuk berangkat lebih cepat dan merencanakan perjalanan teman-teman dengan baik.

Bila teman-teman ingin menggunakan transportasi umum, teman-teman dapat naik kereta bawah tanah dari Stasiun Tenjin Jalur Bandara (空港線天神駅) menuju Stasiun JR Chikuzen-Maebaru (JR筑前前原駅). Dari situ, teman-teman harus naik taksi selama 10 menit untuk menuju Pondok Tiram.
*Cara dan waktu yang ditempuh berbeda-beda tergantung dengan Pondok Tiram yang ingin teman-teman tuju. Ada 6 area Pondok Tiram di Itoshima-Shi.


Memasuki musim tiram pada bulan Oktober sampai bulan April, akan ada sekitar 30 Pondok Tiram yang buka di 6 area dalam Itoshima-Shi. Setiap hari akan sangat ramai! Kali ini, saya berkunjung ke Pondok Tiram yang ada di Pelabuhan Pemancingan Kishi (岐志漁港).

Pelabuhan Pemancingan Kishi (岐志漁港)
Jam operasional setiap Pondok Tiram berbeda-beda.
Website Official Asosiasi Pariwisata Itoshima : http://www.itoshima-kanko.net/cat/糸島のカキ小屋/

Dress Code di Pondok Tiram


Teman-teman tidak perlu fashionable di Pondok Tiram! Di dalam Pondok Tiram penuh dengan asap api arang, sehingga bau dan abunya pasti menempel di baju teman-teman. Lalu, ketika teman-teman memanggang tiram, kuah dari tiram akan menciprat ke mana-mana. Cipratan kuah ini disebut “Bom Tiram” yang dapat menyebabkan baju teman-teman terkena cipratan kuah. Awalnya, saya pernah datang ke Pondok Tiram dengan baju bagus dan akhirnya merasa menyesal. Sebelum masuk Pondok Tiram, ikat rambut teman-teman dan siapkan hati untuk mencuci semua baju setelah pulang ke rumah.

Saya sarankan untuk memakai jaket khusus yang disediakan oleh Pondok Tiram. Desain jaket untuk setiap Pondok Tiram berbeda-beda.

Pengunjung Pondok Tiram akan memakai jaket berwarna sama sambil mengelilingi tempat pemanggangan. Semuanya serasa seperti teman lama, bahkan saya pernah makan bersama dengan grup yang duduk di sebelah saya :D

Benda yang Harus Dibawa ke Pondok Tiram

Pada dasarnya, teman-teman tidak perlu membawa benda khusus. Pondok Tiram menyediakan saus seperti shoyu dan ponzu untuk disantap bersama tiram. Tetapi, mungkin ada yang merasa saus ini saja tidak cukup.

Hampir semua Pondok Tiram memperbolehkan tamunya untuk membawa topping dari luar. Misalnya, mentega, mayonaisse, doubanjiang, kimchi, olive oil, atau saus pizza. Teman-teman dapat makan tiram dengan gaya masing-masing. Bawalah topping kesukaan teman-teman untuk disantap bersama.

Ngomong-ngomong, tahun ini saya membawa mentega, olive oil, basil sauce, keju, panci, dan momiji oroshi (parutan lobak dan cabai).

Waktu Menunggu adalah Waktu yang Bahagia

Sembari menunggu, teman-teman dapat bersenang-senang dengan mencoba berbagai macam topping dan saling berbagi tips cara makan yang lezat. Jika berhasil menciptakan rasa tiram yang lezat, tamu di meja sebelah terkadang akan melirik iri :D. Saya juga setiap tahunnya selalu melirik ke meja sebelah dan meneliti cara makan tiram yang lezat.

Ada juga menu sampingan di Pondok Tiram. Kerangnya enak banget!

Foto di atas adalah Risotto Tiram, gabungan dari nasi tiram + tiram + mentega. Menu original yang kami kebetulan kami temukan. Yuk, teman-teman coba buat juga!

Hati-Hati! Bagi Pemula, Harus Berhati-Hati ketika Memanggang Tiram!

Setiap tiram mengandung virus bernama norovirus. Bila teman-teman terinfeksi virus ini, teman-teman terkena risiko mengalami keracunan makanan yang menyebabkan muntah-muntah dan diare parah. Virus ini dapat dibasmi jika teman-teman memanggang tiram dengan panas yang cukup, jadi cara memanggang tiram adalah hal yang sangat penting!

Setiap Pondok Tiram menyediakan petunjuk cara memanggang, tetapi untuk teman-teman yang khawatir dapat meminta bantuan kepada staf pondok. Jika berhati-hati, teman-teman tidak akan terinfeksi virus ini. Saya dan teman-teman saya juga belum pernah terinfeksi.
Ingat, selalu berhati-hati dan jangan malu bertanya kepada para staf!

Mari Pulang dengan Berkendara Melalui Jalur Di Sepanjang Pantai


Itoshima terkenal sebagai drive spot dengan pemandangan indah di Fukuoka. Teman-teman dapat berkendara sambil mampir ke kafe di sepanjang pantai, cuci mata melihat produk-produk buatan tangan, atau menikmati pemandangan laut. Setelah makan tiram, menikmati indahnya laut! Pasti akan menjadi satu hari yang memuaskan bagi teman-teman.

Menikmati Musim Tiram Sampai Puas!


Bagaimana? Teman-teman pasti ingin mencoba makan tiram, kan? Menikmati makanan musiman atau makanan yang hanya bisa dimakan di area tertentu pasti menjadi suatu kebahagiaan tersendiri. Yuk, mampir ke Itoshima dan nikmati kelezatan tiram yang fresh dan penuh nutrisi!

Penerjemah : Gita Siwi

Pemandangan Kota Nostalgia di Yoshii Kota Ukiha

Beberapa hari yang lalu, saya ada keperluan di Yoshii, Kota Ukiha, Karena saya tersentuh oleh keindahan pemandangan kotanya maka saya ingin menyampaikannya. Letak kota Ukiha berada di selatan Fukuoka. Kita bisa tiba di sana sekitar satu jam dari Hakata. Dari Hakata ada berbagai cara untuk pergi ke Yoshii, Kota Ukiha ini, saya akan menyampaikan yang paling simple ya.

Dari Stasiun JR Hakata menuju Chikugo Yoshii memakai Tokyu Yufu ( kereta ekspres ) sekitar 1 jam 1 menit
Ongkos nya 1290 yen + 1340 yen jika membeli kursi reservasi.

Yoshii, Kota Ukiha adalah kota yang masih memiliki pemandangan kota kuno

Katanya Yoshii menjadi berkembang dari membuat barang-barang olahan produk pertanian dari zaman Edo sampai Taisho. Orang-orang kaya bersaing membuat rumah mewah, yang sekarang ini menjadi pemandangan kota.

Rumah-rumah yang ada dalam drama sejarah berbaris berdampingan, itu membuat saya merasa seperti masuk pada zaman Edo.

Toko Retro, kopi favorit dari dulu

Saya memutuskan untuk beristirahat di kedai kopi. Kedainya bernuansa retro, jadi hampir tidak menyadarinya jika tidak ada papan iklan karena menyatu dengan pemandangan Yoshii.


Di dalam kedai pun terdapat lampu dan interior yang tenang. Sepertinya tak terasa akan menghabiskan waktu lama di sini. Tampaknya ada banyak pengunjung tetap, dan di antara mereka ada seorang wanita yang mengenakan hijab.

Kafe yang bisa minum kopi dengan harga murah dan kesempatan untuk minum kopi di toko-toko khusus semakin sedikit, sementara minimarket semakin banyak. Saya juga cukup banyak mendengar orang-orang disekeliling saya mengatakan kalau kopi di minimarket pun sudah cukup enak jadi tidak usah pergi ke kafe. Saya pikir orang yang bisa menikmati kopi dan meluangkan waktu untuk meikmatinya adalah sesuatu yang mewah dan membahagiakan.

Kopi yang diekstrak dengan hati-hati menggunakan saringan kain juga sangat enak.

Kedai kopi Ebisuchou
Alamat : 1116 Yoshii Machi Kota Ukiha Prefektur Fukuoka
No. Telepon : 080-3410-7146
Jam Buka : 8:00〜18:00 Minggu Buka
Hari Libur : Selasa、Liburan ditentukan
URL : https://tabelog.com/fukuoka/A4008/A400803/40040086/

Saya singgah ke toko roti di samping kedai kopi ini, tapi sayang karena sudah sore roti pun sudah hampir habis.

Ada tempat untuk makan di sana. Ada juga tempat untuk menselonjorkan kaki di teras depan. Terdapat meja dan kursi yang mirip seperti di kelas ketika SD.

Kursi yang berada di sebelah kanan foto, duduk sebentar pun pantat terasa sakit lho, hehe… Anak-anak SD di Jepang memakai meja dan kursi ini ketika belajar di kelas. Saya merasa bernostalgia.

Pulang sambil Mendengarkan Siaran Yuyake Koyake (Matahari Terbenam,-red)

Matahari terbenam sangat indah ketika pulang! Sekarang saya hidup di kelilingi oleh gedung dan apartemen, cukup sulit untuk bisa melihat langit yang luas. Karena daerah disekeliling Yoshii belum ada bangunan tinggi Langit sore pada saat matahari terbenam bisa dilihat dengan indah.

Ketika hari menjelang malam terdengar lantunan melodi (Yu Yake Ko Yake = Matahari Terbenam ), tetapi tidak di semua daerah. Ini adalah suatu ajakan agar anak-anak yang masih bermain di luar segera pulang ke rumah. Waktu yang menyenangkan telah berakhir. Ditambah dengan warna matahari terbenam, membuat perasaan menjadi tidak enak. Bahkan sekarang sudah dewasa pun. Besok mulai kerja lagi, cepat pulang dan bersiap untuk kerja lagi. Saya pikir banyak orang yang akan memperhatikan setelah mendengarkan lagu ini. Hehe..

Bagaimana? Pada kesempatan kali ini saya telah memperkenalkan pemandangan kota nostalgia di kota kecil Yoshii. Setelah mencari informasi, ternyata masih banyak tempat bagus lainnya, menyesal karena tersesat. Tetapi saya sudah punya alasan untuk pergi ke Yoshii lagi, plus nanti saya pikir lagi untuk bisa ke sana. Hehe..

Terutama ketika musim semi diselenggarakan festival Hina Matsuri. Festival Hina Matsuri adalah sebuah boneka Jepang yang disebut boneka Hina disusun rapi di tangga platform Hina, ini adalah festival untuk merayakan pertumbuhan anak perempuan yang sehat. Kostum boneka Hina yang megah dan cantik, sangat spektakuler. Pastinya ingin melihat sambil menikmati pemandangan kota kecil Yoshii ya.

Rasakan semangat dan energi pasar di Yanagibashi Rengo Market!

Yanagibashi Rengo Market (柳橋連合市場), dapurnya Hakata

Halo, teman-teman semua! Apakah kalian suka ikan? Saya sangat suka, lho! Fukuoka adalah tempat berkumpulnya hasil tangkapan berbagai macam jenis ikan segar dari seluruh penjuru wilayah Kyushu. Ini dikarenakan letak Fukuoka yang menghadap ke laut sehingga banyak pelabuhan nelayan yang berada di situ.

Kali ini, saya akan memperkenalkan tentang berbagai macam toko yang menjual ikan segar di Yanagibashi Rengo Market.

Yanagibashi Rengo Market
15 menit perjalanan dengan bus dari stasiun Hakata
10 menit perjalanan dengan bus dari stasiun Tenjin
15 menit dengan berjalan kaki
Jam operasional pasar : 8:00 – 18,00 (setiap toko berbeda)

Yanagibashi Rengo Market itu tempat seperti apa, sih?

Yanagibashi Rengo Market mudah diakses dari Tenjin maupun Hakata yang merupakan daerah pusat Fukuoka. Dengan sedikit berjalan kaki, kalian akan disambut pemandangan sebuah pintu masuk dengan papan bergaya retro di antara bangunan modern yang berbaris. Walaupun pasar tersebut tidak pernah terlihat modern sama sekali, tempat itu terbungkus suasana nostalgia bagi orang Jepang.

Coba lihat sebelah kanan gambar, ada spot untuk foto yang bisa digunakan. Kalian bisa memperlihatkan wajah kalian dan berfoto di sana. Jika ada kesempatan untuk berkunjung, cobalah untuk mengambil foto. Meskipun agak memalukan, tapi bisa menjadi kenang-kenangan, lho!

Aneka makanan laut segar di sana adalah hasil dari mata jeli sang pemilik toko. Kualitasnya tidak perlu diragukan lagi! Jika kalian menyampaikan jenis ikan yang diinginkan, pemilik toko akan memberikan kalian ikan terbaik yang mereka punya. Apabila diminta, mereka juga akan memotongkan ikan untuk kalian, praktis, kan?

Walaupun orang-orang di pasar tersebut bekerja dengan cepat, mereka tetap mendengarkan permintaan dan pertanyaan kalian, lho. Di sana, kalian bisa merasakan hiruk pikuknya suasana bekerja di pasar.

Karena sudah jauh-jauh ke pasar, ayo coba makanannya!

Pasti ada beberapa dari kalian yang suka makan ikan tetapi tidak begitu suka memasaknya. Di Yanagibashi Rengo Market ada beberapa toko yang menyediakan hidangan yang menggunakan bahan-bahan segar. Kali ini, saya akan mencoba mendatangi Yanagibashi Shokudo (kantin Yanagibashi)!

Ada beberapa toko di lantai pertama. Kalian bisa memilih makanan yang diinginkan dari menu yang tertulis di dinding lalu menyampaikannya kepada orang toko. Kemudian, bayarlah terlebih dahulu pesanan kalian di lantai dua.


【Set A】 Mini Kaisen-don dan Aradaki (rebusan bagian ikan selain daging, seperti kepala dan lainnya), sup miso, dan tsukemono (acar Jepang). Harga 750 yen.

Sebenarnya saya ingin makan tempura, tetapi karena belum gajian jadi harus menahan (lol).
Benar-benar murah! Kalau kalian makan menu yang saya makan di atas di daerah Tenjin atau Hakata, pasti harganya lebih dari 1.000 yen. Sudah murah, fresh pula, sungguh tempat terbaik!
Kaisen-don adalah semangkuk nasi yang mewah karena bagian atasnya ditaruh berbagai jenis sashimi. Makan sambil menebak-nebak ikan apa saja yang baru saja saya lahap terasa sangat menyenangkan.

Kebanyakan kaisen-don memiliki rasa yang hambar, jadi kalian perlu menyiramkan shoyu di atasnya. Karena di dalam kaisen-don sudah ada wasabi, kalian yang tidak begitu suka wasabi bisa menyingkirkannya dari awal.

Rasa pada ikan di sajian Aradaki meresap hingga ke dalam, kalian pasti langsung merasa ingin memakannya bersama nasi putih. Di sekolah maupun di rumah, orang Jepang diajari untuk makan mata ikan supaya menjadi pintar (atau hanya orang-orang di sekitar saya saja?). Meskipun diajari seperti itu, saya tetap tidak bisa memakan mata ikan.. Bertatapan dengan si ikan lalu memakannya itu rasanya…..

Yanagibashi Shokudo (kantin Yanagibashi)
Jam operasional : 09:30 – 16:00
Hari libur : Minggu dan hari libur nasional
Nomor telepon : 092-761-1811
TripAdvisor : https://www.tripadvisor.jp/Restaurant_Review-g14127491-d1703688-Reviews-Yanagibashi_Shokudo-Chuo_Fukuoka_Fukuoka_Prefecture_Kyushu.html

Pentingnya hiasan dan warna yang merupakan keahlian dari para pengrajin Jepang

Berbagai toko berbaris di dalam pasar, ada yang menjual timbangan dan perlengkapan minum teh, baju, roti, hingga wagashi (snack khas Jepang). Banyak wisatawan asing yang datang. Bagi kalian yang ingin merasakan budaya Jepang, kalian pasti bisa menemukannya di sini.

Walaupun terlihat mirip, bahan yang digunakan, bentuk, dan harganya berbeda-beda, lho.

Jika kalian suka dengan teh, kalian bisa membeli berbagai perlengkapannya sedikit demi sedikit.

Wagashi (snack khas Jepang) yang dibuat dengan tekun oleh para ahli dikemas dengan tampilan yang sangat bagus, tentu saja rasanya juga enak. Orang Jepang memiliki kebiasaan memberikan wagashi yang cantik sebagai oleh-oleh maupun sebagai hadiah kepada orang yang telah direpotkan. Hal ini memiliki arti bahwa kita ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sangat besar hingga tak bisa diucapkan hanya dengan sekadar kata-kata.

Ketika ada perayaan, orang Jepang makan nasi merah. Nasi merah di Jepang memiliki sedikit rasa asin karena ditanak dengan kacang merah dan ketan. Nasi tersebut biasanya disajikan bersama ikan bream (ikan bream dalam bahasa Jepang adalah ‘鯛/ tai). Kenapa disajikan bersama ikan tersebut? Karena perayaan dalam bahasa Jepang disebut dengan ‘めでたい/ medetai’, jadi ikan tai (bream) -lah yang disajikan. Orang Jepang suka melakukan permainan kata seperti itu (lol). Karena nasi merah bisa ditemukan di minimarket pada bagian onigiri corner serta mudah dihangatkan, bagaimana kalau kalian mencoba membelinya sekalian untuk oleh-oleh?

Suka dengan hal baru, tetapi tetap melestarikan yang lama

Di pintu keluar pasar, berdiri sebuah kedai kopi modern berdinding biru. Padahal tepat di sebelahnya berbaris papan nama bergaya retro. Entah mengapa tetap terasa cocok.
Sebenarnya, kedai kopi ini menggunakan bangunan toko lama yang telah direnovasi. Karena itulah, di bagian depannya masih tersisa tulisan ‘Hakata Omiyage (toko oleh-oleh Hakata) walaupun bangunannya sudah berubah menjadi kedai kopi.

Dari toko tersebut bisa disimpulkan bahwa meskipun orang Fukuoka menyukai hal baru, mereka tetap melestarikan sesuatu yang lama.

Itulah Yanagibashi Rengo Market, tempat di mana kalian bisa merasakan suasana zaman dahulu di tengah berkembangnya hal-hal baru. Bagaimana kalau kalian menocba mengunjunginya?

Penerjemah : Erlinda Dwi Yulianti

Musim Natal di Hakata Diwarnai dengan Iluminasi

Fukuoka adalah kota lokal yang terletak di selatan Jepang. Salah satu diantaranya adalah Tenjin Hakata yaitu daerah pusat kota yang mewakili Fukuoka, fasilitas komersial besar banyak terdapat disini, menjadikan tempat ini ramai.Pada kesempatan kali ini saya akan memperkenalkan musim Natal di Hakata.

Orang Hakata menyukai Matsuri/Festival!

Berbicara tentang Hakata, Hakata Dontaku, Gion Yamakasa, Houjoue, dll adalah festival tradisional yang diwarisi sejak dulu memang sudah terkenal, tetapi ada juga aspek yang harus secara aktif digabungkan dengan tren dan hal-hal yang modern masa kini. Ada hal-hal yang menarik ketika gedung modern dibangun di dekat kuil tua, lho.

Bagaimana Caranya Pergi ke Iluminasi Stsiun Hakata

Kali ini saya akan memperkenalkan iluminasi yang ada di stasiun terbesar Fukuoka, stasiun Hakata. Stasiun Hakata berjarak dua perhentian subway dari bandara Fukuoka. Saya akan tiba dalam waktu kurang dari 6 menit tanpa ganti kereta. (Ongkos 260 yen)
Karena kebanyakan orang yang mengunjungi Fukuoka melewati Stasiun Hakata、banyak yang tidak tahu daerah Fukuoka tetapi akan merasa aman.

Pada saat memasuki bulan November、Fukuoka yang terletak di selatan Jepang pun tiba-tiba menjadi lebih dingin. Setiap tahun jika musim dingin, Alun-alun Stasiun Hakata diwarnai iluminasi yang mewah.

Stasiun Hakata mempunyai dua gerbang besar, gerbang Hakata dan gerbang Chikushi, karena festival ini di gerbang Hakata maka berhati-hatilah jika datang berkunjung. Jika tersesat, ada papan petunjuk di atas kepala, atau bertanya pada staf stasiun dia akan memberitahumu dengan ramah lho.

Iluminasi menjadi begitu indah dengan perpaduan warna yang tenang!

Iluminasi Stasiun Hakata bukan dekorasi listrik yang berwarna-warni, tetapi berdasarkan perpaduan warna yang tenang yaitu biru dan putih. Iluminasi ini cocok dengan bangunan modern Stasiun Hakata untuk bisa menciptakan ruang/tempat seperti taman tematik.

Ada banyak tempat yang disebut (写真映/Tempat Foto ) untuk berfoto dengan keluarga, pasangan, atau sahabat. Banyak juga yang swafoto/selfie jadi jangan malu-malu untuk mengambil banyak foto di sini.

Anak-anak Muda Jepang yang Beragama Buddha pun Menikmati Natal

Pasar Natal juga diadakan pada saat yang bersamaan. Natal di Jepang yang menghubungkan dengan agama hanya sebagian orang saja, mayoritas berpikir untuk ( menghabiskan waktu dengan orang yang tersayang ). ( Ada juga yang benar-benar merayakannya lho. ). Di musim dingin dengan orang tersayang, menyaksikan iluminasi yang indah, makan ayam goreng, bertukar hadiah adalah cara menghabiskan waktu di hari yang istimewa. ( Pemikiran tersebut mungkin karena saya membayangkan hal-hal yang romantis , kali ya ? ) Ada juga orang yang bertujuan mempunyai kekasih sampai hari Natal. Saat masih muda, Saya adalah salah satunya…

Wine panas, sup yang hangat dapat menghangatkan tubuh yang dingin. Jika membeli wine panas akan mendapatkan gelas edisi terbatas. Setiap tahun desainnya berbeda dan orang yang mengoleksinya pun sepertinya ada.

Rasa yang menarik perhatian dari wine panas adalah kayu manis dengan rasa pedas. Jika tidak suka rasa itu, jangan khawatir, ada Hot Cranberry Jus atau Hot Chocolate. Tentu saja bir yang dingin juga ada lho. Karyawan yang pulang setelah bekerja minum bersama dengan teman-temannya dan semuanya merasa senang.

Ada kursi – kursi yang tersedia di acara itu, jadi kita bisa melihat iluminasi sambil beristirahat.

Masih ada, Tempat Menarik di Hakata

Saya tidak bisa memperkenalkannya saat ini, tetapi Fukuoka juga terkenal sebagai kota kuliner yang enak-enak. Bahan–bahan makanan lezat yang berasal dari daerah Kyushu, bisa dinikmati dalam berbagai olahan makanan. Khususnya ketika musim dingin, Motsunabe, Mizutaki, Tonkotsu Ramen dll membuat orang orang di seluruh Jepang sengaja datang untuk menikmati makanan tersebut. Apapun makanannya, enak! Dengan rasa percaya diri saya merekomendasikan hal ini, pastikan Anda juga berkunjung ya.

Pasar Natal Stasiun Hakata
Waktu : 11 November -25 Desember 2018
Jam Buka : Hari biasa 17:00 – 23:00, Minggu & Hari Libur 12:00 – 23:00, Jum’at dan sehari sebelum hari libur 17:00 – 23:30, Sabtu 12:00 – 23:30
Tempat : Alun-alun depan Stasiun Hakata(Kota Fukuoka, Distrik Hakata, Stasiun Hakata, Pusat Kota 1-1)