Bagaimana Mahasiswa Jepang Mencari Pekerjaan? Mari Kita Lihat Jadwal “Shukatsu”

Salah satu hal yang unik di Jepang, setiap tahun ada musim shukatsu(就活) yaitu musim job hunting. Pada umumnya mahasiswa Jepang mencari pekerjaan dengan mengikuti jadwal shukatsu dan sebelum lulus kuliah, mereka sudah mendapatkan pekerjaan. Perusahaan-perusahaan di Jepang pun merekrut mahasiswa dengan mengikuti jadwal tersebut, jadi kita mungkin akan kesulitan mendapatkan pekerjaan jika tidak memahami jadwalnya.

Kali ini すかSUKI akan memberitahu teman-teman tentang jadwal shukatsu di Jepang!

 

※ jadwal tahun 2017-2018

 

① Cari Informasi(S1…tahun ketiga~ / S2…tahun pertama~)

 
Kebanyakan mahasiswa S1 di Jepang mulai berpikir tentang karirnya di masa depan ketika mereka masuk tahun ketiga. Pertama mereka mulai mencari informasi tentang perusahaan dan jenis pekerjaan. Bagaimanakah caranya? Kami berikan beberapa contoh berikut ini:

1. Situs pencari kerja
Mereka daftar ke situs pencari kerja. Untuk saat ini, situs yang paling umum adalah rikunabi(リクナビ)dan mainabi(マイナビ).

2. Job Fair
Ada juga job fair yang mentarget mahasiswa asing(留学生).

3. Shikihou(四季報)
Shikihou adalah buku yang berisi data tentang 5,000 perusahaan Jepang. Isinya sangat berguna. Misalnya, apa saja ciri khas produk atau bisnis perusahaan tersebut, gaji dan bonusnya berapa yen, setahun berapa kali bisa mengambil cuti, lemburnya sebulan berapa jam…dll.

 

② Internship(S1…tahun ketiga bulan Juni~ / S2…tahun pertama bulan Juni~)

Akhir-akhir ini banyak perusahaan yang menerima mahasiswa dengan program internship. Mengikuti internship sangat direkomendasikan karena mahasiswa bisa mengalami ”real work”. Kalau mengikuti beberapa program internship, mereka bisa merasakan pekerjaan seperti apa yang cocok untuk dirinya sendiri sehingga bisa mencegah mismatching.

Biasanya untuk daftar internship bisa melalui situs rikunabi atau mainabi. Ada internship dimana semua mahasiswa yang daftar bisa ikut, dan ada pula internship yang mengharuskan mahasiswa mengikuti tahapan seleksi terlebih dahulu. Jangka waktu internship tergantung perusahaan, ada yang 2 minggu, 1 bulan dan ada juga program yang hanya 1 hari saja.

 

③ Shukatsu(S1…tahun ketiga bulan Maret~ / S2…tahun pertama bulan Maret~)

Bersamaan dengan dicabutnya masa larangan rekruitment yang ditentukan oleh Keidanren(経団連/Japan Business Federation)pada tanggal 1 bulan Maret, maka musim Shukatsu pun dimulai! Mahasiswa mulai tergesa-gesa melamar ke perusahaan yang mereka minati, karena musim Shukatsu itu hanya ada setahun sekali.

Setelah itu penyeleksian dimulai. Namun proses seleksi setiap perusahaan berbeda-beda. Di bawah ini akan kami berikan salah satu contohnya.

 
★Contoh proses seleksi
1. Entry(エントリー/daftar)
Biasanya entry melalui situs rikunabi, mainabi atau website perusahaannya.

2. Kaisha-setsumeikai(会社説明会/seminar atau orientasi perusahaan)
Kita disuruh mengikuti kaisha-setsumeikai yang diadakan oleh perusahann tersebut.

3. Mensetsu(面接/wawancara)
Mensetsu diadakan beberapa kali. Sebelum mensetsu, biasanya kita diminta menulis rirekisho(履歴書/CV)atau entrysheet terlebih dahulu. Selain wawancara, kadang ada juga tes diskusi kelompok yang diadakan sebagai proses seleksi.

 

 
4. Web-test(Webテスト)
Isi web-testnya bermacam-macam. Misalnya matematika, bahasa, kemampuan berpikir logis dll . Ada juga tes kepribadian dan tes kemampuan menghadapi stress. Selain web-test, kadang diadakan tes tertulis juga.

5. Naitei(内定/pernyataan diterima bekerja di perusahaan)
Jika lulus semua seleksi, kita dapat naitei dan mulai dipanggil naiteisha (内定者/mahasiswa yang sudah diputuskan akan bekerja di perusahaan tersebut). Dengan kata lain, kita sudah mendapatkan pekerjaan!

 
Biasanya pada bulan Oktober, semua naiteisha dikumpulkan dan melaksanakan upacara naiteishiki(内定式). Pada bulan Maret tahun depannya para naiteisha diwisuda.

Lalu pada tanggal 1 bulan April, upacara nyushashiki(入社式/upacara masuk perusahaan)dilaksanakan dan secara resmi naiteisha menjadi karyawan baru. Upacara seperti ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran sebagai seorang anggota perusahaan, dan hal itu sangat penting bagi perusahaan Jepang yang cendurung mementingkan bekerja dengan harmonis dan saling membantu.

 

 
【catatan tambahan】
・Jadwal shukatsu di atas adalah jadwal tahun 2017-2018. Jadwalnya sewaktu-waktu bisa berubah maka setiap tahun harus dicheck.
・Ada juga perusahaan yang tidak mengikuti jadwal shukatsu.
・Kalau mahasiwa jurusan dan universitas tertentu, ada kemungkinan bisa mendaftar dengan menggunakan sistem suisen(推薦/sistem rekomendasi). Dalam artian, dosen merekomendasikan mahasiswanya ke perusahaan dan kemungkinan mendapatkan naitei(diterima diperusahaan)menjadi lebih besar.

Bagaimana teman-teman? Semoga informasinya bermanfaat terutama bagi kalian yang ingin mencari pekerjaan di Jepang.
すかSUKI akan memberi semangat dan mendukung kalian agar sukses dan cita-citanya terkabul!

Budaya Kerja Orang Jepang

Konnichiwa sahabat すかSUKI semuanya!

Di artikel sebelumya kita pernah membahas tentang tahap melamar kerja di Jepang. Nah, pasti kamu mau tahu dong, seperti apa sih budaya kerja japanese? Kita perlu tahu supaya tidak kagok saat bekerja dengan mereka.
Jika kita sudah menyelesaikan pendidikan dan siap menghadapi dunia luar, maka kita akan disebut dengan sebutan 社会人(しゃかいじん) (shakaijin: anggota masyarakat). Menjadi shakaijin, itu berarti kita juga harus siap untuk menjadi orang dewasa sepenuhnya yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri, maupun harus mampu mempunyai manner yang baik. Jadi, jangan heran kalau menjadi shakaijin di Jepang itu sedikit berat.
Untuk penjelasan lebih lanjut tentang budaya kerja mereka, lanjut baca saja deh!

 

1. Disiplin

Seperti yang kalian pastinya sudah tahu semua, orang Jepang itu perfeksionis. Yes! Benar sekali. Mereka perfeksionis sehingga terkesan kaku karena tingkat kedisiplinannya yang tinggi. Mereka bekerja dengan jadwal yang tertata rapi dengan waktunya yang mereka perhitungkan dengan teliti. Jadi jangan sampai kalian terlambat karena hal yang tidak jelas ya, karena image adalah hal yang sangat penting saat bekerja disana. Sekalinya imagemu jelek, susah untuk mengembalikan kepercayaan mereka terhadap kamu.

 

2. Detail

Hmm.. ada yang tau apa maksud detail disini? Detailnya yang dimaksud adalah, mereka selalu memperhitungkan segalanya sampai yang menurut kita tidak penting sekalipun. Misalnya nih, mereka mau membuat pintu. Kalau kalian, apa yang kalian pikirkan saat mau membuat pintu? Warna? Bentuk? Ukuran? Ada lagi? Kalau mereka, selain hal yang disebutkan tadi, mereka juga akan memikirkan ‘Permukaannya mau dibuat seperti apa, bahaya atau tidaknya kalau anak kecil yang memakai, dsb dsb’. Tapi justru itu yang menyebabkan barang-barang yang mereka buat itu pasti berkualitas dan aman digunakan oleh siapa saja.

 

3. Budaya lembur

Saya tidak tahu apakah ini bisa disebut sebagai budaya atau tidak, karena hampir sebagian besar warga Jepang tidak pulang tepat waktu. Sistem kerja mereka adalah berangkat awal pulang akhir. Mereka biasanya lembur minimal 1 jam. Jadi kalau jam pulang mereka seharusnya jam 18.00, mereka akan tetap kerja sampai sekitar jam 19.00-21.00. Maka dari itu, pemerintah Jepang sekarang sedang gencar menggalakkan peraturan untuk meminimalkan lembur serta menganjurkan warganya untuk segera pulang dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

 

4. Dedikasi tinggi

Orang Jepang itu totalitas dalam segala hal, begitu juga dalam pekerjaan. Kalau di atas tadi saya menyebutkan mereka suka lembur dan pulang terlambat, mereka juga suka masuk kerja minimal 30 menit sebelumnya. Alasannya? Menyiapkan pekerjaan yang mau mereka lakukan hari itu. Wow. Mereka juga tidak suka menunda-nunda pekerjaan. Karena itulah hasil pekerjaan mereka selalu bagus dan tidak pernah molor.

 

5. Sistem vertikal

Untuk sistem kerja, mereka masih menerapkan budaya 先輩(せんぱい) (senpai: senior) dan 後輩(こうはい) (kohai: junior) yang kuat. Dengan senior saja kita harus hormat sekali, apalagi dengan atasan. Pemakaian bahasa adalah salah satunya. Kita wajib memakai bahasa sopan (yang biasa diakhiri dengan です (desu) atau ます (masu) terhadap mereka. Hati-hati, jangan sampai memakai bahasa gaul yang biasa kita dengar di anime atau drama seperti saat bicara dengan teman ya!

 

6. Tidak ada musik saat bekerja

Kontras dengan di Indonesia, di Jepang tidak ada yang mendengarkan musik sambil bekerja. Jika tempat kerjanya adalah hotel, tempat makan, atau tempat yang berhubungan dengan leisure, jelas tersedia musik tapi jenisnya pun disesuaikan dengan tempatnya (jika hotel maka akan dilantunkan musik jazz atau sejenisnya), tapi kalau kamu kerja di kantor tidak akan ada musik, karena para karyawan harus konsentrasi secara maksimal. Konon, musik yang ada lirik lagu di dalamnya disebut-sebut malah mengganggu konsentrasi dan membuat pekerjaan menjadi lebih lamban lho!

 

7. Tidak ada pembedaan pekerjaan

Kerja di Jepang, kita harus siap melakukan apa saja. Melakukan apa saja yang saya maksud disini adalah kita harus bisa melakukan apapun, bahkan pekerjaan yang tidak kita sukai. Jadi, jangan pilih-pilih kerjaan ya, guys! Dengan adanya budaya ini, justru malah membuat mereka tidak meremehkan pekerjaan apapun, karena menurut mereka semua jenis pekerjaan itu sama mulianya.

 

8. Tidak ada cleaning service di kantor

Kalau kamu nantinya bekerja di kantor, jangan kira kalau keadaannnya akan sama dengan di Indonesia ya, guys, karena disana itu serba DIY alias Do It Yourself. Jadi kamu harus bisa membersihkan meja kerjamu sendiri tanpa perlu menunggu dibersihkan oleh cleaning service. Tidak hanya meja kerjamu sendiri, untuk ruangan yang dipakai bersama pun harus langsung dibersihkan sendiri setelah dipakai.

 
Cukup sekian dulu untuk artikel kali ini. Jangan takut untuk kerja di Jepang, karena orang Jepang itu benar-benar baik hati dan selalu peduli dengan karyawannya kok! Semangat!

Tahap Melamar Kerja di Jepang

Konnichiwa sahabat すかSUKI semuanya! Konnichiwa para pencari kerja semuanya! Hehe… Buat para pecinta Jepang, pasti ada dong yang punya mimpi untuk bekerja disana. Di artikel kali ini kita akan membahas tentang tahap melamar kerja di Jepang! Atau dalam bahasa Jepangnya disebut 就職活動(Shushoku Katsudo: Kegiatan Mencari Kerja). Ada beberapa orang yang membayangkan kalau tesnya pasti susah, eits jangan salah, melamar kerja di Jepang tidak sesusah yang kamu bayangkan kok! Kita bahas yuk!

 

1. Mencari info lowongan kerja

Ini sih tidak hanya di Jepang, di Indonesia juga sama ya, hehe. ada berbagai macam website info lowongan kerja di Jepang, salah satu contohnya adalah http://staff.tsubasainc.net/.

Di website itu kamu akan menemukan banyak lowongan pekerjaan untuk orang asing seperti kita. Disitu juga akan tertulis persyaratan, berapa gaji dan fasilitas yang akan kamu dapat, pegawai tetap atau kontrakkah yang dibutuhkan, dan lain-lain. Lowongan pekerjaan biasanya akan banyak tersedia di bulan Juni-November (karena sistem permulaan kerja di Jepang adalah bulan April tahun selanjutnya). Jangan lupa untuk dibaca terlebih dahulu secara teliti segala persyaratannya ya!

 

2. Menulis Curriculum Vitae(履歴書作成(りれきしょさくせい):Rirekisho Sakusei)

Jika berbicara tentang melamar pekerjaan, yang teringat pertama kali pasti Curriculum Vitae alias CV! Ya, di Jepang pun kita harus menulis CV untuk melamar kerja. Bisa tulis tangan maupun ketik. CV di Jepang sudah ada formatnya, contohnya bisa dilihat di bawah ini:

 
Contoh rirekisho yang sudah diisi:

すかSUKI akan membahas lebih detail tentang cara menulis CV di artikel berikutnya! Tunggu saja ya!




 

3.  Wawancara I (1次面接(いちじめんせつ): Ichiji Mensetsu)

Sama dengan di Indonesia, jika CV-mu lolos di seleksi awal, maka kamu akan masuk ke tahap wawancara. Di wawancara I biasanya akan dipertemukan dengan penanggung jawabnya terlebih dahulu. Kamu akan ditanyakan tentang pengalaman kerjamu, seberapa jago bahasa Jepangmu, hobi, dan keseharianmu sehari-hari. Di sesi ini, pertanyaan yang diajukan sebagian besar adalah pertanyaan ringan. Jawab dengan santai tapi sopan, serta jangan lupa SENYUM!

 

4. Tes Tertulis (筆記試験(ひっきしけん) : Hikki Shiken)

Nah, ini dia yang menurut saya paling menantang, karena tes tertulis yang saya kerjakan saat itu ternyata sama levelnya dengan orang Jepang! Perusahaan internasional biasanya sudah membagi level tesnya untuk orang Jepang dan orang asing. Tapi, berhubung tempat kerja saya dulu jarang ada orang asingnya, jadilah tesnya disama ratakan.
Tesnya adalah tes kanji, matematika, dan psikologi. Eits, tapi jangan minder dulu! Jangan langsung berpikir kalau kamu ngga akan bisa! Tidak sesusah yang kamu bayangkan kok!

 

5.  Wawancara II(2次面接(にじめんせつ): Niji Mensetsu)

Jika kamu lolos di tes tertulis, maka kamu akan maju ke babak selanjutnya, yaitu wawancara II. Kamu akan diwawancara oleh pihak HRD perusahaan tersebut. Jika letak tempat tinggalmu jauh dengan letak kantornya (dalam kasus saya, dulu saya tinggal di Hokkaido dan perusahaan yang saya lamar berada di Osaka), wawancara akan diadakan via video call (Skype, Hangout, Facetime, dsb).
Di tahap ini pertanyaannya mulai serius dan berhubungan dengan bagaimana kamu akan tinggal di Jepang untuk kedepannya jika lolos serta keseriusanmu untuk bekerja disana. Juga akan dijelaskan tentang berapa besar gaji, tunjangan, asurani, pensiun, dan sebagainya apabila kamu bekerja di perusahaan tersebut.

 

6. Wawancara Akhir(最終面接(さいしゅうめんせつ): Saishu Mensetsu)

Disinilah pertarungan akhir yang paling menentukan berhasil atau tidaknya kamu masuk ke perusahaan tersebut. Di tahap ini, kita akan dipertemukan oleh 3-5 orang petinggi perusahaan tersebut. Sebelum diwawancara kalian akan diminta untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu dan menjelaskan kelebihan dan kekurangan kamu, serta motif kenapa kalian ingin bekerja disitu.
Setelah itu kalian akan ditanyai oleh masing-masing orang. Pertanyaan yang diajukan biasanya adalah berapa lama rencanamu untuk tinggal di Jepang, keseriusan kamu, apa yang kamu ingin lakukan untuk perusahaanmu supaya lebih maju, dan sebagainya. Wawancara dilakukan kurang lebih 1 jam.

 

7. Pernyataan Diterima Bekerja di Persahaan(内定(ないてい):Naitei)

Ini dia tahap yang paling ditunggu-tunggu di setiap melamar pekerjaan, pengumuman penerimaan atau yang dalam bahasa Jepang disebut dengan Naitei. Jika kamu menerima surat yang bertuliskan 内定通知書 (Naitei Tsuchisho: Surat Keterangan Penerimaan), kamu pantas berbahagia karena itu artinya kamu diterima untuk bekerja di perusahaan tersebut.
Naitei Tsuchisho ini biasanya dikirimkan dalam waktu 1 minggu setelah wawancara akhir dilaksanakan. Contoh Naitei Tsuchisho bisa dilihat di bawah ini:

 
Nah, itu dia tahap melamar pekerjaan di negeri Sakura. Perlu diperhatikan bahwa tidak semua perusahaan menetapkan cara yang sama. Tahap-tahapnya bisa berbeda tergantung perusahaan yang kamu lamar. Sekarang, kumpulkan niat kamu dan ayo melamar kerja di Jepang!
頑張ってね!(Ganbatte ne!: Semangat ya!)

Upah Minimum

【Upah Minimum】
Jepang memiliki kebijakan upah minimum, di mana kebijakan ini diatur dalamUndang-Undang Upah Minimum. Mematuhi peraturan yang telah ditetapkan dalam undang-undang ini, perusahaan harus membayar upah minimum kepada pekerjanya. Jika tidak mematuhi peraturan ini, maka perusahaan akan melanggar undang-undang. Undang-undang ini mencakup semua umur dan nasionalitas, serta mencakup pekerja paruh waktu.

 

【Jenis Upah Minimum】
Ada 2 jenis upah minimum. Pertama, upah minimum yang ditetapkan di setiap perfektur. Kedua, upah minimum yang ditetapkan untuk suatu pekerjaaan tertentu. Secara umum, upah minimum yang harus diketahui adalah upah minimum di setiap perfektur.

 

【Upah Minimum Setiap Perfektur】
Ketetapan upah minimum selalu direvisi pada bulan Oktober setiap tahunnya. Upah minimum setiap perfektur per bulan Oktober 2016 adalah sebagai berikut.

Nomor / Nama Perfektur / Upah Minimum(Yen) Per Jam
1. Hokkaido 786
2. Aomori 716
3. Iwate 716
4. Miyagi 748
5. Akita 716
6. Yamagata 717
7. Fukushima 726
8. Ibaraki 771
9. Tochigi 775
10. Gunma 759
11. Saitama 845
12. Chiba 842
13. Tokyo 932
14. Kanagawa 930
15. Niigata 753
16. Toyama 770
17. Ishikawa 757
18. Fukui 754
19. Yamanashi 759
20. Nagano 770
21. Gifu 776
22. Shizuok 807
23. Aichi 845
24. Mie 795
25. Shiga 788
26. Kyoto 831
27. Osaka 883
28. Hyogo 819
29. Nara 762
30. Wakayama 753
31. Tottori 715
32. Shimane 718
33. Okayama 757
34. Hiroshima 793
35. Yamaguchi 753
36. Tokushima 716
37. Kagawa 742
38. Ehime 717
39. Kochi 715
40. Fukuoka 765
41. Saga 715
42. Nagasak 715
43. Kumamoto 715
44. Oita 715
45. Miyazaki 714
46. Kagoshima 715
47. Okinawa 714

 

【PerbandinganUpah Minimum dan Gaji】
Teman-teman dapat memastikan apakah gaji teman-teman telah sesuai dengan upah minimum menggunakan cara berikut.

Gaji hitungan per jam -> membandingkan antara upah per jam yang diterima dengan upah minimum

Gaji hitungan per hari -> membandingkan upah minimum dengan gaji harian yang dibagi jam kerja rata-rata per hari

Gaji hitungan per bulan ->membandingkan upah minimum dengan gaji per bulan yang dibagi jam kerja rata-rata per bulan

Jangan ragu untuk menghubungi すかSUKI jika ada pertanyaan atau hal yang kurang jelas.

○Pamflet Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang
http://www.mhlw.go.jp/file/06-Seisakujouhou-11200000-Roudoukijunkyoku/H28_saiteichinginpamphlet.pdf