Bus Wisata Kyoto

Kalian yang sedang belajar bahasa Jepang atau yang tertarik terhadap budaya Jepang, pasti pernah dengar dong tentang Kyoto?

Kyoto merupakan salah satu kota yang menjadi ibu kota Jepang dari tahun 794 sampai 1869 sebelum pusat pemerintahan dipindah ke Tokyo. Sekarang, Kyoto telah menjadi salah satu kota wisata di dunia dengan bangunan, pemandangan, serta kerajinan tangan tradisional Jepang sebagai daya tariknya. Tahun lalu, ada sekitar total 87.410.000 orang wisatawan asing dan domestik yang mengunjungi kota Kyoto. Hari ini すかSUKI akan memperkenalkan salah satu cara untuk menjelajahi kota yang mempesona ini!

Meskipun fasilitas umum kereta dan subway di kota Kyoto sudah sangat lengkap, untuk kamu yang ingin menjelajahi tempat wisata tanpa terganggu barang bawaan yang berat maupun waktu perjalanan dan transit kereta, saya merekomendasikan untuk menggunakan Bus Pariwisata (Kyoto Sightseeing Bus).

Bus Pariwisata ini berangkat setiap hari dari JR Stasiun Kyoto yang dikenal sebagai pintu masuk kota Kyoto. Pemesanan bisa dilakukan dengan mudah di website Bus Pariwisata Kyoto (Teiki Kanko Kyoto Basu). Websitenya tersedia dalam bahasa Jepang, Inggris, Cina dan Korea.

 

Gambar 1: Website paket wisata dengan bus

 
https://resv.kyototeikikanko.gr.jp/Teikan/Web/Default.aspx

Ada begitu banyak paket yang tersedia sampai bingung memilihnya. Mulai dari paket singkat 1-2 jam, paket seharian, paket wisata plus makan, paket mencoba kebudayaan Jepang, paket musiman, dll.

Contoh paket wisata:
– Gunung Hiei dan Ohara Sanzen’in (termasuk makan). Perkiraan waktu: 7 jam.
– Kereta Torokko (trolley train) dan Hozu-gawa River rafting ~jalan-jalan di Tenryuji dan Arashiyama ~. Perkiraan waktu: 7 jam.
– Sky Bus Kyoto, Iluminasi Musim Dingin Live. Perkiraan waktu: 1 jam.
– Setengah hari di Kyoto (pagi) ~Sanjusangen-do dan Fushimi Inari Taisha~. Perkiraan waktu: 2,5 jam.
– Setengah hari di Kyoto (sore) ~Ryoanji dan Ginkakuji~. Perkiraan waktu: 3 jam.
– Wisata Edukasi untuk Dewasa ~Menjamah Industri Tradisional Kyoto~. Perkiraan waktu: 6 jam.

Jika masih ada kursi kosong, pemesanan bisa langsung dilakukan di hari H di halte.

Di antara banyak pilihan paket di atas, mari kita cek salah satu paket yang banyak digandrungi, yaitu paket mengelilingi spot populer sambil merasakan hembusan angin Kyoto dengan bus tingkat atap terbuka!
Nama paket wisata : Kyoto Sky Bus. Jalan-Jalan beserta paket mengunjungi Kinkakuji dan Kiyomizudera.

Harga :
– Individu : dewasa \ 4.000/orang, anak-anak \ 2.100/orang.
– Grup : dewasa \ 3.640/orang, anak-anak \ 1.920/orang.
– Catatan : harga untuk grup berlaku minimal 8 orang.

Spot yang dikunjungi :
Kinkakuji (40 menit), Kiyomizudera (70 menit).

Panduan selama di dalam bus :
■ Nishi-Honganji ■ Istana Nijo ■ Kuil Seimei (Seimei Jinja) ■ Kitano Tenmangu ■ Daitoku-ji ■ Reizeike ■ Kyoto Gyoen ■ Kamo Ohashi (Omoji) ■ Kanal Danau Biwa (Biwako Sosui) ■ Heian Jingu Otori’I ■ Shoren-in ■ Chion-in Sanmon ■ Kuil Yasaka (Yasaka Jinja) ■ Minami-za ■

Waktu:
Berangkat : pukul 10.00
Selesai : pukul 14.00

 

Gambar 2: Bus tingkat dengan atap terbuka

 
Menurut ramalan cuaca, hari ini adalah hari datangnya badai taifun. Hanya ada sekitar 10 orang pengunjung. Langit mendung, tetapi tidak hujan. Sepertinya cuacanya tidak akan berubah. Sambil menikmati pemandangan luar jendela dengan ditemani panduan sang guide sepanjang perjalanan, kami sampai di Kinkakuji. Di sana, kami diberi acara bebas selama 40 menit. Biaya tiket masuk Kinkakuji sudah termasuk dalam paket.

 

Gambar 3: Potret keindahal Kinkakuji

 
Tujuan selanjutnya adalah Kiyomizudera. Disini kami bebas berkeliling selama sekitar 70 menit.

 

Gambar 4: Kuil Kiyomizudera yang berdiri kokoh

 
Karena waktunya pas dengan waktu makan siang, kami bisa memilih untuk pergi makan, belanja, atau mengunjungi Kiyomizudera. Jika kamu merasa waktu 70 menit tidak cukup karena terdapat berbagai macam area yang sayang jika tidak dikunjungi, kamu bisa request kepada pemandu bus atau sopir tempat turun yang kamu inginkan.

 

Gambar 5: Menu makan siang

 
Terakhir, kami naik bus setelah membeli es krim Matcha. Sambil makan es krim, kami menikmati perjalanan ini sampai akhir. Hanya wisata bus yang bisa seperti ini.

 

Gambar 6: Menikmati perjalanan sambil makan es krim matcha

 
Wisata bus yang praktis dan menyenangkan. Silakan dijadikan salah satu alternatif jalan-jalan kamu ya!

Ingin Merasakan Kehidupan Desa Di Jepang? Menginap Saja Di Kominka(古民家: こみんか)

Gambar 1 : kominka tempat saya menginap

 
Apakah kalian pernah mendengar tentang kominka? Kominka adalah rumah tradisional Jepang yang dijadikan sebagai guesthouse. Ketika kita menginap di kominka, kita bisa merasakan kehidupan desa dan sekaligus mendapat teman baru. Sudah bosan menginap di hotel biasa? Ayo kita baca artikel ini!

Kali ini saya akan membagikan pengalaman saya ketika menginap di kominka yang terletak di pedesaan daerah prefektur Nagano(長野県: ながのけん).
Saya ke sana dengan seorang teman. Ketika kami sampai di kominka, kami disambut hangat oleh ownernya. Pada hari itu, ada 11 orang guest termasuk saya.

Pada malam hari, semua guest beserta sang owner akan berkumpul di dapur dan masak bersama-sama! Kalau di hotel, tidak mungkin seperti itu ya.

 

Gambar 2 : irori/perapian cekung

 
Bahan-bahannya sudah disiapkan oleh ownernya, jadi kami tinggal memasak saja. Sesudah masak, kami berkumpul di sekitar irori (囲炉裏/ いろり= perapian cekung). Lalu kami makan bersama sambil bercengkrama. Suasananya seperti zaman dulu dan enaknya luar biasa!!
Walaupun baru saja kenal dengan guest yang lain, kami langsung akrab karena sudah banyak mengobrol .

Oh iya, kominka tempat saya menginap itu, ternyata sudah berusia kira-kira 150 tahun! Berarti kominkanya dibangun pada akhir zaman Edo atau awal zaman Meiji! Oleh karena itu, kominka mempunyai banyak alat-alat kuno yang menarik. Untuk tidur, tentu saja memakai futon(布団/ ふとん: kasur lipat Jepang)dan tidurnya di kamar yang beralaskan tatami (畳/ たたみ= tikar jerami). Rasanya tenang sekali.

Foto berikut adalah suasana keesokan paginya.

 

Gambar 3 : Suasana pagi hari

 
Udaranya sangat segar karena sekitarnya dikelilingi oleh gunung, sawah, dan ladang sayur-sayuran.
Suara burung-burung juga sangat enak didengar.
Ownernya menceritakan kami tentang masakan khas dan budaya tradisional di daerah situ.

Bagi saya yang biasa sibuk kerja di Tokyo, pengalaman ini sangat berharga. Karena bisa merasakan kehidupan di desa, mengingatkan tentang ketradisionalan Jepang, dan mendapat teman baru.

Bagaimana teman-teman? Kalau ada yang sudah bosan menginap di hotel biasa, atau untuk teman-teman yang sedang capai kerja di kota besar dan ingin mencari hiburan, coba saja menginap di kominka. Kita bisa menemukan pengalaman baru.
Kalau tertarik, cari saja kominka di internet. Setiap kominka mempunyai ciri khas yang berbeda-beda. Biasanya bisa booking via website.

Semoga informasi ini bermanfaat. Terima kasih.

Mari Menjelajah Jepang(Berkunjung Ke Museum Trick Art Tokyo)

Gambar: tiket masuk Trick Art Museum Tokyo nih. Karena bentuknya lucu, jangan langsung dibuang, simpan untuk kenang-kenangan ya!

Hai sahabat すかSUKI semuanya, apa kabar? Pernah dengar tentang Trick Art Museum Tokyo?
Itu lho, museum yang menyajikan karya seni berupa gambar yang di dalamnya terdapat trik sehingga terlihat seolah-olah hidup dan nyata. Terdapat beberapa karya seni gambar berupa hewan, hantu Jepang, dan lainnya. Kalau belum pernah dengar tentang museum tersebut, yuk kita intip ada apa saja sih di dalamnya? Kalau berkunjung ke Jepang wajib dimasukkan ke dalam list jalan-jalan nih. Chek it out!

Untuk sahabat すかSUKI, admin beri sedikit bocoran tentang museum itu sendiri.
Trick Art adalah gambar/ pola,bentuk dari sebuah benda dimana jika dilihat seolah-olah benda tersebut hidup dan mempunyai kesan yang berbeda tergantung dari sudut pandangan ketika melihatnya.
Museum Trick Art Tokyo ini sendiri adalah satu-satunya museum di dunia yang menampilkan keadaan Jepang pada Jaman Edo (ada Ninja, kehidupan pada jaman Edo, dll) dan yang lebih menariknya lagi, kita bisa membawa kamera dan bisa berfoto sepuasnya.

Berikut akses menuju ke museum:
Alamat : Tokyo, Minato-ku, Odaiba1-6-Dekk Tokyo Beach Seaside Mall Lantai 4.
Telp : 03-3599-5191
Harga Tiket Masuk : 1000 yen untuk dewasa, 600 yen untuk anak-anak.
URL : http://www.trickart.info/index.html

Bagi pengguna kereta:
– Jalur Yurikome ;
Berhenti di Odaiba Kaihama Kouen Station,dan cukup berjalan kaki sekitar 2 menit.
– Jalur Rinkai;
Berhenti di Tokyo Teleport Station, lalu berjalan kaki sekitar 5 menit.

Karena kedua jalur kereta tersebut sangatlah mudah untuk diakses, tentunya tidak akan tersesat kan? Hehe.
Kalaupun masih merasa sulit untuk kesana cukup bertanya ke pegawai stasiun, pasti akan dijelaskan secara terperinci dan mudah.

Berikut beberapa Trick Art yang ada di dalamnya,
Sudah tidak sabar ingin tahu kan? 1…2…3! Here we go!

 

 
Ha?? Sekilas dikira terdapat kaca besar yang memisahkan, ternyata hanya ilusi dimana kedua sudutnya hanya ruangan tanpa kaca sebagai sekat pemisah.

 

 

 
Duduk bersantai di bangku?

 
Ternyata ini hanyalah lukisan di dinding. Dimana dengan hanya mendekatkan badan ke dinding dan berpose tertentu seolah-olah kita sedang duduk di bangku. Admin rasa, pose ini adalah pose yang paling sulit, hehehe

 

 
Di dalamnya juga terdapat profil beberapa painter (pelukis) yang berkat keahlian mereka terciptalah hasil karya yang menakjubkan. Bravo for Great Painter.

 

 
Trapped in Mr. Hellow Glases?

Terperangkap di dalam gelas?
Tenang saja,ini bukanlah gelas sungguhan. Coba dan rasakan sensai yang berbeda!

 

 
Pernah menonton film The JAWS? Film yang bercerita tentang seekor hiu ganas pembunuh. Admin merekomendasikan lukisan ini. Walaupun bukan hiu asli, cukup untuk membuat bulu kuduk berdiri. Terasa seperti bertemu dengan yang asli. So Scare.

Selain bisa menambah luasnya daya berimajinasi, kita bisa menikmati bermain sambil belajar jika berkunjung ke museum ini.

Buat sahabat すかSUKI, silahkan berkunjung dan mencoba ya. Siapkan kamera tentunya! Jangan lupa pose ciamiknya ya!

Salam すかSUKI

Guide Wisata Kota Yoshikawa

Kota Yoshikawa, salah satu kota yang ada di Perfektur Saitama ini bisa ditempuh dalam waktu 1 jam menggunakan kereta dari pusat Kota Tokyo. Banyak penduduk yang tinggal di sini pulang pergi bekerja atau sekolah di Tokyo. Tempat seperti apakah Kota Yoshikawa ini? Kali ini すかSUKI akan memperkenalkan kota yang satu ini.

 

【Kota Nyaman dengan Perairan dan Penghijauan, Yoshikawa】

Kota Yoshikawa adalah salah satu kota yang terletak di sebelah tenggara Perfektur Saitama, berada di antara sungai Nakagawa dan sungai Edogawa, di mana perairan dan pemandangan desa terbentang luas. Berjarak 25 kilometer dari pusat Kota Tokyo dengan akses transportasi seperti jalur kereta api dan jalan yang bagus, ditambah dengan perkembangan kota sebagai Bed Town*, jumlah populasi Kota Yoshikawa semakin bertambah setiap tahunnya.

 
Kota Koshigaya dan Kota Minato yang berdekatan dengan Kota Yoshikawa memiliki beberapa fasilitas perbelanjaan besar terkenal, sehingga Kota Yoshikawa menjadi tempat di mana kamu dapat bernostalgia menikmati pemandangan desa dengan nyaman.

*Bed Town : sering disebut juga Commuter Town, kota di mana penduduknya bekerja di kota lain walau dirinya tinggal,
makan, dan tidur di kota tersebut.

 

 

【Kota Lele】

Sejak zaman dahulu, Kota Yoshikawa membudayakan budaya sungai dengan menggunakan topografi kota yang diapit dua sungai yaitu Sungai Nakagawa dan Sungai Edogawa, sehingga budaya masakan ikan sungai pun sudah mengakar dalam kehidupan mereka. Pada awal zaman Edo, banyak Ryoutei* yang menyediakan masakan ikan sungai yang berjajar di sepanjang sungai, memanjakan lidah para pengunjung yang berkumpul.

 
Bagi penduduk Yoshikawa, sungai adalah rumah harta karun untuk bahan makanan dan tempat bersantai yang keberadaannya sangat dekat dengan mereka. Sehari-hari, kamu bisa melihat pemandangan anak-anak yang menangkap ikan dan keluarga yang memasak ikan lele.
Sejarah dan budaya penduduknya yang sangat dekat dengan sungai inilah menjadi alasan mengapa Kota Yoshikawa disebut sebagai Kota Lele.

*Ryoutei : Restoran mewah yang menyediakan makanan Jepang.
 

 

【Produk Pertanian yang Fresh】

Banyak produk pertanian yang tumbuh sehat berkat udara segar dan tanah subur di Kota Yoshikawa. Produk pertanian Kota Yoshikawa seperti Naganegi (Welsh onion), Komatsuna (Japanese mustard spinach), brokoli, dan tomat memiliki tingkat popularitas yang tinggi baik di dalam maupun luar perfektur sehingga menjadi kebanggaan bagi Kota Yoshikawa. Dalam kota, kamu bisa membeli produk pertanian yang fresh yang baru saja dipanen setiap pagi.

 
(Daun Bawang)

 
Daun bawang Kota Yoshikawa sangat terkenal berkat kualitasnya yang tinggi dan rasanya yang enak. Daun bawang ini memiliki lapisan yang keras dan tidak mudah hancur ketika dimasak. Pembudidayaan daun bawang Yoshikawa dimulai pada awal zaman Meiji. Panen dan pengiriman daun bawang dilakukan pada awal musim panas sampai musim dingin setiap tahunnya.

 
(Selada)
Perfektur Saitama menggunakan pupuk organik, mengatur sistem ekologi tanah, dan mengurangi penggunaan pestisida untuk menghasilkan selada yang lezat dengan tekstur yang lembut.

 
(Komatsuna)
Dari seluruh Jepang, Perfektur Saitama adalah produsen top class untuk Komatsuna. Di Kota Yoshikawa, Komatsuna diproduksi sepanjang tahun baik di alam terbuka maupun di vinyl house.

 
(Brokoli)
40% dari jumlah produksi brokoli Jepang dikuasai oleh Perfektur Saitama, Perfektur Aichi, dan Hokkaido. Brokoli juga banyak dibudidayakan di Kota Yoshikawa.

 
(Beras Produksi Yoshikawa)

 
Pembudidayaan padi di Kota Yoshikawa masih terus berlanjut sampai sekarang dengan sebisa mungkin tidak bergantung pada pestisida melainkan menggunakan pupuk organik. Brand beras original dari Kota Yoshikawa diberi nama “Yoshikawa no Shizuku” atau “Drops of Yoshikawa”. Lalu, Kota Yoshikawa juga menjual Senbei (kerupuk Jepang) dan Sake (minuman alkohol Jepang) yang berbahan dasar beras produksi Yoshikawa.

 
Kali ini すかSUKI akan memperkenalkan produk pertanian milik Kota Yoshikawa.

Kota Yoshikawa bisa ditempuh dalam kurang lebih 1,5 jam perjalanan dari Bandara Haneda di Tokyo atau Bandara Narita di Chiba. Jika kamu berkesempatan untuk menetap di daerah Tokyo, jangan lupa mengunjungi Kota Yoshikawa untuk mencicipi masakan lele atau nasi dan sayur yang segar ya!

Cara Membayar Kekurangan Biaya Tiket

Ketika teman-teman sudah membeli tiket kereta untuk pergi ke suatu tempat, tetapi ternyata teman-teman ingin pergi lebih jauh dari stasiun tujuan awal. Atau, ada juga saat di mana teman-teman ingin segera naik ke kereta sehingga langsung membeli tiket yang paling murah.

Seperti yang dijelaskan di atas, ada beberapa alasan dan contoh kasus yang membuat tiket kereta yang teman-teman beli kekurangan biaya. Bila teman-teman menggunakan tiket dengan biaya yang kurang dan mencoba keluar di pintu pemeriksaan tiket, pintu akan mendeteksi eror dan tertutup secara otomatis sehingga teman-teman tidak bisa keluar.
Artikel すかSUKI kali ini akan menjelaskan cara mengantisipasi hal-hal di atas.

 

【Membayar Kekurangan Tiket di Mesin Penghitung】

Pada saat seperti ini, teman-teman bisa menggunakan mesin penghitung untuk membayar biaya yang kurang dan mengganti tiket teman-teman dengan tiket baru agar bisa keluar melalui pintu pemeriksaan tiket.

 
① Cari mesin penghitung
Biasanya mesin penghitung berada di dekat pintu pemeriksaan tiket sehingga mudah untuk ditemukan. Semakin besar stasiun maka akan semakin banyak mesin penghitung yang tersedia. Kami rasa setiap stasiun pasti memiliki satu mesin penghitung, sehingga sangat jarang ada kasus di mana teman-teman harus membayar langsung kekurangan biaya tiket kepada petugas stasiun.

 
② Masukkan tiket yang teman-teman miliki sekarang ke dalam mesin penghitung
Masukkan tiket melalui tempat yang bertuliskan “切符”, yang dibaca “kippu” dan berarti “tiket”.

 
③ Masukkan kekurangan biaya tiket
Dalam kasus pada artikel ini, kami kekurangan biaya tiket sebesar 20 yen untuk keluar dari stasiun. Karenanya, kami memasukkan uang koin 100 yen dan mendapatkan kembalian sebanyak 80 yen. Hal ini tertulis pada layar mesin.

 
④ Ambil kembalian dan tiket yang telah diubah
Tiket yang telah diubah akan keluar dari bawah mesin, jangan lupa untuk diambil. Lalu, tiket dengan biaya kurang yang sebelumnya teman-teman masukkan tidak akan dikembalikan. Jangan lupa juga untuk mengambil kembalian. Kembalian dalam bentuk uang kertas ataupun uang koin akan keluar dari tempat yang sama, yaitu di bagian bawah mesin penghitung.

 
⑤ Keluar melalui pintu pemeriksaan tiket dengan tiket yang telah diubah
Teman-teman bisa langsung keluar melalui pintu pemeriksaan tiket dengan menggunakan tiket yang telah diubah.

 
Jika teman-teman berada di stasiun yang ramai, teman-teman harus keluar melalui pintu pemeriksaan tiket dengan lancar, karena jika ada hambatan akan membuat orang-orang yang mengantri di belakang menjadi terganggu. Lalu, sebisa mungkin pastikan untuk membeli tiket sesuai dengan tempat yang ingin dituju agar teman-teman tidak perlu menggunakan mesin penghitung.

Cara Menggunakan Suica (e-money)

Suica adalah kartu e-money yang diperkenalkan di JR bagian Timur Jepang. Suica ini adalah benda yang sangat praktis, di mana salah satu fungsinya adalah kita dapat naik kereta tanpa membeli tiket terlebih dahulu. Sewaktu liburan atau ketika kita berwisata ke tempat yang ramai, ada kemungkinan teman-teman harus mengantri selama beberapa menit untuk membeli tiket. Bila teman-teman tidak mengantri, teman-teman bisa langsung naik ke kereta yang lebih cepat, dan teman-teman dapat menghemat waktu karena tidak perlu menunggu kereta yang selanjutnya.

Lalu, di mana teman-teman dapat membeli kartu praktis bernama Suica ini?

 

【Cara Membeli Suica】

① Cari mesin penjual tiket yang juga menjual Suica

 
② Tekan “Purchase new Suica”

 
③ Tekan tombol yang berada di tengah, “Suica New Purchase”

 
④ Pilih saldo yang diinginkan

Teman-teman bisa memilih untuk membeli Suica dengan isi saldo antara 1.000 yen sampai 10.000 yen. Perlu diingat, semua biaya pembelian akan dipotong 500 yen untuk biaya deposit kartu. Karena itu, saldo yang dapat teman-teman gunakan adalah saldo yang teman-teman pilih dikurangi 500 yen. Lalu, teman-teman bisa mengembalikan Suica yang telah tidak digunakan untuk mengambil kembali biaya deposit yang telah dibayarkan.

 
⑤ Masukkan uang yang diperlukan ke mesin penjual untuk pembayaran

 
⑥ Ambil Suica yang keluar dari mesin penjual

 
Bagaimana? Suica bisa dibeli dengan mudah, kan?

Suica sering digunakan untuk naik kereta, tetapi Suica juga bisa digunakan untuk naik bus, juga membayar pembelian di toko atau restoran tertentu.

Lalu, Suica bisa dibeli di JR bagian Timur Jepang, tetapi teman-teman dapat membeli kartu e-money lain bernama PASMO di stasiun kereta bawah tanah Tokyo ataupun perusahaan kereta api lainnya. PASMO ini sama dengan Suica, dapat digunakan untuk naik berbagai macam fasilitas transportasi termasuk kereta dari JR bagian Timur Jepang.

Dengan menggunakan kartu e-money, teman-teman tidak perlu mengantri untuk membeli tiket, mengeluarkan uang dari dompet untuk membayar, ataupun mengambil uang kembalian.Kartu e-money juga bisa menjadi kenang-kenangan ketika teman-teman pulang ke negara masing-masing.
Ketika teman-teman berada di Jepang dan ingin naik kereta untuk pertama kalinya, bagaimana kalau teman-teman juga mencoba untuk membeli kartu e-money seperti Suica?

Cara Menggunakan Loker Koin dengan Uang Tunai

Jepang semakin aktif menyambut para wisatawan luar negeri, sehingga tidak heran jika jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jepang pun semakin banyak. Termasuk juga di dalamnya wisatawan dari Indonesia.

Teman-teman pastinya memiliki barang bawaan banyak dan besar ketika berwisata. Akan tetapi, perjalanan wisata teman-teman akan terganggu jika barang bawaan itu harus dibawa ketika jalan-jalan. Teman-teman bisa menaruh barang bawaan di hotel setelah check in, tapi itu berarti teman-teman harus pergi ke hotel dulu setelah sampai di bandara Jepang. Hal ini pastinya akan menyita waktu teman-teman. Pada saat seperti itu, Loker Koin yang ada di stasiun adalah fasilitas praktis yang dapat teman-teman gunakan.

 

【Jenis Loker】

Secara garis besar, loker bisa dibagi menjadi dua tipe. Tipe pertama adalah tipe dengan kunci listrik, dan tipe kedua adalah tipe yang menggunakan kunci biasa. Loker Koin tipe kunci listrik terbagi lagi menjadi dua tipe, yakni tipe yang pembayarannya menggunakan e-money dan tipe yang menggunakan uang tunai. Kali ini すかSUKI akan menjelaskan cara menggunakan Loker Koin dengan uang tunai.

 

Foto : Loker pada bagian depan dan kanan foto adalah loker tipe kunci listrik, di mana kita harus mengoperasikan layar sentuh untuk menggunakannya. Loker di sebelah kiri foto adalah tipe loker di mana kita harus memasukkan koin dan menguncinya dengan kunci biasa.

 

(Loker Koin dengan Kunci Listrik)

【Cara Menitipkan Barang Bawaan】

① Mencari loker kosong
Pada tipe loker kunci listrik, teman-teman bisa tahu loker tersebut kosong atau tidak dari nyala atau tidaknya lampu loker. Loker pada foto di atas adalah loker yang lampunya mati jika loker kosong, karena itu carilah loker dengan lampu yang mati dan pilihlah loker untuk menaruh barang bawaan teman-teman.

 
② Pilih “Checking” atau “Taking out”

Karena teman-teman ingin menitipkan barang bawaan, pilihlah “Checking”.

 
③ Pilih loker untuk menitipkan barang bawaan

Sewaktu すかSUKI menggunakan loker ini, loker yang kosong hanya ada di bagian kiri bawah. Teman-teman bisa mengetahui di mana ada loker kosong dengan mengecek layar sentuh, di mana loker kosong akan ditandai dengan warna biru muda.

 
④ Masukkan barang bawaan ke dalam loker dan tutup pintunya

Masukkan barang bawaan di loker warna biru muda pada panel foto ③ dan tutup pintunya.

 
⑤ Pastikan pintu loker sudah tertutup rapat

Loker 5005 yang tadinya berwarna biru muda akan berganti warna menjadi merah. Bila tidak ada masalah, tekanlah “Confirm” untuk melanjutkan.

 
⑥ Pilih cara pembayaran

Kali ini kita akan membayar menggunakan uang tunai, jadi pilihlah “Cash”. Pilihan “Suica” di sampingnya merujuk pada kartu e-money Suica, yaitu kartu e-money yang sering digunakan untuk naik kereta.

 
⑦ Pastikan jumlah uang yang harus dibayar

Dari layar, dapat dipastikan bahwa teman-teman harus membayar 400 yen untuk loker tempat kita memasukkan barang.

 
⑧ Masukkan uang

Masukkan uang sesuai biaya yang tertera. Loker ini hanya menerima uang pecahan 500 yen dan 100 yen saja.

 
⑨ Ambil tanda terima dengan PIN tertera di dalamnya

Setelah membayar, tanda terima berisi PIN akan keluar dari mesin.

 

Hati-hati jangan sampai kehilangan tanda terima ini, karena ada PIN untuk mengambil barang tertera di dalamnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, biasakan untuk mencatat PIN loker atau memfoto tanda terima ini dengan handphone teman-teman.

 

【Cara Mengambil Barang Bawaan】

① Pilih “Taking Out” pada menu

 
② Karena teman-teman menggunakan uang tunai, pilih “Your PIN”

 
③ Masukkan PIN yang tertera pada tanda terima

Masukkan PIN yang tertera pada tanda terima, pastikan PIN yang dimasukkan benar, lalu tekan “Confirm”.

 
④ Kunci listrik akan terbuka

Jika PIN yang teman-teman masukkan benar, kunci listrik dan pintu loker akan terbuka sehingga teman-teman dapat mengambil barang bawaan.

 
 

<Koin Loker Tipe Kunci>

Cara penggunaan Koin Loker dengan kunci sangatlah simple.

 

【Cara Menitipkan Barang Bawaan】

① Cari loker dengan kunci masih tergantung

Loker dengan kunci tergantung adalah loker yang masih kosong. Carilah loker dengan ukuran yang pas dengan barang bawaan teman-teman.

 
② Masukkan uang sesuai dengan biaya yang tertera
Pada foto di atas dapat diketahui bahwa biaya penggunaan loker adalah 400 yen. Masukkanlah uang koin yen ke lubang yang ada di atas kunci.

 
③ Kunci loker
Setelah membayar, teman-teman bisa mengunci loker. Putar kuncinya untuk mengunci loker dan ambil kunci dari tempatnya.
Hati-hati jangan sampai kehilangan kunci loker, karena teman-teman tidak akan bisa membuka loker tanpa kunci tersebut.

 

【Cara Mengambil Barang Bawaan】

① Cari loker tempat teman-teman memasukkan barang bawaan

 
② Masukkan kunci dan buka loker

 
③ Ambil barang bawaan

 
Kali ini すかSUKI memperkenalkan koin loker yang ada di Stasiun Tokyo. Stasiun-stasiun besar seperti Stasiun Tokyo memiliki banyak loker koin di berbagai tempat, sehingga bisa saja teman-teman lupa di mana loker koin tempat kita menaruh barang tadinya. Agar tidak lupa, selalu pastikan tempat loker yang teman-teman gunakan di stasiun tersebut.

Perlu dicatat, loker yang すかSUKI perkenalkan kali ini memiliki batas waktu 3 hari untuk teman-teman menitipkan barang di dalamnya. Jika lebih dari 3 hari, pada hari ke 4 barang akan diambil dan dipindahkan ke tempat lain. Barang akan disimpan terus di tempat tersebut selama 30 hari.

Berdasarkan peraturan, setelah melewati 30 hari ada kemungkinan barang bawaan akan dibuang oleh pihak pengelola. Para wisatawan biasanya tidak akan lama-lama menitipkan barang bawaannya di loker koin. Akan tetapi, tidak ada salahnya jika teman-teman memperhatikan batas waktu penitipan barang di loker koin yang akan digunakan.

Toilet di Jepang

Setiap negara memiliki budaya dan kebiasaan masing-masing dalam berbagai macam hal, termasuk dalam penggunaan toilet. Jepang juga memiliki etika yang berbeda dengan di Indonesia ketika menggunakan toilet. Kali ini すかSUKI akan membahas etika menggunakan toilet di Jepang untuk mempermudah teman-teman ketika berkunjung ke Jepang.

 

【Jenis Toilet】

Jepang memiliki dua jenis toilet. Pertama, toilet gaya Jepang yang mirip dengan toilet jongkok Indonesia. Kedua, adalah toilet gaya barat atau toilet duduk. Ketika menggunakan toilet gaya Jepang, jongkoklah menghadap lengkungan toilet dengan punggung membelakangi pintu toilet. Toilet gaya barat dapat kita gunakan seperti biasa, yakni buka tutup dan duduk di atasnya. Ingat, jangan jongkok di atas toilet gaya barat, ya!

 

Gambar 1 : Cara menggunakan toilet di Jepang

 
 

【Tisu Toilet】

Toilet Jepang menyediakan tisu toilet yang dapat digunakan setelah buang air kecil atau besar. Tapi berbeda dengan di Indonesia, tisu toilet Jepang dapat larut dalam air. Karena itu buanglah tisu ke dalam toilet dan jangan lupa untuk di flush. Khusus untuk toilet wanita, biasanya disediakan tempat sampah kecil di dalam toilet. Tempat sampah ini khusus untuk membuang pembalut, jangan pernah membuang tisu toilet di sini!

 

Gambar 2 : Buang Tisu ke Dalam Toilet

 
 

【Antri untuk Menggunakan Toilet Umum】

Saat teman-teman ingin menggunakan toilet umum, kalian harus ingat untuk mengantri dengan baik dan benar. Jika toilet penuh, para pengguna diharapkan untuk mengantri dalam satu barisan, tidak berebut, juga tidak berdiri tepat di depan pintu toilet yang ingin digunakan.

 

Gambar 3 : Cara Mengantri di Toilet Jepang

 
 

Penggunaan Slipper Toilet

Ketika teman-teman berkesempatan untuk mengunjungi rumah seseorang di Jepang, teman-teman diharuskan untuk melepas sepatu yang sedang digunakan dan menggantinya dengan slipper selama berada di dalam rumah. Tetapi harus diingat ketika teman-teman ingin menggunakan toilet, teman-teman harus mengganti slipper ini dengan slipper khusus untuk toilet. Slipper rumah bisa ditinggal di depan pintu toilet, sebagai tanda bahwa teman-teman sedang menggunakan toilet. Setelah selesai, jangan lupa ganti slipper toilet dengan slipper rumah lagi.

 

Gambar 4 : Slipper Toilet

 
Di atas adalah beberapa etika menggunakan toilet di Jepang yang harus teman-teman perhatikan. Bukan hanya toilet, pastikan untuk selalu mengikuti dan menghargai kebiasaan yang ada ketika kita berkunjung ke negara lain.

Jalan-jalan ke Hokkaido

Kali ini kita akan membahas tentang perjalanan wisata ke Hokkaido.
Hokkaido adalah tempat yang paling dingin di Jepang. Bagi yang suka dengan musim dingin, bisa menikmati keindahan salju dan festival-festival musim dingin di Hokkaido ketika musim dingin. Bagi yang tidak tahan dengan dinginnya musim dingin, waktu yang paling tepat untuk berlibur ke Hokkaido adalah musim panas. Karena musim panas di Hokkaido sangat singkat dan tidak terasa panas seperti di Tokyo. Pada kesempatan kali ini kami mengunjungi Hokkaido pada bulan juli, ketika memasuki musim panas.

Dari Tokyo ke Hokkaido bisa ditempuh melalui dua jalur, yaitu jalur darat (kereta shinkansen) dan jaur udara (pesawat terbang). Namun kami memilih jalur jalur udara dikarenakan harga tiket kereta dan pesawat terpaut lumayan jauh yaitu :
Shinkansen : 15.000-25.000 yen (PP)
Pesawat terbang : 9.000-10.000 yen (PP)

Pesawat ini terbang dari Bandara Narita (Tokyo) – Bandara Chitose (Sapporo) sekitar 2 jam.
Sampai bandara Chitose, kami melanjutkan perjalanan menuju pusat kota Sapporo dengan menggunakan kereta JR (sekitar 30 menit).
Setibanya di Sapporo, kami berjalan-jalan di sekitar Stasiun. Banyak beberapa tempat menarik yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari stasiun Sapporo.

 

Inilah Suasana kota di Sapporo. Terlihat bangunan mirip Tokyo Tower, tapi itu adalah `Sapporo TV Tower`. Sama seperti Tokyo Tower, kita bisa masuk dan naik ke Sapporo TV Tower.
Jam buka : 9:00-22:00
Harga Tiket masuk : 720 yen (dewasa)

 

Dari dalam Tower kita bisa melihat pemandangan kota Sapporo.

 
Selanjutnya kami berjalan menuju `Sapporo Clock Tower` yang tidak jauh dari lokasi.

Ini adalah salah satu tempat terkenal dan bersejarah yang dibangun cukup lama beberapa ratus tahun lalu dan sampai sekarang bentuknya masih utuh dan dijadikan museum.
Sapporo Clock Tower buka dari jam 8:45 sampai 17:10 sore

 
Beberapa tempat terkenal lain yang kami kunjungi selama di Hokkaido :

Ini adalah sebuah Daerah bernama Toyako Disana banyak penginapan disertai dengan onsen (pemandian air panas). Pengunjung dari luar negeri seperti Cina dan Korea banyak mendatangi tempat wisata ini.

 
Sebelum pulang ke Tokyo, kami sempat mampir ke sebuah pabrik pembuatan Whiskey terbesar di Hokkaido yaitu `Nikka Whiskey Factory`

Tiket masuk : Gratis
Disana kita bisa melihat bermacam-macam jenis whiskey dan sejarah serta cara pembuatannya. Di bagian sampling kita juga bisa mendapat sampling gratis 3 jenis whiskey yang diproduksi oleh Nikka. Bagi yang tidak bisa minum alkohol, ada juga air putih, jus apel dan ice tea yang bisa kita nikmati sepuasnya selama di sana.
Destinasi terakhir sebelum menuju bandara Chitose, kami melewati Otaru yang merupakan tempat terkenal di Hokkaido. Kami menyempatkan mampir ke Otaru sebentar untuk berjalan-jalan dan berfoto. Tak lupa kami mencicipi beberapa makanan khas Hokkaido seperti Soft Ice Cream, Uni dan Jingiskan (daging domba).

 
Greentea latte

 
Soft Ice cream aneka rasa 6 – 8 lapis

Jingiskan adalah makanan khas Hokkaido. Daging domba yang dimasak dengan cara dibakar seperti yakiniku.

Setelah menikmati semua kuliner khas Hokkaido di Otaru, kami melanjutkan perjalanan sampai bandara Chitose. Sambil menunggu boarding, kami menyempatkan jalan-jalan dan melihat-lihat deretan pertokoan oleh-oleh dan makanan yang ada di dalam bandara. Kami melihat antrian pengunjung yang sangat panjang di salah satu kedai ramen, sementara kedai yang lain tidak mengantri. Karena penasaran, kami mencoba mengantri dan membeli ramen disana, ternyata sangat enak. Ternyata Ramen ini terbuat dari kaldu udang dan sangat terkenal di Hokkaido. Nama kedainya adalah 一幻 (Ichigen). Rasa udangnya sangat terasa, harganya juga tidak termasuk mahal. Apabila kalian ke Hokkaido, jangan lupa mencoba ramen yang satu ini ya! ^^

Cara Membeli Tiket Kereta

Transportasi umum di Jepang seperti kereta dan bus sudah maju, sehingga sangat praktis jika teman-teman menggunakan transportasi ini untuk bepergian. Terutama jika tinggal di kota-kota besar layaknya Tokyo dan Osaka, kita tidak akan kesulitan walaupun tidak punya mobil atau pun motor, Bukan hanya tidak punya mobil dan motor, orang Jepang yang tidak punya sepeda pun ada.
Artikel すかSUKI kali ini akan membahas tentang cara membeli tiket kereta.

 
①Mencari mesin penjual tiket

Foto di atas adalah mesin penjual tiket milik JR* (Japan Railways, salah satu operator jasa perkeretaapian Jepang) . Mesin penjual tiket terletak di dekat pintu pemeriksaan tiket.

 
②Cari stasiun yang ingin dituju pada peta rute dan pastikan berapa ongkosnya
Di sekitar mesin penjual tiket akan ada peta rute kereta, di mana dalam peta rute tertera nama stasiun dan ongkos yang diperlukan untuk pergi ke sana. Menggunakan peta rute ini, pastikan ongkos yang diperlukan untuk pergi dari stasiun teman-teman berada sekarang sampai ke stasiun yang ingin teman-teman kunjungi.

 
③Kali ini kita akan mencoba pergi dari Stasiun Tokyo ke Stasiun Oji. Mari kita lihat berapa ongkos yang diperlukan.

Panah merah menunjukkan stasiun tempat kita berada sekarang, yaitu Stasiun Tokyo. Dalam foto di atas, Stasiun Oji yang ingin kita kunjungi berada di garis biru muda sebelah kiri atas. Dapat kita lihat untuk pergi ke sana memerlukan biaya 170 yen.

 
④Berdiri di depan mesin penjual tiket dan operasikan layarnya

Berikut adalah tampilan layar mesin penjual tiket. Sebelah kanan layar menunjukkan beberapa macam angka. Angka-angka ini adalah harga tiket. Pilihlah angka yang sesuai dengan biaya tiket yang telah teman-teman pastikan di peta rute.

 
⑤Masukkan uang

Kali ini kita ingin membeli tiket seharga 170 yen, jadi kita akan memasukkan uang sebanyak atau lebih dari 170 yen. Uang koin yang bisa digunakan adalah pecahan 10 yen, 50 yen, 100 yen, dan 500 yen. Bila teman-teman ingin menggunakan uang kertas, masukkan uang di tempat hitam yang berada di sebelah kiri tangan pada foto. Uang kertas yang bisa digunakan adalah pecahan 1.000 yen, 2.000 yen, 5.000 yen, dan 10.000 yen.

 
⑥Sentuh harga tiket yang ingin teman-teman beli

Kali ini kita ingin membeli tiket seharga 170 yen, jadi sentuhlah angka 170. Karena kita telah memasukkan uang sebanyak 170 yen, kita juga bisa membeli tiket dengan harga kurang dari 170 yen, yakni 140 yen dan 160 yen. Hal ini ditandai dengan berubahnya angka-angka tersebut menjadi warna hijau.

Jika kita membeli tiket, penampilan layar akan berubah. Mesin penjual tiket akan memberitahu kita berapa banyak uang yang telah kita masukkan, berapa harga tiket yang telah kita beli, dan apakah ada uang kembalian atau tidak.

Kali ini kita memasukkan uang pas yakni 170 yen, karenanya pada bagian “おつり” (otsuri), yang berarti uang kembalian, menunjukkan angka 0. Jika teman-teman mendapatkan uang kembalian, uang tersebut akan keluar secara otomatis. Jangan lupa untuk mengambilnya ya.

 
⑦Ambil tiket

Setelah membeli tiket, tiket dan uang kembalian akan keluar dari bagian bawah mesin penjual. Setelah keluar, tarik tiket untuk mengambilnya.

Dengan ini kita telah berhasil membeli tiket kereta.

Kali ini untuk pergi ke Stasiun Oji kita telah membeli tiket seharga 170 yen. Tapi tiket 170 yen ini tidak menetapkan di stasiun mana kita harus turun. Oleh karena itu, kita boleh turun di stasiun mana saja jika pada peta rute stasiun tersebut yang bertuliskan 170 yen atau stasiun dengan ongkos kurang dari 170 yen.

 
⑧Masuk ke stasiun melewati pintu pemeriksaan tiket

Masukkan tiket melalui lubang seperti yang tertera pada foto, jalanlah ke depan, ambil kembali tiket kereta yang keluar dari mesin, dan masuklah ke dalam stasiun. Tiket akan digunakan kembali di stasiun pemberhentian kita, karenanya berhati-hatilah agar jangan sampai tiketmu hilang.

Jika teman-teman memiliki kartu e-money, teman-teman bisa menaiki kereta tanpa membeli tiket (foto adalah kartu e-money bernama Suica). Tempelkan kartu pada bagian biru di pintu pemeriksaan tiket dan teman-teman bisa langsung masuk ke dalam stasiun, sama seperti ketika teman-teman menggunakan tiket.

Penggunaan e-money sangat praktis dan menyingkat waktu, karena teman-teman tidak perlu lagi mengecek peta rute untuk memastikan harga tiket dan tidak perlu mengantri lagi untuk membeli tiket.

Kegiatan membeli tiket akan menjadi sangat mudah jika teman-teman sudah terbiasa. Tapi untuk teman-teman yang baru pertama kali membeli tiket pasti kebingungan. Ketika naik kereta ada kemungkinan teman-teman harus pindah kereta menaiki kereta dari perusahaan yang berbeda. Hal ini akan sedikit merepotkan bagi teman-teman. Jadi mungkin ada baiknya jika teman-teman membeli kartu e-money, bila teman-teman sering naik kereta ketika berada di Jepang.
すかSUKI akan menjelaskan cara menggunakan kartu e-money di artikel selanjutnya.

Aplikasi untuk Muslim Pengunjung Jepang

Indonesia adalah negara dengan penduduk beragama Islam terbanyak. Sedangkan dari jumlah penduduk Jepang, kurang lebih hanya 1% yang beragama Islam. Itupun kebanyakan adalah warga pendatang dari Indonesia, Pakistan, Bangladesh, dan Iran. Ketika kita berkunjung ke Jepang, perbedaan ini akan sangat terasa. Bukan hanya kurangnya wanita yang menggunakan hijab, teman-teman beragama Islam akan mengalami kesulitan dalam berbagai hal seperti tidak tahu waktu sholat dan juga mencari makanan halal.
Untuk mengantisipasi hal di atas, artikel すかSUKI kali ini akan memperkenalkan satu aplikasi yang dapat teman-teman ber agama Islam gunakan ketika berada di Jepang.

 

Muslim Pro

Gambar 1 : Aplikasi Muslim Pro

 
Muslim Pro adalah aplikasi yang diperuntukkan untuk orang beragama Muslim. Muslim Pro bisa didownload di Play Store (Android) maupun App Store (iOS). Untuk menggunakan Muslim Pro, teman-teman harus mempunyai jaringan internet dan mengaktifkan GPS handphone kalian.
Untuk internet, teman-teman dapat menggunakan berbagai cara. Untuk teman-teman yang ingin berwisata ke Jepang, teman-teman bisa membeli paket internet luar negeri di provider kalian masing-masing, menyewa portable wifi selama di Jepang, atau menggunakan wifi gratis yang tersedia di banyak tempat di Jepang.
Muslim Pro juga tersedia dalam berbagai bahasa, baik Indonesia, Inggris, maupun Jepang.

 
 

Jadwal Sholat

Jepang memiliki waktu sholat yang berbeda dengan Indonesia. Juga ditambah dengan hampir tidak adanya Masjid dan Mushola yang mengumandangkan Adzan, bisa saja teman-teman melewatkan waktu untuk sholat. Muslim Pro dapat menunjukkan waktu sholat serta mengingatkan teman-teman untuk sholat dengan fungsi alarm.

 

Gambar 2 : Waktu Sholat dan Fungsi Alarm

 
 

Masjid Terdekat

Bila teman-teman berada di Jepang, mungkin ada saatnya kalian harus sholat di tempat terbuka karena tidak adanya tempat sholat. Muslim Pro dapat membantu teman-teman dengan menunjukkan Masjid atau tempat sholat terdekat yang dapat teman-teman gunakan.

 

Gambar 3 : Masjid Terdekat dari Tempat Teman-Teman Berada

 
 

Arah Kiblat

Selain Masjid, tentu saja teman-teman bisa sholat di tempat kerja, sekolah, atau rumah. Pada saat seperti ini, teman-teman harus tahu arah kiblat untuk sholat. Muslim Pro dilengkapi dengan fungsi kompas yang dapat membantu teman-teman untuk mencari arah kiblat.

 

Gambar 4 : Kompas untuk Menentukan Arah Kiblat

 
 

Restoran Halal

Nah, ini adalah fungsi paling penting ketika teman-teman berkunjung ke Jepang. Muslim Pro dapat membantu teman-teman untuk mencari restoran halal di Jepang! Untuk menggunakan fungsi ini pilih Lain -> Tempat Halal. Dengan fungsi GPS, Muslim Pro dapat mencari dan menuntun teman-teman ke restoran halal yang teman-teman inginkan.

 

Gambar 5 : Restoran Halal Terdekat

 
Ketika berada di negara lain yang bukan mayoritas Islam, akan banyak masalah-masalah yang menanti. Dengan bantuan aplikasi seperti Muslim Pro diharapkan teman-teman dapat menikmati wisata atau juga kehidupan di Jepang tanpa melupakan kewajiban sebagai seorang muslim.

Petunjuk Penggunaan Toilet Jepang

Teman-teman すかSUKI, apakah pernah menonton film “Cars 2”? Kalau pernah, pasti ingat dengan adegan toilet Jepang dengan tombolnya yang bikin pusing.
Jepang memang terkenal dengan teknologinya yang sangat canggih, termasuk teknologi yang digunakan untuk toilet. Toilet di Jepang terkenal dengan banyaknya tombol yang memiliki berbagai macam fungsi. Melanjutkan artikel sebelumnya, kali iniすかSUKI akan memperkenalkan petunjuk penggunaan toilet di Jepang.
Toilet umum di Jepang ada dua tipe, yakni toilet dengan kloset jongkok dan kloset duduk. Biasanya, toilet duduk di Indonesia hanya dilengkapi dengan tombol atau lever untuk flush. Berbeda dengan di Jepang, toilet kloset duduk untuk umum di sana sering dilengkapi dengan tombol-tombol yang memiliki fungsi canggih. Seperti misalnya saja toilet duduk yang ada di Bandara Internasional Haneda ini.

Gambar 1: Toilet duduk di Bandara Internasional Haneda

Sekilas toilet duduk ini tidak terlihat berbeda dengan toilet duduk yang ada di Indonesia. Tetapi, tombol-tombol yang ada di samping kloset bisa membuat kita cukup gugup bila kita tidak mengerti arti dan cara penggunaannya. Yuk, mari kita lihat tombol-tombol tersebut lebih dekat.

Gambar 2: Tombol-Tombol di Toilet Jepang

Tombol ini bisa terpasang di dinding, maupun langsung terpasang menjadi satu dengan kloset duduk. Sekarang, Jepang sudah banyak menyediakan penjelasan dalam bahasa Inggris seperti yang tertera di gambar, tapi tidak ada salahnya jika kita mempelajari cara baca dan penggunaan tombol ini satu persatu karena masih ada toilet di Jepang yang tidak mencantumkan penjelasan dalam bahasa Inggris. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing tombol.




FLUSH (流す, nagasu) adalah, sesuai namanya, untuk menge-flush atau menyiram toilet setelah kita buang air kecil atau besar. ‘Flush’ bisa tersedia dalam bentuk tombol seperti di gambar, lever seperti yang ada di Indonesia, atau juga bentuk sensor di mana kita hanya perlu menempelkan tangan kita di depan sensor.

おしり(oshiri, pantat) dengan tombol berwarna biru adalah tombol untuk mengeluarkan air dan mencuci bagian belakang setelah kita buang air besar.

ビデ (bide, bidet) dengan tombol berwarna merah muda adalah tombol khusus untuk wanita di mana tombol ini berfungsi untuk mengeluarkan air dan mencuci bagian kewanitaan setelah kita buang air kecil.

乾燥(kansou, mengeringkan) dengan tombol berwarna kuning adalah tombol dengan fungsi mengeluarkan udara hangat untuk mengeringkan bagian yang tadi telah dibilas dengan air.

止 (tomaru, berhenti) dengan tombol warna merah adalah tombol yang berfungsi untuk menghentikan air yang mengalir untuk membilas setelah kita menekan tombol おしり(Oshiri) atau ビデ(Bide). Jadi, jangan sampai lupa untuk menekan tombol ini sebelum berdiri dari kloset.

水勢 (suisei, tekanan air) tombol (+) dan (–) yang ada di bawah tombol 止 dan おしりini berfungsi untuk mengatur tekanan dan kekuatan air yang keluar ketika kita menekan tombol おしりatau ビデ.

洗浄位置 (senjou ichi, posisi membilas) dengan tombol 前 (Mae) yakni berarti depan dan 後(Ushiro) yang berarti belakang, tombol ini berfungsi untuk mengatur posisi keluarnya air ketika kita menekan tombol おしり (Oshiri). Jadi tidak perlu mengubah posisi duduk, cukup sesuaikan posisi keluarnya air dengan menggunakan tombol ini.

Selain tombol-tombol di atas mungkin ada tombol lain yang sudah sering teman-teman dengar. Seperti tombol yang mengeluarkan bunyi-bunyian untuk mengklamufase suara ketika kita buang air kecil bernama 水流音 (Suiryuuon, suara air mengalir) atau 音姫 (Otohime, ‘suara putri’). Ada juga tombol yang dapat menghangatkan tempat duduk kloset ketika musim dingin bernama 暖房便座(Danbo benza, kloset dengan penghangat).
Bagaimana? Apa teman-teman sudah ingat fungsi dari masing-masing tombol? Toilet di Jepang memang unik, tapi sama seperti ketika teman-teman menggunakan toilet di Indonesia, jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan toilet. Semoga artikel kali ini bermanfaat bagi teman-teman semua.