Wawancara dengan Seorang Pekerja Wanita Indonesia di Jepang (bagian Akhir)

Nah, di artikel yang lalu saya sudah mendengar tentang cerita anda yang telah diterima kerja sampai akhirnya memutuskan untuk berhenti.
[Wawancara dengan Seorang Pekerja Wanita Indonesia di Jepang (bagian awal):
http://www.sukasuki.org/2017/11/wawancara-dengan-seorang-pekerja-wanita-indonesia-di-jepang-bagian-awal/

 
Kali ini saya ingin mendengar tentang lanjutannya.

Meskipun saya sudah menyampaikan bahwa saya ingin berhenti kerja, tapi karena sebelum itu jadwal shift sudah ditentukan, saya melanjutkan magang sampai akhir bulan Juni dan berencana untuk pulang ke Indonesia saat visa saya habis di bulan September.

 
Begitu ya. Dari Juni sampai September kan ada sisa 3 bulan, apakah kamu tidak ada rencana untuk segera pulang saja tanpa menunggu?

Sebenarnya saya ingin lanjut bekerja di Jepang andaikan menemukan pekerjaan yang ingin saya coba lakukan. Selama kurang lebih satu bulan saya membantu orang Indonesia yang datang ke Jepang untuk liburan menjadi tour guide mereka karena saya luang dan menginginkan pengalaman. Menyenangkan sekali karena selain bisa jalan-jalan ke berbagai tempat, saya juga ditraktir makanan enak (tertawa).
Karena setelah itu saya belum juga dapat pekerjaan, akhirnya saya berencana pulang ke Indonesia pada bulan September sesuai rencana awal. Tapi teman saya memberitahu bahwa ada lowongan pekerjaan yang terpasang di komunitas Indonesia di facebook.
Pekerjaannya adalah menjadi penulis.

 
Ditraktir adalah hak istimewa seorang tour guide ya (tertawa). Orang Indonesia banyak yang menemukan pekerjaan via temannya ya. Sekarang kan anda sudah bekerja, proses apa saja yang telah dilewati?

Pertama-tama, awalnya ada satu kali wawancara. Karena saya memiliki blog pribadi, saya memperlihatkannya saat itu. Sebab, saya kira mereka akan berpikir bahwa saya benar-benar bisa melakukan pekerjaan sebagai penulis apabila mereka melihat blog saya.

Setelah mengikuti wawancara, 2 hari kemudian saya mendapat kabar bahwa saya diterima kerja di perusahaan tersebut. Saya mulai bekerja pada tanggal 28.
Karena teman kerja saya semuanya baik, usianya pun tidak terpaut jauh, suasana kerjanya pun nyaman, saya jadi ingin bekerja disini sebagai penulis.

 
Karena memiliki blog pribadi anda bisa mendapat penilaian dari situ, perusahaan pun mungkin jadi mudah untuk mempertimbangkan ya.
Padahal anda menulis blog karena memang karena suka, hebat sekali karena bisa terhubungkan dengan pekerjaan!
Omong-omong, apakah ada orang asing lain yang bekerja selain HANAKO?

Ya. Yang lainnya berasal dari Taiwan, Filipina, India, dan Thailand yang bekerja part-time (paruh waktu).

 
Bagaimana dengan ketentuan kerjanya?

Kerjanya dari jam 10 pagi sampai jam 7 malam dan tidak ada lembur (tertawa). Sabtu-minggu libur, selain itu juga ada bonus.

 
Ketentuan kerja impian ya (tertawa). Berbeda sekali dengan perusahaan sebelumnya.
Karena ketentuan kerja tiap perusahaan berbeda tergantung jenis pekerjaannya, kita tidak hanya bisa memperkirakan hanya dengan membaca surat kontrak atau mendengar cerita saat wawancara ya. Orang Jepang pun sulit untuk memperkirakannya. Anda sangat beruntung karena bisa masuk ke perusahaan yang lingkungannya bagus.

Meskipun awalnya saya berjuang datang ke Jepang karena ingin belajar memasak, sekarang saya bersyukur karena saya bisa bekerja di bidang yang berhubungan dengan terjemahan karena saya lulusan jurusan bahasa Jepang.

 
Secara konkrit, seperti apa pekerjaan yang anda lakukan?

Saya menerjemahkan 2-3 buah artikel ke dalam bahasa Indonesia dalam satu hari. Karena tiap artikel memiliki genre yang berbeda, saya bisa mendapat pembelajaran kalimat baru. Saya sudah menerjemahkan sekitar 20 artikel sejak masuk perusahaan.
Meskipun saya bisa menerjemahkan, sekarang perusahaan sedang mencari editor karena kekurangan orang yang bisa mengedit artikel.

Sudah bisa memanfaatkan hal yang dipelajari di Indonesia, ditambah bisa bekerja di lingkungan yang sangat cocok bagi orang yang suka menulis. Benar-benar ideal.
Berkat penderitaan yang telah dihadapi hingga akhirnya bisa bertemu dengan perusahaan yang sekarang, penderitaan yang telah dirasakan tadi rasanya terbayarkan ya.

Hidup di Jepang itu menyenangkan atau tidaknya tergantung orangnya. Kalian harus menentukan tujuanmu sejak awal. Ini adalah yang paling penting. Kalau bukan karena benar-benar suka dengan Jepang, saya pikir lebih baik tidak usah datang ke Jepang.
Karena pasti ada rasa sepi saat ada atau tidaknya teman di sekitar kita, jika tidak benar-benar menyukai Jepang ada kemungkinan hidup akan terasa menyakitkan.

Selain itu, karena budaya serta cara berpikir orang Indonesia dan Jepang pun berbeda, jika tidak cepat punya teman akan terasa menderita saat kesepian. Untuk menghindari itu lebih baik join di grup atau komunitas Indonesia. Jika ingin datang ke Jepang tentukanlah tujuanmu.

 
Saya pikir cerita HANAKO pasti akan berguna untuk orang-orang yang ingin ke Jepang.
Karena kerja di Jepang itu sibuk dan akan sering diperingatkan untuk hal kecil sekalipun, orang yang tidak memahami lingkungan kerja di Jepang mungkin akan ada yang berpikir ‘wah, padahal sudah jauh-jauh datang ke Jepang tapi saya malah gagal’. Supaya orang yang berpikir seperti itu tidak bertambah jumlahnya, mulai sekarang すかSUKI akan menyampaikan cerita dari orang-orang yang sudah berpengalaman di Jepang.
Selamat berjuang di Jepang ya. Terimakasih banyak untuk hari ini!

Tunjangan Asuransi Kepegawaian yang Diterima Saat Berhenti Kerja

Jepang memiliki sistem asuransi sosial yang tujuannya mendukung orang-orang yang sedang menjalani hidup di Jepang. Salah satu jenis asuransi sosial adalah asuransi Kepegawaian, dan asuransi tersebut memiliki berbagai jenis tunjangan dengan para tenaga kerja sebagai sasarannya.

Kali ini, すかSUKI akan memperkenalkan tentang ‘Tunjangan Dasar’ yang bisa diterima ketika kalian mengundurkan diri ketika bekerja di Jepang.

 

【Orang yang Bisa Masuk ke Asuransi Kepegawaian】

Ada orang yang mendapatkan visa kerja dan bekerja di Jepang, dan ada juga yang menyambi kerja parttime sambil sekolah. Tetapi tidak semua orang bisa menjadi anggota Asuransi Kepegawaian, hanya orang yang memenuhi syarat sesuai hukum yang berlaku yang bisa masuk.

(Orang yang bisa menjadi anggota Asuransi Kepegawaian)
①. Orang yang jam kerjanya lebih dari 20 jam/ minggu.
②. Orang yang diharapkan memiliki kontrak kerja lebih dari 31 hari dengan perusahaannya.

Orang memenuhi syarat nomor 1 dan 2, otomatis akan menjadi anggota Asuransi Kepegawaian meskipun warga asing sekalipun. Sebaliknya, meskipun kita ingin tetapi tidak memenuhi syarat, perusahaan yang harus memasukkan karyawannya menjadi anggota asuransi.

Tetapi, tujuan utama pelajar (termasuk pelajar asing) adalah belajar dan bukanlah bekerja.
Karena itu, meskipun memenuhi syarat nomor 1 dan 2 tadi, orang yang bersekolah pada siang hari tetap tidak bisa menjadi anggota Asuransi Kepegawaian.

 

【Tunjangan yang Diterima Jika Berhenti Kerja】

Ketika bekerja kita bisa menerima gaji, tapi jika mengundurkan diri hidup akan menjadi lebih susah karena tidak menerima uang secara stabil. Beruntung apabila sudah diterima kerja di perusahaan lain, tapi jika proses pencarian kerjanya dilakukan setelah berhenti kerja, waktu untuk mencari akan makin pendek karena disambi bekerja part-time. Nah, supaya orang yang berhenti kerja bisa tenang dan fokus dalam mencari pekerjaan lain, maka ada ‘Tunjangan Dasar’ yang akan diberikan dalam Asuransi Kepegawaian.

 

【Orang Seperti Apa yang Bisa Menerima Tunjangan Dasar】

‘Tunjangan Dasar’ bukanlah sesuatu yang bisa diterima oleh siapapun yang berhenti kerja.

③. Masa Anggota Asuransi Kepegawaian
Sebelum berhenti, dalam 2 tahun harus menjadi anggota Asuransi Kepegawaian selama total 1 tahun lebih. Ini adalah syarat yang paling penting. Singkatnya, orang yang bekerja hanya dalam waktu pendek misal 3 bulan saja tidak bisa menerima Asuransi Kepegawaian.

④. Niat Mencari Kerja
Ingin bersantai sebentar setelah berhenti kerja, atau sudah tidak ada rencana bekerja lagi. Dalam kasus seperti ini, kalian tidak bisa menerima ‘Tunjangan Dasar’. Karena mungkin ada orang yang sebenarnya tidak mencari kerja dan hanya ingin menerima ‘Tunjangan Dasar’ saja. Pengajuan permohonan ‘Tunjangan Dasar’ berlangsung 1 kali per 28 hari. Surat Keterangan sedang mencari kerja dibutuhkan sebagai bukti saat mengajukan permohonan. Jika tidak benar-benar sedang mencari kerja maka tidak ada surat keterangan, dan akhirnya malah tidak bisa menerima ‘Tunjangan Dasar’.

 

【Jumlah Tunjangan Dasar】

Yang paling membuat penasaran tentu saja adalah tentang uang. Yang digunakan untuk menghitung ‘Tunjangan Dasar’ adalah jumlah gaji yang diterima tiap bulan ditambah tunjangan transportasi.

Di sini, saya akan memberikan sebuah contoh.
<Sdr. すかSUKI (25 tahun, mengundurkan diri atas alasan pribadi) >
Gaji pokok : 200.000 yen
Tunjangan transportasi : 10.000 yen
Sebagai contohnya, Sdr. すかSUKI setiap bulan menerima gaji total 210.000 yen dan mengundurkan diri atas niat pribadi

Untuk menghitung ‘Tunjangan Dasar’, pertama-tama adalah jumlah gaji yang diterima selama 6 bulan sebelum mengundurkan diri dibagi 180.

(210.000 x 6) ÷ 180 = 7.000 yen.
Meskipun di kasus kali ini sdr. すかSUKI setiap bulan hanya menerima gaji pokok, uang lembur dsb juga akan dihitung jika ada.

Lalu, mari coba terapkan rumus yang telah ditetapkan oleh negara ke hasil 7.000 yen dari perhitungan di atas tadi. Dalam kasus sdr. すかSUKI, perhitungannya menjadi seperti di bawah ini:

(( -3 × 7.000 yen × 7.000 yen ) + ( 69.980 × 7.000 yen )) ÷ 70.300
= 4.877 yen.

Rumit sekali ya… kenapa rumus ini yang digunakan? Karena sudah ditetapkan oleh negara. Rumus yang susah diingat ya.

(Batas Maksimal Tunjangan Dasar)
Dari hitungan di atas, bisa disimpulkan bahwa Sdr. すかSUKI bisa menerima ‘Tunjangan Dasar’ sebesar 4.877 yen per harinya. Jika gajinya makin tinggi, nominal ‘Tunjangan Dasar’ juga akan makin tinggi. Karena itu batas maksimalnya dibuat seperti di bawah ini:

 

Usia Batas Maksimal Jumlah Tunjangan Dasar
Sampai dengan 30 tahun 6.710 yen
31-45 tahun 7.455 yen
46-60 tahun 8.205 yen
61-65 tahun 7.042 yen

 
Nominal di atas akan direvisi setiap tanggal 1 Agustus. Usia 46-60 tahun nominalnya paling tinggi dikarenakan usia tersebut adalah masa dimana membutuhkan uang paling banyak demi menafkahi keluarga. Anak muda menerima sedikit karena belum menikah, jadi meskipun tidak memiliki terlalu banyak uang kehidupannya tidak akan bermasalah, juga karena anak muda lebih mudah menemukan pekerjaan baru.

Jadi sdr. すかSUKI hanya bisa menerima maksimal 6.710 yen meskipun jika dihitung hasilnya lebih dari itu dikarenakan usianya.

 

【Berapa Lama Bisa Menerima Tunjangan Dasar】

Untuk pengunduran diri dengan alasan pribadi, bisa menerima ‘Tunjangan Dasar’ dengan jangka waktu berikut:

Lama Menjadi Anggota Asuransi Kepegawaian Lamanya Tunjangan Dasar Dibayarkan
1-10 tahun 90 hari
11-20 tahun 120 hari
Lebih dari 20 tahun 150 hari

 
Kelihatannya banyak orang yang mengundurkan diri setelah bekerja selama 10 tahun dan menerima jatah ‘Tunjangan Dasar’ selama 90 hari. Sdr. すかSUKI juga menerima selama 90 hari.

Kalau begitu, berapa nominal ‘Tunjangan Dasar’ paling besar yang bisa sdr. すかSUKI terima?
Bisa disimpulkan jumlahnya adalah 4.877 yen × 90 hari = 438.930 yen.

Jika telah mendapat pekerjaan sebelum menerima seluruh jatah 90 hari tunjangan dasar tersebut, kita tidak bisa menerima sisanya karena sudah mendapat gaji dari perusahaan. Apa boleh buat ya, karena uang itu hanya bentuk support dari negara selama belum menemukan pekerjaan saja.

Kali ini kami akan memberikan contoh yang paling umum. Dalam kasus orang yang kehilangan pekerjaan karena kondisi, misalkan diberhentikan karena bangkrutnya perusahaan, masa ‘Tunjangan Dasar’ yang dibayarkan akan makin panjang. Karena lamanya menjadi anggota Asuransi Kepegawaian, usia, alasan berhenti kerja dsb juga akan diperhitungkan. Sungguh sistem yang rumit.

Jika kalian ada yang berhenti kerja, silahkan cek ke bagian personalia perusahaanmu. Kalau kalian ada yang merasa tidak enak untuk bertanya ke perusahaan, atau tidak diberitahu oleh kantormu, jangan ragu untuk menghubungi すかSUKI ya!

Konsultasi Tentang Perolehan Status Tinggal dari Seorang Pencari Kerja

Kali ini すかSUKI ingin menceritakan sebuah konsultasi yang datang dari seorang lulusan sekolah bahasa Jepang dan ingin bekerja di sana.

 

【Isi Konsultasi】

・ Ingin bekerja di Jepang karena sudah lulus dari sekolah bahasa Jepang.
・ Dia adalah lulusan Teknologi Informasi di salah satu universitas di Indonesia.
・ Sedang dalam proses mencari kerja, tapi belum dapat tempat kerja yang pasti.
・ Karena tidak bisa bertahan di Jepang jika tidak menemukan perusahaan yang mau menerimanya, akhirnya dia menemukan agen yang bisa memperpanjang status tinggalnya untuk 1 (satu) tahun.
・ Dia membayar biaya sebesar 200.000 yen (sekitar 20 juta rupiah) dan telah mendapatkan status tinggal baru (Specialist in Humanities/ International Services visa atau visa kerja). Sekarang sedang proses mencari kerja.

 

【Isi Saran】

Saya kaget ketika mendengar konsultasi di atas. Alasannya, padahal di kenyataan dia baru lulus sekolah bahasa Jepang dan belum mendapat pekerjaan, tapi status tinggal yang tertulis di Residence Cardnya (semacam KTP untuk warga asing) adalah sebagai Pekerja dan bukanlah Pelajar.

Demi mendapatkan izin tinggal berstatus Specialist in Humanities/ International Services ini, Pertama-tama kamu harus mencari kerja dengan melamar ke perusahaan, melewati wawancara dsb. Jika tidak diterima kamu tidak bisa memperoleh status tinggal tersebut. Kenapa? Karena ketika ingin merubah status tinggal di kantor imigrasi, kamu dituntut untuk menyerahkan Surat Keterangan Kerja yang dibuat oleh tempat kerjamu.

Tetapi, jika mendengar dari ceritanya, sang klien tidak melakukan sendiri prosedur penggantian status tinggal tersebut. Bahkan dia sama sekali tidak tahu dokumen apa saja yang telah diserahkan ke pihak imigrasi.

Berdasarkan cerita dari orang yang telah diterima bekerja di Jepang, sebagian besar dari mereka melakukan perubahan status tinggal dengan cara menerima dokumen dari perusahaan dan pergi sendiri ke kantor imigrasi. Ada juga yang dilakukan di tempat kerjanya jika perusahaannya adalah perusahaan besar. Tapi, meski kita tidak pergi sendiri ke kantor imigrasi, bukankah seharusnya kita menerima data atau copy dari dokumen yang telah diserahkan?

Setelah mendengar cerita dari klien, perusahaan yang menerima uang 200.000 yen tersebut adalah agen yang melakukan prosedur penggantian status tinggal dengan cara membuat klien seolah diterima bekerja di perusahaan palsu secara resmi, lalu membuat dokumen yang selanjutnya diserahkan ke kantor imigrasi. Agen tersebut bukanlah perusahaan Jepang maupun Indonesia, tapi perusahaan dari negara lain.

Meskipun mendapatkan status tinggal, kalau caranya seperti ini, dia tidak akan bisa menjawab apabila datang pertanyaan dari pihak imigrasi seperti “Dimana dan seperti apa pekerjaannya? Apa nama perusahaan dan alamatnya?”. Sang klien sama sekali tidak tahu-menahu seperti apa dokumen yang telah diserahkan ke imigrasi, apalagi perusahaannya memang tidak ada di kenyataan. Masa nama dan alamat tempat kerja sendiri tidak tahu, mau dipikir seperti apapun rasanya tetap tidak wajar kan? Kelihatan jelas sekali kalau dia mendapatkan status tinggal dengan cara yang tidak sesuai.

Sang klien bertransaksi dengan agen karena dia tidak mengetahui keadaan dan tergolong orang berada. Selama kamu menetap di Jepang untuk waktu yang lama, kamu harus mendapatkan status tinggal yang sesuai dan tidak melakukan kegiatan selain yang diizinkan oleh kualifikasi tersebut. Kalau tidak ada perusahaan yang belum menerima, tidak ada alternatif lain selain pulang ke negara masing-masing.

 

【Keadaan Klien Setelah Itu】

Setelah beberapa waktu, saya bertanya lagi kepada klien tentang keadaannya sekarang. Sepertinya dia berhasil mendapatkan pekerjaan dan mendapat status tinggal untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Ketika menerima konsultasi yang saya terima kali ini, saya kaget karena ternyata ada juga perusahaan yang seperti itu. Mereka memberikan status tinggal dengan memanfaatkan uang dari orang-orang yang ingin menetap lama di Jepang dan tidak memiliki pengetahuan yang cukup. Tapi, jika mendapat status tinggal dengan cara seperti itu nanti bisa dideportasi (dipulangkan secara tidak hormat). Dan karena catatan tersebut akan tersimpan di imigrasi, ada kemungkinan juga kamu menjadi tidak bisa datang ke Jepang meskipun ingin (diblacklist).

Kalian semua tinggal di Jepang sebagai warga asing. Karena Jepang adalah negara yang ketat terhadap peraturan, saya ingin kalian mengetahui dan mematuhi segala peraturan yang ada.

Wawancara dengan Seorang Pekerja Wanita Indonesia di Jepang (bagian awal)

Jenis kelamin : Wanita
Asal Sekolah : D3 Jurusan Bahasa Jepang
Kemampuan Bahasa Jepang : N4 (lulus saat kuliah tahun pertama)

 
Selamat siang, Hanako(Nama samaran). Terima kasih sudah bersedia diwawancara di hari liburmu ini.. Mohon kerjasamanya.
Kapan Hanako pertama kali datang ke Jepang?

2 April 2014. Saya datang ke Jepang untuk belajar karena menerima beasiswa dari Monbukagakusho. Saya sekolah bahasa Jepang yang berada di Shinjuku selama 1 tahun.

 
Oh begitu ya. Menerima beasiswa dari Monbukagakusho artinya kamu memang ada keinginan untuk sekolah di Jepang ya? Awalnya, kenapa anda belajar bahasa Jepang?

Dari dulu saya berpikir ingin belajar bahasa asing lain selain bahasa Inggris. Mengapa selain bahasa Inggris, karena bahasa Inggris bisa dipelajari sendiri (tertawa). Saya lulusan jurusan bahasa Jepang di universitas di Indonesia, kenapa saya pilih bahasa Jepang, karena saya pernah mempelajari bahasa tersebut di bangku SMA dan mulai tertarik sejak saat itu. Jadi saya memutuskan kuliah bahasa Jepang karena ingin lebih mempelajarinya.

 
Oh begitu. Jurusan Bahasa Jepang di Indonesia terbagi menjadi S1 dan D3 kan ya? Kampus di daerah tempat tinggal Hanako tersedia 2 jenis strata pendidikan tersebut, mengapa memilih D3?

Saya memilh D3 karena bisa cepat lulus (tertawa). Di D3 kita bisa belajar bahasa jepang yang digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan Pariwisata dan Hospitality. Selain itu juga karena kita bisa lanjut S1 di pertengahan kuliah D3.

 
Begitu ya. Hebat sekali anda karena memilih dengan memiliki tujuan dan pertimbangan yang matang. Saya tidak tahu kalau ternyata bisa pindah ke S1 dari D3.
Bagaimana kehidupan sekolah bahasa Jepangmu saat tahun pertama?

Sekolah berlangsung Senin-Jumat jam 09:00-15:00. Pertengahan tahun pertama saya tidak bisa bekerja part time. Saya mencoba melamar di KFC atau restoran, tapi kemampuan bahasa Jepang saya dibilang belum bagus jadi tidak diterima oleh mereka.

 
Saya pikir orang yang bisa berbahasa Jepang dasar atau tingkat tertentu akan diterima karena KFC atau restoran sering kekurangan karyawan, tapi ternyata tidak begitu ya. Jadi, apakah setelah itu anda tidak kerja part time sama sekali?

Setelah itu saya kerja part time di restoran Unagi (belut) yang diperkenalkan oleh teman saya. Saya part time seminggu 2-3 kali, dengan 5 jam kerja per harinya. Pekerjaannya adalah menyiapkan acar atau minuman di dapur untuk para tamu. Isi restorannya sekitar 50 seat, dan upah per jamnya adalah 950 yen.

 
Saya tidak bisa mengatakan kalau upah 950 yen perjam adalah jumlah yang besar untuk daerah sekitaran Shinjuku, Tokyo. Tapi karena anda menerima beasiswa juga, penghasilan tersebut cukup untuk uang saku ya.

Belajar bahasa Jepang 3 tahun di Indonesia sama levelnya dengan belajar 1 tahun di Jepang (tertawa). Isi yang dipelajari sebagian sama dengan di Indonesia. Tapi karena kalau di Jepang yang mengajari adalah native, hasilnya berbeda. Saya berpendapat begini bukan karena saya pernah kuliah di jurusan Bahasa Jepang lho, saya pikir orang yang baru pertama kali belajar pun pasti akan berpikir begitu. Untuk orang yang ingin cepat pintar bahasa Jepang sebaiknya tidak usah kuliah bahasa Jepang di Indonesia, langsung sekolah bahasa Jepang di negaranya saja.

 
Ternyata memang belajar yang paling efektif itu kalau diajari oleh native ya (tertawa). Tidak salah jika saya bilang jika Jepang adalah lingkungan yang mendukung untuk menjadi pintar berbahasa Jepang karena kita tidak bisa hidup disini apabila tidak menggunakan bahasanya ya.
Anda kan melanjutkan sekolah ke akademi setelah lulus sekolah Bahasa Jepang, kenapa anda memilih untuk lanjut ke akademi?

Karena hobi saya adalah memasak, saya ingin lanjut ke Akademi Memasak dan mempelajari Washoku (masakan Jepang). Sebab itulah saya memutuskan lanjut ke akademi setelah lulus dari sekolah Bahasa Jepang.

 
Anda punya tujuan konkret sejak sebelum datang ke Jepang ya. Orang yang seperti itu menurut saya hebat sekali karena mereka akan tetap berjuang meskipun ada rintangan demi mencapai tujuan.
Bagaimana dengan kehidupan akademi anda?

Kuliah di akademi berlangsung dari Senin sampai Jumat selama 2 tahun. Ada hari dimana kuliah berlangsung dari pagi sampai malam, ada juga yang hanya sampai siang.
Tahun pertama saya mempelajari masakan cina, masakan barat, pastry, dan lainnya. Awalnya saya tidak mengerti sama sekali isi kuliah karena banyaknya istilah khusus dan cepatnya tempo berbicara para dosen. Akhirnya saya bisa mengerti juga setelah menjalani kuliah selama setengah tahun.

 
Ternyata tetap susah ya meskipun sudah sekolah bahasa Jepang selama 1 tahun. Bagi orang Jepang pun pasti susah jika konentarsi keahlian yang diambil berbeda. Awalnya pasti menderita sekali ya. Anda pasti sudah berjuang keras.

Pertama-tama dosen akan melakukan demo saat praktek memasak, berkat itu saya mengerti karena melihatnya. Tapi saya tidak mengerti resep yang ditulis (tertawa).
Saya sangat menikmati saat-saat praktek tersebut karena bisa makan makanan enak.

 
Karena semuanya ingin menjadi seorang professional, kelihatannya masakannya enak ya. Saya juga ingin coba (tertawa).
Saat saya mewawancarai siswa asing yang bersekolah di bidang fashion, saya dengar mereka menghabiskan banyak uang karena harus membeli kain dan peralatan lain sendiri. Apakah sekolah masak juga begitu?

Ya. Saya membayar sekitar 300.000 yen khusus untuk membeli pisau, seragam, buku pelajaran, dan lainnya (tidak termasuk uang sekolah).

 
Ternyata memang begitu ya. Kalau begitu, apakah anda menghasilkan uang dari melanjutkan kerja part time yang tadi disebutkan?

Saya bekerja di restoran Unagi (belut) tersebut selama kurang lebih 1 tahun, lalu setelah itu ganti ke restoran yang dekat dengan akademi saya. Tempat itu juga dikenalkan oleh teman saya, upah perjamnya 1000 yen. Saya kerja disitu dengan jam kerja yang sama dengan part time yang saya lakukan saat sekolah bahasa Jepang.

 
Sudah saya duga pasti anda kerja part time di tempat yang bisa sekalian belajar masak ya. Seperti apa pekerjaannya?

Saya bekerja di dapur. Di sini saya menghasilkan banyak pengalaman lho (tertawa).

 
Tolong ceritakan pengalaman tersebut (tertawa).

Masih banyak hal yang tidak saya mengerti meskipun saat itu saya mempelajari tentang masak karena masih mahasiswi. Padahal spesialisasi saya Washoku (masakan Jepang), tapi saya bahkan tidak tahu cara membuatnya ataupun cara mengasah pisau. Salah satu teman kerja saya adalah lulusan sekolah masak, lalu saya dimarahi dan dibilang tidak memiliki tanggung jawab sebagai seorang koki.
Setelah itu, apabila saya membuat kesalahan sekecil apapun, saya akan diomeli dengan suara besar, saya takut sekali. Karena orang-orang tempat saya bekerja dulu (restoran Unagi/ belut) baik sekali, saya merasakan perbedaan yang sangat mencolok. Di restoran Unagi, jarak dengan tamu hanya dipisahkan oleh meja kaunter, di resto Washoku ini dapurnya berada di tempat yang tidak terlihat oleh tamu, mungkin ada hubungannya juga disitu.
Tapi saya juga pernah diperlakukan baik kok. Karena pisau yang saya punya tidak terlalu tajam, senior tersebut meminjamkan pisau Jepangnya. Saya sangat berterimakasih karena berkat itu saya lulus di ujian sekolah.

 
Oh begitu ya. Ada orang yang berpikir bahwa memasak adalah dunia keahlian. Menyuruh belajar hanya dengan melihat tanpa penjelasan ya. Atau mungkin saja Hanako diperlakukan lebih tegas daripada orang lain karena Hanako seorang junior. Bisa juga karena dia memang orang yang menyebalkan (tertawa).
Bagaimanapun juga, anda beruntung ya karena bisa punya banyak pengalaman dari kerja part time tersebut. Karena menurut saya pengalaman pertama kali di Jepang tersebut adalah cerita yang sangat berharga.

Berat sih, tapi karena saya memang ingin kerja part time yang berhubungan dengan memasak, saya berjuang untuk melanjutkannya sampai lulus.

 
Anda sudah bertahan di lingkungan yang pahit ya. Bagaimana dengan proses mencari kerja full time?

Awalnya saya bingung, apakah sebaiknya mencari kerja full time atau pulang ke Indonesia. Akhirnya saya memutuskan untuk mencari kerja yang berhubungan dengan Washoku (masakan Jepang). Ada juga lowongan yang masuk ke sekolah, tapi sayang sekali saya tidak bisa mengikuti tahap wawancara karena yang dibutuhkan adalah orang Jepang.

 
Begitu ya. Padahal bagus sekali ya apabila siapapun bisa mencari pekerjaan di bidang itu untuk menyebarkanluaskan Washoku (masakan Jepang) yang merupakan budaya Jepang tersebut.
Apa yang anda lakukan setelah mengetahui susahnya menemukan pekerjaan melalui sekolah?

Saya diperkenalkan sebuah restoran oleh senior di tempat part time setelah saya bilang kepadanya kalau saya ingin cari kerja.
Pertama-tama saya menyiapkan Daftar Riwayat Hidup, lalu saya diterima setelah 3x wawancara dengan kepala bagian, direktur, dan kepala bagian Washoku.
Saya mulai cari kerja sekitar bulan Oktober, dan saya diterima pada bulan Maret.

 
Butuh waktu sekitar 6 bulan ya. Pekerjaan memasak bidang Washoku (masakan Jepang) jumlahnya pasti sedikit dibanding pekerjaan biasa. Pasti berat sekali ya saat mencari kerja, tapi kamu sudah berjuang keras ya!

Ya. Semacam tantangan juga buat saya karena perusahaan yang menerima ternyata pertama kali mempekerjakan orang asing. Saya tidak begitu mengerti cara mendapatkan visa dengan status pekerja (tertawa). Tapi mereka menyiapkan data-data dan memastikan semuanya untuk saya, lalu saya pergi sendiri ke Imigrasi untuk mengurus visa.

 
Pertama kalinya mempekerjakan orang asing. Kesempatan akan makin luas apabila makin banyak perusahaan yang seperti itu ya. Omong-omong, apakah ada hal yang paling berkesan saat proses mencari kerja tersebut?

Di Jepang harus cepat mencari kerja ya. Kalau di Indonesia mencari kerjanya setelah lulus, di Jepang harus mencari kerja sebelum lulus. Lalu, harus memakai suit (setelan jas lengkap) saat wawancara. Untung saya punya karena saat masih di akademi, setelan jas dibutuhkan saat kuliah hospitality atau saat kunjungan ke hotel. Bagi yang tidak punya, harus beli baru.

 
Iya sih ya. Jepang lebih unik dibanding negara lain, dimana mencari dan memutuskan ingin bekerja dimana sebelum lulus itu adalah hal yang biasa.
Kemudian karena Jepang memulai awal tahunnya pada bulan April, akan sulit mencari kerja di Jepang bagi yang kuliah di negara lain karena waktu kelulusannya berbeda.

Karena saya diputuskan untuk bekerja di bidang memasak setelah masuk perusahaan, saya langsung magang di salah satu gerainya setelah mendapat surat penerimaan.

 
Oh begitu. Seperti apa magangnya?

Jam kerjanya ditentukan oleh shift. Hari yang panjang dimulai dari jam 10:00-23:30. Yang dilakukan juga memasak. Tempat magangnya jauh dari rumah jadi perjalanannya membutuhkan waktu 2,5 jam sekali jalan.
Waktu istirahat seharusnya 2 jam, tapi ada juga hari dimana kalau persiapannya belum selesai jam istirahatnya makin pendek.
Pekerjaannya pun menuntut harus selalu berdiri. Sangat berat karena tidak ada istirahat karena harus melakukan persiapan untuk esoknya meskipun tidak ada tamu maupun tidak ada order.

 
Sudah jam kerjanya panjang, ditambah 4 jam perjalanan bolak-balik. Kelihatannya 1 hari saja sudah capek sekali ya.

Kokinya bukan orang yang galak, tapi saya merasa kurang cocok dengan beliau. Saya hampir tidak pernah diajari karena disuruh untuk mengingat cara memasak hanya dengan melihat. Saat kokinya libur, ada saat dimana saya harus memotong Maguro (tuna). Tapi karena tidak punya pisau khusus memotong Maguro (tuna), saya memakai pisau pribadi. Pisau saya malah rusak….
Karena tidak pernah diajari, tentu saja banyak hal yang tidak saya mengerti, tapi saya malah diperingatkan gara-gara itu sehingga saya jadi stress. Padahal masih magang tapi sudah seperti itu.

 
Terasa sekali dunia keahliannya ya. Apabila tidak diajari seperti halnya perlakuan ke orang Jepang, benar-benar perusahaan yang lingkungan kerjanya keras ya.

Saya pernah mengalami kesulitan seperti itu. Perasaan ragu saya untuk bekerja di perusahaan tersebut bertambah dikarenakan kehigienisan yang tidak begitu dijaga, padahal mereka menjalankan restoran.
Lalu, saya memutuskan untuk berhenti dari perusahaan tersebut meskipun belum tahu mau kerja dimana setelah keluar. Saya berpikir mungkin lebih baik pulang ke Indonesia apabila tidak juga menemukan pekerjaan. Habis saya sudah capek dengan kehidupan yang hanya bisa tidur jika sampai di rumah (tertawa).

 
Apakah kamu tidak dicegah saat menyampaikan niat untuk berhenti kerja?

Ya, awalnya dicegah. Saya membuat shock kepala bagian saat pertama kali konsultasi. Apalagi mereka sudah menyiapkan banyak dokumen karena pertama kali mempekerjakan orang asing, dan sepertinya mereka menaruh harapan terhadap saya.
Oleh sebab itu saya bilang untuk saya coba pertimbangkan lagi. Setelah berpikir selama 3 hari, ternyata saya memang tidak mau lanjut dan memutuskan untuk berhenti. Kehidupan terasa sangat berat padahal baru kerja selama 2 bulan. Meskipun hanya magang, tapi saya pikir pengalaman ini bukan hal yang sia-sia.
Pekerjaan yang berhubungan dengan service (termasuk restoran) adalah pekerjaan yang super sibuk. Teman saya pernah kerja di café dan dia memutuskan untuk pulang ke Indonesia setelah 2 tahun karena pekerjaannya yang berat.

Iya sih ya (tertawa). Seperti yang anda katakan, karena tenaga kerja di bidang service tidak cukup, mereka mengandalkan part time para mahasiswa asing. Mulai sekarang pun akan makin tidak cukup. Masyarakat Jepang harus berpikir sekali lagi, karena kehidupan praktis yang telah dicapai sekarang ini ada berkat kekuatan para pelajar kulit hitam.
Nah, Hanako yang memiliki pengalaman seperti ini, sekarang sudah bekerja di perusahaan lain kan ya? Sebenarnya saya ingin bertanya lebih lanjut tentang itu, tapi lebih baik saya akhiri sekarang supaya tidak makin panjang (tertawa). Tolong ceritakan kisah selanjutnya di lain kesempatan ya!

Budaya Kerja Orang Jepang

Konnichiwa sahabat すかSUKI semuanya!

Di artikel sebelumya kita pernah membahas tentang tahap melamar kerja di Jepang. Nah, pasti kamu mau tahu dong, seperti apa sih budaya kerja japanese? Kita perlu tahu supaya tidak kagok saat bekerja dengan mereka.
Jika kita sudah menyelesaikan pendidikan dan siap menghadapi dunia luar, maka kita akan disebut dengan sebutan 社会人(しゃかいじん) (shakaijin: anggota masyarakat). Menjadi shakaijin, itu berarti kita juga harus siap untuk menjadi orang dewasa sepenuhnya yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri, maupun harus mampu mempunyai manner yang baik. Jadi, jangan heran kalau menjadi shakaijin di Jepang itu sedikit berat.
Untuk penjelasan lebih lanjut tentang budaya kerja mereka, lanjut baca saja deh!

 

1. Disiplin

Seperti yang kalian pastinya sudah tahu semua, orang Jepang itu perfeksionis. Yes! Benar sekali. Mereka perfeksionis sehingga terkesan kaku karena tingkat kedisiplinannya yang tinggi. Mereka bekerja dengan jadwal yang tertata rapi dengan waktunya yang mereka perhitungkan dengan teliti. Jadi jangan sampai kalian terlambat karena hal yang tidak jelas ya, karena image adalah hal yang sangat penting saat bekerja disana. Sekalinya imagemu jelek, susah untuk mengembalikan kepercayaan mereka terhadap kamu.

 

2. Detail

Hmm.. ada yang tau apa maksud detail disini? Detailnya yang dimaksud adalah, mereka selalu memperhitungkan segalanya sampai yang menurut kita tidak penting sekalipun. Misalnya nih, mereka mau membuat pintu. Kalau kalian, apa yang kalian pikirkan saat mau membuat pintu? Warna? Bentuk? Ukuran? Ada lagi? Kalau mereka, selain hal yang disebutkan tadi, mereka juga akan memikirkan ‘Permukaannya mau dibuat seperti apa, bahaya atau tidaknya kalau anak kecil yang memakai, dsb dsb’. Tapi justru itu yang menyebabkan barang-barang yang mereka buat itu pasti berkualitas dan aman digunakan oleh siapa saja.

 

3. Budaya lembur

Saya tidak tahu apakah ini bisa disebut sebagai budaya atau tidak, karena hampir sebagian besar warga Jepang tidak pulang tepat waktu. Sistem kerja mereka adalah berangkat awal pulang akhir. Mereka biasanya lembur minimal 1 jam. Jadi kalau jam pulang mereka seharusnya jam 18.00, mereka akan tetap kerja sampai sekitar jam 19.00-21.00. Maka dari itu, pemerintah Jepang sekarang sedang gencar menggalakkan peraturan untuk meminimalkan lembur serta menganjurkan warganya untuk segera pulang dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

 

4. Dedikasi tinggi

Orang Jepang itu totalitas dalam segala hal, begitu juga dalam pekerjaan. Kalau di atas tadi saya menyebutkan mereka suka lembur dan pulang terlambat, mereka juga suka masuk kerja minimal 30 menit sebelumnya. Alasannya? Menyiapkan pekerjaan yang mau mereka lakukan hari itu. Wow. Mereka juga tidak suka menunda-nunda pekerjaan. Karena itulah hasil pekerjaan mereka selalu bagus dan tidak pernah molor.

 

5. Sistem vertikal

Untuk sistem kerja, mereka masih menerapkan budaya 先輩(せんぱい) (senpai: senior) dan 後輩(こうはい) (kohai: junior) yang kuat. Dengan senior saja kita harus hormat sekali, apalagi dengan atasan. Pemakaian bahasa adalah salah satunya. Kita wajib memakai bahasa sopan (yang biasa diakhiri dengan です (desu) atau ます (masu) terhadap mereka. Hati-hati, jangan sampai memakai bahasa gaul yang biasa kita dengar di anime atau drama seperti saat bicara dengan teman ya!

 

6. Tidak ada musik saat bekerja

Kontras dengan di Indonesia, di Jepang tidak ada yang mendengarkan musik sambil bekerja. Jika tempat kerjanya adalah hotel, tempat makan, atau tempat yang berhubungan dengan leisure, jelas tersedia musik tapi jenisnya pun disesuaikan dengan tempatnya (jika hotel maka akan dilantunkan musik jazz atau sejenisnya), tapi kalau kamu kerja di kantor tidak akan ada musik, karena para karyawan harus konsentrasi secara maksimal. Konon, musik yang ada lirik lagu di dalamnya disebut-sebut malah mengganggu konsentrasi dan membuat pekerjaan menjadi lebih lamban lho!

 

7. Tidak ada pembedaan pekerjaan

Kerja di Jepang, kita harus siap melakukan apa saja. Melakukan apa saja yang saya maksud disini adalah kita harus bisa melakukan apapun, bahkan pekerjaan yang tidak kita sukai. Jadi, jangan pilih-pilih kerjaan ya, guys! Dengan adanya budaya ini, justru malah membuat mereka tidak meremehkan pekerjaan apapun, karena menurut mereka semua jenis pekerjaan itu sama mulianya.

 

8. Tidak ada cleaning service di kantor

Kalau kamu nantinya bekerja di kantor, jangan kira kalau keadaannnya akan sama dengan di Indonesia ya, guys, karena disana itu serba DIY alias Do It Yourself. Jadi kamu harus bisa membersihkan meja kerjamu sendiri tanpa perlu menunggu dibersihkan oleh cleaning service. Tidak hanya meja kerjamu sendiri, untuk ruangan yang dipakai bersama pun harus langsung dibersihkan sendiri setelah dipakai.

 
Cukup sekian dulu untuk artikel kali ini. Jangan takut untuk kerja di Jepang, karena orang Jepang itu benar-benar baik hati dan selalu peduli dengan karyawannya kok! Semangat!

Perubahan Upah Minimun 2017

Sekitar bulan Oktober setiap tahunnya, selalu ada informasi mengenai perubahan Upah Minimum Kerja. Tahun ini pun periode tersebut akan segera tiba dan perubahan Upah Minimum untuk setiap Prefekturnya sudah diumumkan.

 

【Upah Minimum setiap Prefektur】

Nomor / Nama Perfektur / Upah Minimum(Yen) Per Jam
1. Hokkaido 810
2. Aomori 738
3. Iwate 738
4. Miyagi 772
5. Akita 738
6. Yamagata 739
7. Fukushima 748
8. Ibaraki 796
9. Tochigi 800
10. Gunma 783
11. Saitama 871
12. Chiba 868
13. Tokyo 958
14. Kanagawa 956
15. Niigata 778
16. Toyama 795
17. Ishikawa 781
18. Fukui 778
19. Yamanashi 784
20. Nagano 795
21. Gifu 800
22. Shizuok 832
23. Aichi 871
24. Mie 820
25. Shiga 813
26. Kyoto 856
27. Osaka 909
28. Hyogo 844
29. Nara 786
30. Wakayama 777
31. Tottori 738
32. Shimane 740
33. Okayama 781
34. Hiroshima 818
35. Yamaguchi 777
36. Tokushima 740
37. Kagawa 766
38. Ehime 739
39. Kochi 737
40. Fukuoka 789
41. Saga 737
42. Nagasak 737
43. Kumamoto 737
44. Oita 737
45. Miyazaki 737
46. Kagoshima 737
47. Okinawa 737

 

【Waktu berlaku perubahan Upah Minimum】

Biasanya setiap daerah menetapkan perubahan Upah Minimum mulai tanggal 1 Oktober, tapi di beberapa daerah menetapkan tanggal yang berbeda. Berikut adalah daerah yang menetapkan tanggal berbeda:
・Osaka : 30 September
・Aomori, Yamagata, Tottori, Saga, Nagasaki, Miyazaki : 6 Oktober
・Shizuoka : 4 Oktober
・Shiga, Tokushima : 5 Oktober
・Gunma : 7 Oktober

Di kota-kota besar seperti Tokyo, banyak pekerja yang mendapatkan upah perjam lebih tinggi dari Upah Minimum Perjam. Namun karena di daerah juga menerapkan Upah Minimum maka, pada periode ini ada pula orang yang Upah Kerja Perjamnya naik.

Rata-rata para pelajar asing yang bekerja paruh waktu, upah yang diterima pada bulan Oktober dihitung dari jam kerja selama bulan September. Sehingga, standar upah baru akan didapatkan ketika menerima upah di bulan November.

Di bawah ini terdapat link dimana kalian dapat melihat seperti apakah kenaikan Upah Kerja Perjam sejak tahun 2002. Bagi kalian yang tertarik, silakan klik saja link berikut ini;
http://www.mhlw.go.jp/file/06-Seisakujouhou-11200000-Roudoukijunkyoku/0000175631.pdf

Hal yang Dilarang Dalam Kontrak Kerja

Undang-undang standar tenaga kerja adalah hukum yang melindungi pekerja, karena itu perusahaan tidak diperbolehkan membuat peraturan yang mengekang pekerjanya tanpa alasan yang jelas.
Di bawah ini kami paparkan hal yang dilarang dalam kontrak kerja.

 
〇Jika pekerja melakukan pelanggaran terhadap kontrak kerja, maka harus membayar denda yang telah ditetapkan.
Contohnya ada ketentuan seperti; jika telat maka pegawai harus membayar 50,000 yen, dan jika merusak inventaris perusahaan maka didenda 10,000 yen. Tidak masalah jika pegawai tidak mematuhi ketentuan ini, tapi jangan protes kepada perusahaan jika dikemudian hari ada pemotongan gaji sesuai dengan jam kerja yang dilewatkan.

 
〇Jika perusahaan meminjamkan uang pada pegawainya dan menjadikan pekerjaan sebagai suatu syarat sehingga kemudian dipaksa bekerja, dan tidak diperbolehkan resign.
Contoh : Seorang pekerja membeli rumah dengan memperoleh pinjaman dari perusahaan sebanyak 10,000,000 yen. Ketika resign maka perusahaan memintanya untuk membayar pinjaman tersebut.

Contoh kasus diatas, perusahaan meminjamkan uang kepada pegawainya yang Ingin membeli rumah namun tidak mempunyai tabungan. Tetapi jika pegawai memutuskan untuk resign dari perusahaan tersebut, secara otomatis ia harus mengembalikan pinjaman dengan penuh kepada perusahaan. Dengan syarat ini, pegawai akan lebih sulit untuk resign dan secara tidak langsung kita dipaksa untuk terus bekerja di perusahaan tersebut. Oleh karena itu, hal seperti ini tidak diperbolehkan.

Berbeda halnya jika ada kesepakatan antara pegawai dan perusahaan. Hal ini diperbolehkan apabila dari gaji bulanan yang diterima tidak berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari, seandainya dari gaji tersebut dipotong untuk membayar uang pinjaman dari perusahaan.

 
〇Mendanai perusahaan dari uang retribusi para pekerja secara paksa
Contoh : Perusahaan dengan semena-mena memotong 10,000 yen dari gaji pegawai setiap bulannya untuk tour perusahaan.
Gaji yang seharusnya diterima oleh pegawai tetapi dikumpulkan oleh perusahaan secara sepihak adalah pelanggaran hukum. Tapi tidak masalah jika ada persetujuan dari pegawai untuk melakukan prosedur tersebut.

 
「すかSUKI」juga menerima konsultasi berkaitan tentang pekerjaan, jika menemukan kesulitan jangan sungkan untuk menghubungi kami.

Peraturan tentang Pembayaran Upah

Hari paling menyenangkan bagi seorang pekerja, pastinya adalah hari gajian. Dengan adanya gaji ini tentunya semua pekerja kantoran maupun pekerja paruh waktu akan lebih sungguh-sungguh dalam bekerja. Tak dapat disangkal bahwa di negara manapun, gaji merupakan salah satu motivasi dalam bekerja.

Jepang memiliki banyak peraturan yang mengatur tentang pekerjaan. Salah satu dari banyaknya peraturan yang ada adalah “Standard Labor Acts”, di mana peraturan ini juga membahas tentang peraturan pembayaran upah atau gaji karyawan.

 

【5 Prinsip Pembayaran Upah】

Para pekerja dapat memenuhi kebutuhan hidupnya karena adanya “upah” yang mereka terima. Bila perusahaan menentukan sendiri cara pembayaran upah pekerjanya secara bebas, kemungkinan pekerja menjadi tidak bisa mengatur kebutuhan hidupnya sehari-hari. Oleh karena itu, Standard Labor Acts menentukan peraturan-peraturan seperti yang tertera di bawah ini.

①Prinsip Pembayaran Mata Uang
“Upah” harus dibayarkan secara tunai. Karenanya, walaupun perusahaan tempat teman-teman bekerja adalah perusahaan di bidang pangan, perusahaan tidak boleh membayar teman-teman dengan kue atau roti sebagai pengganti uang tunai. Tetapi, jika ada persetujuan dari pekerja, perusahaan bisa menggaji karyawan dengan cara lain seperti mentransfer uang ke rekening bank pekerjanya. Zaman sekarang, mentransfer gaji ke rekening menjadi cara yang paling banyak dianut oleh kebanyakan orang, karena menyerahkan gaji dalam bentuk tunai kurang efisien dan akan sangat berbahaya jika membawa uang dalam jumlah besar.

②Prinsip Pembayaran Langsung
“Upah” harus dibayarkan langsung kepada pekerja yang bersangkutan. Hal yang sama pun berlaku jika upah tersebut ditransfer melalui rekening bank. “Upah” tidak bisa ditransfer ke rekening orang tua atau teman karena alasan si pekerja tidak mempunyai rekening bank sendiri. Bila ada perusahaan yang melakukan hal ini, maka bisa dibilang perusahaan tersebut memiliki kesalahan dalam penanganan pemberian upah kepada pekerjanya.

③Prinsip Pembayaran Penuh
“Upah” harus dibayar secara penuh, jadi dalam perjanjian kerja dinyatakan bahwa upah pekerja 200.000 yen, maka pekerja harus digaji penuh sebanyak 200.000 yen. Tetapi ada 2 kasus pengecualian dalam hal pemotongan gaji. Kasus pertama adalah pemotongan gaji berdasarkan hukum yang berlaku, seperti pemotongan untuk pajak penghasilan dan asuransi sosial. Kasus kedua adalah pemotongan gaji dari kantor atas persetujuan dari karyawannya melalui pengurusan Roushi Kyoutei*.
(*Roushi Kyoutei berarti Perjanjian Buruh Manajemen. Perjanjian ini dilakukan antara manajemen dan karyawan dalam bentuk tertulis.)

④Prinsip Pembayaran Lebih dari Sekali Setiap Sebulan
“Upah” harus dibayarkan lebih dari sekali setiap satu bulan. Kapankah gaji akan dibayarkan tergantung pada isi yang tertulis dalam perjanjian kerja teman-teman, misalnya saja pembayaran gaji bulanan sebulan sekali atau gaji mingguan yang dibayarkan seminggu sekali.
Jika upah dibayarkan lebih dari satu kali dalam satu bulan, berapa kali pun pekerja menerima upah tidak masalah.Sebaliknya, prinsip pembayaran upah tidak mengakui pembayaran upah setiap dua bulan sekali.

⑤Prinsip Pembayaran pada Tanggal yang Ditetapkan
Pekerja akan kesulitan jika menerima gaji pada tanggal berbeda setiap bulannya. Oleh karena itu, perusahaan harus menentukan kapan mereka harus memberikan gaji kepada karyawannya.
Misalnya saja, gajian setiap tanggal 25 atau di hari terakhir setiap bulannya. Perusahaan tidak boleh menentukan hari pemberian gaji seperti misalnya antara tanggal 25 hingga akhir bulan.
Tetapi, “upah” khusus seperti bonus tidak perlu mengikuti peraturan seperti ini.

“upah” adalah hal penting dalam kehidupan kita. Pastikan untuk selalu memastikan isi perjanjian kerja ketika teman-teman mau masuk ke suatu perusahaan. Mari Pastikan juga apakah perusahaan tempat teman-teman bekerja telah mengikuti prinsip-prinsip yang tertera di atas.

Bila ada hal-hal yang ingin ditanyakan, jangan ragu untuk menghubungi すかSUKI.

“Labor Standards Act” yang Juga Berlaku untuk Warga Negara Asing

【Terus Bertambahnya Warga Negara Asing yang Bekerja di Jepang】

Orang asing yang bekerja di Jepang semakin bertambah. Pada akhir Oktober 2016, jumlah pekerja asing mencapai kurang lebih 1.080.000 orang. Jumlah ini adalah jumlah terbanyak sejak dimulainya perhitungan jumlah pekerja asing di Jepang.

Jumlah angka kelahiran yang terus menurun mengakibatkan jumlah SDM di Jepang akan semakin menurun. Alhasil, jumlah pekerja asing di Jepang dipastikan akan terus bertambah. Tetapi, sebenarnya ada berapa banyak pekerja asing yang benar-benar mengerti undang-undang dan peraturan di Jepang?

Kebanyakan dari perusahaan di Jepang menggunakan bahasa Jepang dalam pekerjaannya, termasuk dalam pembuatan perjanjian-perjanjian. Karena itu, mungkin banyak pekerja yang beranggapan bahwa mereka bisa bekerja hanya karena memiliki visa. Walaupun sebenarnya para pekerja ini tidak mengetahui persis peraturan-peraturan lain yang berlaku di Jepang.

Sebenarnya hal ini juga berlaku untuk orang Jepang sendiri. Sewaktu diterima di suatu perusahaan, ada perusahaan yang menjelaskan perjanjian kerjanya, tetapi ada juga perusahaan yang hanya menyerahkan perjanjian kerja dan meminta tanda tangan tanpa menjelaskan apapun. Oleh karena itu, belum tentu pekerja di Jepang memahami secara pasti peraturan-peraturan yang berlaku.

 

【Labor Standards Act yang Berlaku untuk Semua Pekerja】

Jepang memiliki undang-undang bernama “Labor Standards Act”, sebuah peraturan yang berlaku untuk semua pekerja. Labor Standard Act adalah sebuah undang-undang yang mengatur standar minimum persyaratan kondisi kerja, termasuk di dalamnya prinsip serta keputusan untuk persyaratan kondisi kerja. Semua pekerja, baik orang Jepang maupun orang asing, dilindungi oleh undang-undang ini.

Peraturan standar ini tidak hanya berlaku untuk pekerja tetap yang telah menerima gaji bulanan, tapi juga berlaku untuk pekerja kontrak yang masa kontraknya telah ditetapkan, pekerja paruh waktu, dan juga part-timer.

Labor Standards Act berlaku untuk orang-orang berikut ini.
① Orang yang bekerja sebagai penerjemah atau interpreter
② Orang yang datang ke Jepang melalui EPA dan bekerja di panti jompo atau rumah sakit
③ Orang yang bekerja di suatu perusahaan sebagai trainee/magang
④ Orang yang sedang menimba ilmu di universitas atau Sekolah Bahasa Jepang, telah mendapatkan izin dan sedang bekerja paruh waktu

“Labor Standards Act” berlaku untuk semua orang di atas. Ngomong-ngomong visa yang dimiliki orang-orang di atas berbeda, dengan orang nomor ① memiliki visa “Engineer/Specialist in Humanity/International Service”, nomor ② dan ③ memiliki visa “Designated Activities”, dan nomor ④ memiliki visa “Students”.

Selain orang asing yang memiliki perusahaan di Jepang, pada dasarnya “Labor Standars Act” berlaku untuk semua pekerja asing yang bekerja di Jepang. Karenanya, kami menyarankan agar teman-teman yang berencana bekerja di Jepang untuk mengetahui isi peraturan ini terlebih dahulu.

Pada artikel selanjutnya, すかSUKI akan membahas lebih dalam mengenai isi dari “Labor Standards Act”.

Aplikasi untuk Muslim Pengunjung Jepang

Indonesia adalah negara dengan penduduk beragama Islam terbanyak. Sedangkan dari jumlah penduduk Jepang, kurang lebih hanya 1% yang beragama Islam. Itupun kebanyakan adalah warga pendatang dari Indonesia, Pakistan, Bangladesh, dan Iran. Ketika kita berkunjung ke Jepang, perbedaan ini akan sangat terasa. Bukan hanya kurangnya wanita yang menggunakan hijab, teman-teman beragama Islam akan mengalami kesulitan dalam berbagai hal seperti tidak tahu waktu sholat dan juga mencari makanan halal.
Untuk mengantisipasi hal di atas, artikel すかSUKI kali ini akan memperkenalkan satu aplikasi yang dapat teman-teman ber agama Islam gunakan ketika berada di Jepang.

 

Muslim Pro

Gambar 1 : Aplikasi Muslim Pro

 
Muslim Pro adalah aplikasi yang diperuntukkan untuk orang beragama Muslim. Muslim Pro bisa didownload di Play Store (Android) maupun App Store (iOS). Untuk menggunakan Muslim Pro, teman-teman harus mempunyai jaringan internet dan mengaktifkan GPS handphone kalian.
Untuk internet, teman-teman dapat menggunakan berbagai cara. Untuk teman-teman yang ingin berwisata ke Jepang, teman-teman bisa membeli paket internet luar negeri di provider kalian masing-masing, menyewa portable wifi selama di Jepang, atau menggunakan wifi gratis yang tersedia di banyak tempat di Jepang.
Muslim Pro juga tersedia dalam berbagai bahasa, baik Indonesia, Inggris, maupun Jepang.

 
 

Jadwal Sholat

Jepang memiliki waktu sholat yang berbeda dengan Indonesia. Juga ditambah dengan hampir tidak adanya Masjid dan Mushola yang mengumandangkan Adzan, bisa saja teman-teman melewatkan waktu untuk sholat. Muslim Pro dapat menunjukkan waktu sholat serta mengingatkan teman-teman untuk sholat dengan fungsi alarm.

 

Gambar 2 : Waktu Sholat dan Fungsi Alarm

 
 

Masjid Terdekat

Bila teman-teman berada di Jepang, mungkin ada saatnya kalian harus sholat di tempat terbuka karena tidak adanya tempat sholat. Muslim Pro dapat membantu teman-teman dengan menunjukkan Masjid atau tempat sholat terdekat yang dapat teman-teman gunakan.

 

Gambar 3 : Masjid Terdekat dari Tempat Teman-Teman Berada

 
 

Arah Kiblat

Selain Masjid, tentu saja teman-teman bisa sholat di tempat kerja, sekolah, atau rumah. Pada saat seperti ini, teman-teman harus tahu arah kiblat untuk sholat. Muslim Pro dilengkapi dengan fungsi kompas yang dapat membantu teman-teman untuk mencari arah kiblat.

 

Gambar 4 : Kompas untuk Menentukan Arah Kiblat

 
 

Restoran Halal

Nah, ini adalah fungsi paling penting ketika teman-teman berkunjung ke Jepang. Muslim Pro dapat membantu teman-teman untuk mencari restoran halal di Jepang! Untuk menggunakan fungsi ini pilih Lain -> Tempat Halal. Dengan fungsi GPS, Muslim Pro dapat mencari dan menuntun teman-teman ke restoran halal yang teman-teman inginkan.

 

Gambar 5 : Restoran Halal Terdekat

 
Ketika berada di negara lain yang bukan mayoritas Islam, akan banyak masalah-masalah yang menanti. Dengan bantuan aplikasi seperti Muslim Pro diharapkan teman-teman dapat menikmati wisata atau juga kehidupan di Jepang tanpa melupakan kewajiban sebagai seorang muslim.

My Number

【Apa itu My Number?】
Sejak bulan Januari 2016, Jepang telah memulai sistem baru yang bernama “My Number” (Nomor Individu). My Number adalah 12 digit nomor yang diberikan kepada orang yang terdaftar sebagai penduduk Jepang, termasuk di dalamnya adalah warga negara asing.

Sekretariat Kabinet: My Number (Sistem jaminan sosial, pajak, dan tanggap bencana)
Bahasa Indonesia
http://www.cao.go.jp/bangouseido/pdf/lang/12.pdf

 

【Mengapa ada sistem My Number?】
Sebelum adanya sistem My Number, informasi pribadi seperti izin tinggal, nomor pensiun, nomor kartu asuransi kesehatan, dll. dapat dipastikan dengan nomor masing-masing sesuai sistem (nomor-nomor ini masih berlaku dan bisa digunakan). Tetapi, pengawasan informasi setiap sistem memiliki data base yang berbeda, sehingga jumlah pekerjaan menjadi banyak dan pemerintah tidak dapat saling berbagi informasi yang membuat efisiensi berkurang.

Karenanya, sistem My Number di mana kita dapat mengetahui seluruh informasi seorang individu dengan hanya satu nomor saja diberlakukan. Dengan menggunakan satu nomor, kerja pemerintah akan menjadi lebih efisien dan tingkat kepraktisan yang dirasakan warga akan semakin meningkat.

My Number digunakan ketika kita akan mengurus hal-hal yang berhubungan dengan jaminan sosial, pajak, dan tanggap bencana.

 

【My Number dimiliki oleh warga negara asing yang terdaftar sebagai penduduk Jepang】
Apakah semua warga negara asing yang datang ke Jepang akan mendapatkan My Number? Jawabannya adalah TIDAK. Contoh warga negara asing yang bisa mendapatkan My Number adalah orang-orang yang menetap di Jepang selama lebih dari 3 bulan dan orang-orang yang mendaftarkan diri sebagai penduduk Jepang. Oleh sebab itu, para wisatawan yang datang ke Jepang dalam jangka waktu pendek tidak perlu mendaftar sebagai penduduk Jepang dan tidak bisa mendapatkan My Number.

 

【Kapan kita menggunakan My Number?】
Seperti yang telah dijelaskan di atas, My Number digunakan ketika kita akan mengurus hal-hal yang berkaitan dengan jaminan sosial, pajak, dan tanggap bencana. Kalau begitu, jika teman-teman tinggal di Jepang, kapankah kita perlu menggunakan My Number? Jawaban terbaik adalah ketika teman-teman bekerja di suatu perusahaan di Jepang.

Misalnya, ketika teman-teman telah mendapatkan visa untuk bekerja menjadi penerjemah dan interpreter di suatu perusahaan Jepang, teman-teman akan bergabung dalam jaminan sosial Jepang (asuransi tenaga kerja, jaminan pensiun, dan asuransi kesehatan). Sewaktu teman-teman melakukan registrasi untuk mendaftar asuransi ini, teman-teman akan diminta untuk memasukkan My Number kalian (tetapi, tanpa menulis pun kita juga bisa menggunakan satu form untuk pengurusan hal ini).

Lalu, My Number juga ada hubungannya dengan hari yang paling ditunggu oleh semua pekerja kantoran. Benar, My Number berhubungan dengan hari gajian. Di Jepang, gaji akan kita dapatkan setelah dipotong dengan biaya asuransi dan pajak penghasilan.

Perusahaan harus melaporkan jumlah gaji yang mereka bayarkan dari Januari sampai Desember, termasuk jumlah pemotongan biaya asuransi dan pajak penghasilan, kepada pemerintah daerah tempat karyawannya tinggal. Perusahaan harus menuliskan My Number karyawannya pada laporan ini, karena itu karyawan harus memberi tahu My Number miliknya kepada perusahaan.

 

【Apa ada hubungan antara pekerja paruh waktu dengan My Number?】
Jawabannya adalah YA. Bila pekerja paruh waktu menerima gaji beberapa kali dalam waktu yang telah ditentukan, akan ada pemotongan pajak penghasilan dari gaji tersebut. Karenanya, sewaktu teman-teman diterima sebagai karyawan perusahaan ataupun pekerja paruh waktu, teman-teman akan diminta untuk memberitahukan My Number kalian.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, My Number sangat penting bagi orang-orang yang menetap di Jepang dalam waktu yang cukup lama. Akan menjadi masalah besar jika My Number kalian hilang atau digunakan oleh orang lain untuk hal yang tidak baik. Karena itu, undang-undang mengatur agar dalam perusahaan hanya orang-orang tertentu yang bisa melihat My Number dan masing masing My Number harus diawasi penggunaanya dengan ketat.

Kerja Paruh Waktu

【Kita Perlu Izin Jika Ingin Kerja Paruh Waktu】
Pada dasarnya, jenis visa yang dimiliki oleh para pelajar asing yang belajar di universitas maupun sekolah bahasa Jepang adalah “Visa Pelajar”. Karena tujuan utama para pelajar asing di Jepang adalah untuk belajar, mereka tidak diperbolehkan untuk bekerja dan mendapatkan upah. Tetapi, pelajar asing bisa bekerja paruh waktu apabila mendapatkan “Izin Kerja Paruh Waktu”.

Kementerian Hukum Jepang: pengurusan Izin Kerja Paruh Waktu
pengurusan Izin Kerja Paruh Waktu

 

【Jenis-Jenis Kerja Paruh Waktu】
Sekarang jumlah penduduk Jepang semakin berkurang, karena itu banyak perusahaan dalam berbagai bidang yang kekurangan tenaga kerja. Dengan alasan yang sama, pekerjaan paruh waktu bukan hanya untuk orang yang lancar berbahasa Jepang, namun tersedia juga pekerjaan paruh waktu untuk orang-orang yang kurang bisa berbahasa Jepang.

<Untuk Orang yang Fasih Berbahasa Jepang>
Secara perbandingan, pekerjaan yang memerlukan komunikasi dengan pelanggan dalam bahasa Jepang memiliki upah per jam yang lebih tinggi.
(Contoh: pekerjaan melayani pelanggan di Convenience Store, kedai makan/minum, dan lain-lain.)

<Untuk Orang yang Tidak Bisa Berbahasa Jepang>
Ada banyak pekerjaan yang hampir tidak menggunakan bahasa Jepang dalam kegiatannya, atau ada juga yang sedikit menggunakan bahasa Jepang namun tidak berinteraksi langsung dengan pelanggan atau pembeli, melainkan lebih banyak berinteraksi dengan pegawai lain di dalam lingkungan kantor. Jika dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan interaksi dengan pelanggan, upah per jamnya lebih rendah.
(Contoh: bongkar muat barang di gudang, pekerjaan di pabrik, dan lain-lain.)

Untuk pekerjaan yang banyak berinteraksi dengan pelanggan, khususnya jika ada waktu-waktu tertentu di mana banyak pelanggan berdatangan, seringkali teman-teman harus bekerja dari siang sampai larut malam. Di sisi lain, ada juga pekerjaan yang tidak memerlukan bahasa Jepang seperti di pabrik, yang bekerja selama 24 jam dari pagi sampai malam.

Mungkin ada yang merasa bahwa pekerjaan seperti ini menarik, karena hanya sedikit orang yang ingin bekerja dari malam sampai pagi dan upah per jam yang lebih tinggi dari biasanya.

Tetapi, harus diingat bahwa hal yang paling utama untuk seorang pelajar adalah belajar. Jika ada diantara teman-teman yang kelelahan karena bekerja, kurang tidur dan tidak bisa pergi ke sekolah, atau pergi ke sekolah tapi tertidur ketika pelajaran berlangsung akan gawat. Agar tidak terjadi hal-hal seperti ini, teman-teman harus bisa mengatur waktu, menjaga kesehatan, dan mengetahui mana yang paling penting untuk diri sendiri.

 

【Jumlah Jam Kerja yang Diperbolehkan untuk Pelajar Asing】
Walaupun teman-teman telah mendapatkan “Izin Kerja Paruh Waktu”, teman-teman harus ingat bahwa hal yang paling utama adalah belajar. Karena itu, pelajar asing hanya diperbolehkan bekerja paruh waktu dalam jumlah jam yang telah ditentukan agar tidak ada beban dalam proses pembelajaran.

Jumlah jam kerja yang diperbolehkan untuk pelajar asing adalah 28 jam per minggu. Ketika liburan sekolah, boleh bekerja 8 jam per hari.

Prinsipnya, perusahaan harus mengawasi jam kerja seluruh karyawannya, tetapi teman-teman juga harus mengatur jam kerja masing-masing agar tidak melebihi ketentuan yang ada.

 

【Pelanggaran Undang-Undang】
Jepang memiliki undang-undang ketat untuk mengatur orang asing yang bekerja di Jepang. Teman-teman tidak boleh bekerja dan mendapatkan upah ketika datang ke Jepang dengan visa wisata. Lalu, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pelajar dengan izin visa “Visa Pelajar” akan dikenakan sanksi melanggar hukum jika bekerja paruh waktu tanpa izin, atau mendapatkan upah dari pekerjaan yang melebihi jumlah jam yang telah ditentukan.

Jika terjadi hal seperti ini, teman-teman akan dikeluarkan secara paksa dari Jepang dan dilarang untuk masuk ke Jepang selama minimal 5 tahun.

Ada banyak peraturan dan undang-undang di Jepang dengan pengaplikasian yang sangat ketat. Suatu hal yang ideal jika teman-teman bisa tinggal di Jepang tanpa perlu bekerja paruh waktu. Tetapi jika teman-teman perlu bekerja, pastikan untuk mengurus perizinannya dan bekerja dengan menaati peraturan undang-undang yang ada.