Keseruan “Shiki no Matsuri” Yamato Damashii ke-12 dan Quiz “Maru Batsu” yang diadakan perdana oleh すかSUKI

Berbicara soal festival kejepangan akhir-akhir ini, tentunya kalian semua sudah tidak asing dengan festival tahunan yang diadakan oleh STBA Yapari-ABA Bandung. Keistimewaan dari “Shiki no Matsuri” yang menjadi fokus dalam acara ini berhasil menarik perhatian para pecinta Jepang di kota Bandung. Dalam festival ini, すかSUKI berkesempatan menjadi Media Partner dan membantu memeriahkan acara hari pertama festival dengan membagikan hadiah dari Jepang melalui Quiz Maru Batsu!

Apa sih istimewanya Festival kali ini dibandingkan festival-festival sebelumnya? Ini dia jawaban dari Ketua pelaksananya;

 

Yups! di festival ini kita bisa merasakan suasana empat musim di Jepang! Hehe

 

Hari Pertama

Acara hari pertama lebih berfokus pada lomba pendidikan untuk tingkat SMA. Dari sekian banyak lomba akademik yang ada, yang paling menarik adalah lomba “Kana Karuta” dimana para peserta beradu kecepatan untuk mengambil/ menyentuh kartu yang sesuai dengan yang disebutkan oleh panitia. すかSUKI kaget karena ternyata mereka semua jago-jago! Hehe

Gambar 1: Simulasi lomba Kana Karuta

 
Siapa sih yang tidak suka Anime? Berawal dari anime, banyak orang Indonesia yang pada akhirnya menemukan bakat terpendamnya. Menyalurkan bakat dengan mengikuti lomba design character (karakter desain) adalah kesempatan yang bagus lho!.

Gambar 2: Peserta yang sedang fokus menggambar karakter originalnya

 
Selain lomba-lomba di atas, masih banyak lomba-lomba lain yang diadakan di hari pertama festival ini.

Gambar 3: Salah satu peserta lomba Roudoku

 

Gambar 4: beberapa hasil karya peserta lomba Shuuji (kaligrafi)

 
Selain itu, tidak lupa juga ada acara Quiz Maru Batsu dari すかSUKI yang menarik antusiasme pengunjung yang didominasi oleh pelajar SMA ini. Quiz Maru Batsu adalah program すかSUKI yang dilakukan pertama kalinya sepanjang menjadi Media Partner di berbagai festival kejepangan. Kami berterima kasih kepada panitia yang sudah memberikan waktu dan kesempatannya.

すかSUKI memberikan hadiah langsung dari Jepang bagi 3 orang pemenang. Tentunya hal inilah yang menjadi daya tarik dari Quiz ini. Kita lihat keseruannya yuk!
Cara bermain:
1. すかSUKI akan membacakan pertanyaan.
2. Peserta harus menjawabnya dengan pindah menempati area Maru (benar) atau Batsu (salah) sesuai dengan jawaban mereka.
3. Jika jawabannya berbeda dengan jawaban すかSUKI, mereka harus tereliminasi dari Quiz.

Akhirnya tersisa dua peserta yang kemudian menjadi pemenang pertama dan kedua setelah ditentukan dengan Janken atau suit Jepang.

Gambar 5: Peserta yang fokus mendengarkan pertanyaan dari すかSUKI

 
Karena belum ada yang menjadi pemenang ketiga, kami melakukan ronde 2.

Gambar 6: Nah lho saking senengnya peserta yang satu ini loncat-loncat lho! Haha

 
Lihat lebih dekat serunya Quiz lewat video di bawah ini yuk!

 

Selamat buat kalian yang sudah memenangkan Quiz Maru Batsu! Yang belum menang, semoga kita bertemu lagi di festival selanjutnya! Dan jangan lupa untuk baca terus artikel すかSUKI supaya kalian tambah pintar! Siapa tahu kalian bisa menang di Quiz Maru Batsu yang selanjutnya.

 

Hari kedua

Dilihat dari ramainya, hari kedua kedatangan lebih banyak pengunjung dibandingkan hari pertama. Mungkin karena banyaknya lomba-lomba outdoor seperti cosplay, penampilan band dan juga cover dance. Ada yang berbeda dibandingkan hari pertama, di hari kedua kalian bisa berfoto dengan maskot Yamato Damashi XII, Momo-chan dan Yamato-kun!

Gambar 7: Maskot Yamato Damashii XII, Momo-chan dan Yamato-kun

 

Gambar 8: Jumlah pengunjung yang meningkat drastis dibanding hari pertama

 

Gambar 9: Berpose untuk すかSUKI setelah selesai perform

 
Mari kita lihat serunya event ini secara keseluruhan yang dirangkum dalam video di bawah ini;

 

 
Itu dia sekilas review event Yamato Damashii ke 12 dengan tema “Shiki no Matsuri” tahun ini. Sampai jumpa di event Matsuri selanjutnya ya!!

Mengintip Keseruan Bandung Hamamatsu Cultural Festival ke 12 & J- Fest 8 “Kaze no Bon”

Festival yang diadakan oleh Himade Universitas Nasional PASIM bekerjasama dengan LPIH (Lembaga Persahabatan Hamamatsu Bandung) yang bertemakan Japanese Cultural ke 12 & J- Fest 8, pada tanggal 9 September 2017 berlangsung dengan meriah. Tidak lupa juga hadir para guru/ dosen bahasa Jepang yang tergabung dalam PERSADA Jawa Barat turut serta mensukseskan acara ini.

Intip juga ya kesan-kesan dari anggota LPIH dan pengunjung J-Fest ini di video kita di link di bawah ini;
 

Khusus untuk satu orang pemenang lomba Speech, diberikan hadiah berupa jalan-jalan ke Jepang. Dan sebagai hadiah pula, PASIM memberikan beasiswa sebesar 4.200.000 rupiah kepada pemenang lomba.

Gambar 1: Pemenang lomba Shuuji

 

Gambar 2: Pemenang lomba Manga

 

Gambar 3: Pemenang lomba Speech tingkat SMA dan Mahasiswa

 
Hal yang menarik pada festival ini adanya area maskot kota Hamamatsu, Ieyasu-san. Banyak pengunjung yang sengaja berfoto dengan maskot yang satu ini.

 

Gambar 4: Staff すかSUKI yang berfoto dengan Maskot Hamamatsu Ieyasu-san

 
Acara berlangsung dari pukul 07.00 WIB yang diawali dengan registrasi ulang para peserta lomba, kemudian diselingi beberapa penampilan dari LPIH. Matahari yang terik saat itu tidak membuat semangat para penonton menurun, terutama saat Bintang tamu D’Cinnamons tampil di atas panggung. D’Cinnamons tampil dengan beberapa lagu single-nya yang kemudian diakhiri dengan menyanyikan lagu “Doraemon” berssama-sama anggota LPIH dalam bahasa Jepang dan Indonesia.

 

Gambar 5: Penampilan D’Cinnamons berkolaborasi dengan anggota LPIH menyanyikan lagu “Doraemon”

 

Gambar 6: Berfoto bersaama panitia

 
Tidak lupa juga ada penampilan dari Ica Zahra, pemenang kontes menyanyi Nodo Jiman the World yang sekaligus juga menjadi MC pada acara kali ini.

 

Gambar 7: Penampilan Ica Zahra

 
Sekretaris LPIH Mr. Kinoshita Hidehiro mengatakan bahwa, “Beliau sangat senang banyak orang Indonesia yang menyukai Jepang, budaya Jepang datang ke acara ini. Beliau berharap festival ini akan terus berlangsung setiap tahunnya”.

 

Gambar 8: Sekretaris LPIH Kinoshita Hidehiro berfoto bersama peserta lomba

 

Gambar 9: Foto bersama Panitia

 
Festival ini diakhiri dengan acara “Saweran” dimana para anggota LPIH melemparkan okashi atau snack Jepang kepada para penonton. Sebagai penutupan, panitia, penonton maupun peserta menari Bon Odori bersama-sama.

 

Gambar 10: Antusiasme para penonton mengikuti “saweran”

 

Gambar 11: Menarikan tarian Bon Odori bersama-sama

 
Sampai jumpa di J-Fest tahun depan ya!!

STBA YAPARI-ABA MEMPERSEMBAHKAN! Yamato Damashii XII, “Shiki no Matsuri”

Bandung – Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa Jepang STBA YAPARI-ABA, Himade kembali hadir dengan festival Jepang tahunannya, yaitu Yamato Damashii yang ke 12. Yamato Damashii tahun ini mengusung tema “Shiki no Matsuri” yang berarti “Festival empat musim”. Yamato Damashii tahun ini akan membawa teman-teman untuk bersama-sama menikmati empat musim yang ada di Jepang, yaitu musim semi, panas, gugur, dan dingin dalam satu waktu dan tempat!

Yamato Damashii XII akan diadakan pada tanggal 23-24 September bertempat di Kampus STBA YAPARI-ABA, Bandung.
Berikut ini adalah Detail kegiatan “Shiki no Matsuri”

 

PELAKSANAAN

Hari, tanggal : Sabtu – Minggu , 23 – 24 September 2017
Tempat : Kampus STBA YAPARI – ABA Bandung (Jln. Cihampelas No. 194)

 

COMPETITIONS

Lomba Akademik;
Speech, Roudoku, Karuta Kana, Shuuji, dan Desain Karakter
Lomba Non Akademik;
Cover Sing, Cover Dance,Cosplay, dan Band

 

HARGA TIKET

TIKET PO Rp 12.000 (Acara + Obake)
TIKET OTS : – Rp 15.000 (Acara + Obake)
– Rp 12.000 (Acara)
– Rp 8.000 (Obake)

 

PERFORMANCES

Sakura Odori Souran Bushi Kabaret Okashii
Yosakoi Souran KPAP Gentra Seba Magnifichor
Big Band D.O.S Firman dkk
Himpunan Mahasiswa STBA

 

GUEST STARS

Daisy Kirari DJ Yochi
Loba Harkos Thousand Sunny Ono Enka

 

SPECIAL PERFORMANCES

SAM Site Akarui Sei MushRoom
Himawari Black Rose Minions
NoIR Japanzuki – Kai Annora Teen
Kaze wo Hiku

 

SPECIAL MC : NAO ( X Lumina Scarlet)

 

INFO LEBIH LANJUT BISA HUBUNGI DI;

Email : yamatodamashii.himade@gmail.com Facebook : @Ydamashii
Twitter : @Yamada_XII
Instagram : Yamatodamashiixii
Line : @Xrn8901y

Selain itu, tentu saja akan ada bintang tamu yang ikut datang meramaikan event ini. Seperti misalnya, pertunjukkan angklung oleh Gentra Seba, Yosakoi dan Sakura Dance oleh Himade, serta pertunjukkan band oleh Daisy, Henohenomoheji, dan masih banyak lagi!

Ayo, jangan sampai ketinggalan. Catat tanggal mainnya!

Untuk detail lebih lanjut bisa dicek di https://www.facebook.com/ydamashii/

Ikut Menari dalam Festival Otemoyan

Pada tanggal 9 Agustus 2017, diadakan sebuah festival menari maissal bertajuk Otemoyan Matsuri. Festival ini merupakan salah satu dari rangkaian acara festival musim panas Hi no Kuni Matsuri yang rutin diadakan setahun sekali di Kumamoto. Otemoyan sendiri merupakan sebuah lagu rakyat yang berasal dari Prefektur Kumamoto. Biasanya lagu ini diiringi dengan shamisen, taiko, dan alat perkusi lainnya, selain itu lirik dalam lagu ini menggunakan dialek Kumamoto daerah selatan.

Otemoyan bercerita tentang Chimo, seorang gadis di periode Meiji yang jatuh cinta kepada seorang pria yang memiliki bekas luka cacar di wajahnya. Mereka baru saja menikah tetapi mereka ragu untuk mengadakan upacara pernikahan karena khawatir masyarakat akan menghina wajah suaminya.

 

 
Dalam festival menari ini, saya kebetulan ikut bergabung dalam grup Consortium Kumamoto yang terdiri dari para mahasiswa asing yang berasal dari berbagai macam universitas di Kumamoto. Mayoritas dari grup ini merupakan mahasiswa asing dari Cina, tetapi banyak juga yang berasal dari Malaysia, Indonesia, Afrika, Thailand, Perancis, bahkan ada juga mahasiswa Jepang yang turut berpartisipasi. Latihan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diadakan tanggal 28 Juli 2017, sedangkan sesi kedua pada tanggal 1 Agustus 2017.

Meskipun latihan hanya dua kali, kami dapat menghafal gerakan karena Otemoyan memiliki gerakan tari simple nan mudah yang diulang-ulang. Selain itu, lagunya juga memiliki irama yang konstan sehingga mudah diikuti. Meskipun begitu, ternyata saat festival banyak juga grup lainnya yang memiliki koreografi sendiri. Kostum yang dikenakan pun bermacam-macam. Setiap grup memiliki cirri khasnya masing-masing. Grup kami mengenakan happi merah dengan ikat pinggang berwarna hitam serta ikat kepala yang diikat sedemikian rupa. Kumamon—mascot prefektur Kumamoto yang sangat terkenal, juga ikut menari dengan kostumnya.

 

 
Festival dimulai sekitar jam 7 sore. Peserta berbaris sedemikian rupa mengelilingi jalur tram dan akan menari sambil berjalan searah jarum jam. Di beberapa titik terdapat tempat istirahat berupa meja panjang yang diatasnya telah disiapkan minuman dan makanan kecil oleh panitia untuk para peserta yang beristirahat. Selain itu, di depan arcade—pusat perbelanjaan berupa jalan yang sisi kanan kirinya toko semua—terdapat panggung kecil yang diperuntukkan bagi perwakilan grup untuk memperkenalkan grupnya. Dalam grup kami kebetulan saya yang ditunjuk sebagai perwakilan—beserta seorang teman yang menemani saya menari di barisan depan—jadi saya yang naik ke panggung dan memperkenalkan grup. Dengan kamera reporter yang menyoroti wajah dari dekat, rasanya gugup sekali! Saya sempat lupa teks saking gugupnya, tapi untunglah saya dapat berimprovisasi sehingga acara perkenalan berlangsung lancar.

Setelah menari berkeliling selama kira-kira 2 jam, akhirnya acara selesai pada jam 9 malam. Di penghujung acara panitia membawa banyak balon yang kemudian dilepaskan dan diputarlah rekaman mengenai gempa Tohoku. Semua peserta mengangkat tangan ke atas sebagai bentuk solidaritas terhadap kawan-kawan di Tohoku yang menjadi korban gempa, karena sebelumnya saat gempa Kumamoto pada bulan April 2016, kawan-kawan Tohoku juga turut membantu. Setelah itu, kami semua pulang menuju gedung tempat berkumpul untuk mengganti pakaian dan mengumpulkan happi yang tadi dikenakan. Meskipun cuaca begitu panas dan angin berhembus kencang karena badai Nanmadol yang mendekat, kami semua merasa senang dan puas dengan keseruan acara ini!

BUNKASAI XI, Universitas Pendidikan Ganesha

Bali – Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha kembali hadir dengan event Jepang tahunannya, BUNKASAI XI! Event Jepang yang diadakan oleh UNDIKSHA ini bertujuan untuk menyatukan komunitas-komunitas Jepang yang ada di Bali untuk saling berbagi informasi dan menyalurkan kreativitas. Selain itu, BUNKASAI juga dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang UNDIKSHA.
BUNKASAI XI akan diadakan pada tanggal 9 September dan 14-16 September 2017, bertempat di Wantilan Fakultas Budaya dan Seni UNDIKSHA. Pada tanggal 9 akan diadakan lomba-lomba seru baik akademik maupun non akademik seperti Cosplay Parade, Roudoku Kontesuto, dan Benron Taikai. Pada tanggal 14-15, akan ada Yatai Festival yaitu festival untuk stand-stand bertema Jepang. Yatai Festival ini akan diadakan dari pukul 15:00 sampai 22:00, dengan biaya masuk gratis! Banyak stand menarik menunggu teman-teman, misalnya saja stand masakan Jepang, stand busana Jepang, dan Tarot Reader!

BUNKASAI XI akan mencapai puncaknya pada tanggal 16 September, dengan kehadiran bintang tamu dan penampilan drama jurusan dengan tema : “Hontou No Daiji Na Hito”. Biaya masuk untuk event pada tanggal 16 adalah Rp 20.000, tetapi teman-teman bisa membeli tiket pre sale seharga Rp 15.000.
Ayo, jangan sampai ketinggalan. Catat tanggal mainnya!