BUNKASAI XI, Universitas Pendidikan Ganesha

Bali – Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha kembali hadir dengan event Jepang tahunannya, BUNKASAI XI! Event Jepang yang diadakan oleh UNDIKSHA ini bertujuan untuk menyatukan komunitas-komunitas Jepang yang ada di Bali untuk saling berbagi informasi dan menyalurkan kreativitas. Selain itu, BUNKASAI juga dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang UNDIKSHA.
BUNKASAI XI akan diadakan pada tanggal 9 September dan 14-16 September 2017, bertempat di Wantilan Fakultas Budaya dan Seni UNDIKSHA. Pada tanggal 9 akan diadakan lomba-lomba seru baik akademik maupun non akademik seperti Cosplay Parade, Roudoku Kontesuto, dan Benron Taikai. Pada tanggal 14-15, akan ada Yatai Festival yaitu festival untuk stand-stand bertema Jepang. Yatai Festival ini akan diadakan dari pukul 15:00 sampai 22:00, dengan biaya masuk gratis! Banyak stand menarik menunggu teman-teman, misalnya saja stand masakan Jepang, stand busana Jepang, dan Tarot Reader!

BUNKASAI XI akan mencapai puncaknya pada tanggal 16 September, dengan kehadiran bintang tamu dan penampilan drama jurusan dengan tema : “Hontou No Daiji Na Hito”. Biaya masuk untuk event pada tanggal 16 adalah Rp 20.000, tetapi teman-teman bisa membeli tiket pre sale seharga Rp 15.000.
Ayo, jangan sampai ketinggalan. Catat tanggal mainnya!

Gelar Jepang Universitas Indonesia ke-23

Teman-teman, apakah ada diantara teman-teman yang ikut meramaikan Gelar Jepang (GJ) yang baru saja dilaksanakan di Universitas Indonesia? すかSUKI juga ikut meramaikan acara GJUI ke- 23 ini, lho! Berikut adalah liputan dari kami.

Pada event Jepang yang diselenggarakan pada tanggal 4, 5, dan 6 Agustus ini, すかSUKI berkesempatan untuk hadir pada event tanggal 5 dan 6. Pada tanggal 5, event berlangsung meriah bertempat di Pusat Studi Jepang, FIB Universitas Indonesia. Banyak sekali pengunjung yang datang untuk mengikuti workshop dan lomba, makan dan minum di booth yang tersedia, atau juga berfoto bersama dengan cosplayer yang ikut hadir meramaikan event! Berikut adalah foto-foto yang kami ambil pada tanggal 5.

 
Berikut adalah pintu masuk event GJUI ke – 23. Gerbang model Torii besar berwarna merah yang menarik perhatian semua orang yang lewat!

 
Teman-teman dapat mendaftar untuk ikut lomba, workshop, atau berpartisipasi masuk ke obake yashiki dengan mendaftar di uketsuke ini. Di dekat uketsuke juga ada papan besar tempat berfoto bersama para maskot GJUI ke-23, Haru, Mochi, dan Nito!

 
Taman gedung Pusat Studi Jepang ramai dipenuhi pengunjung yang ingin melihat pertunjukkan demo kenpo dan aikido, juga ada teman-teman yang ingin membeli goods Jepang di booth disediakan. Jembatan di taman ini dihias dengan bunga sakura, tempat yang cocok untuk teman-teman yang ingin berfoto untuk kenang-kenangan.

すかSUKI juga ikut hadir pada acara utama GJUI ke-23 di tanggal 6 Agustus yang diadakan di Boulevard UI. Melebihi hari sebelumnya, pengunjung pada hari ini sangatlah banyak! Event hari dipenuhi dengan pertunjukkan dari bintang tamu, cosplayer, dan pengiringan Omikoshi. Tentu saja, acara event masih dimeriahkan oleh booth makanan, minuman, dan goods Jepang yang tidak henti selalu ramai dikunjungi oleh pengunjung. Berikut adalah beberapa lembar foto yang kami ambil pada tanggal 6.

 
Sama dengan hari sebelumnya, gerbang pintu masuk event juga berbentuk torii besar berwarna merah. Bedanya, antrian untuk masuk ke dalam sangat panjang! Antrian dibagi dua baris, yang dipisahkan untuk barisan laki-laki dan perempuan.

 
Dengan mengenakan kaos すかSUKI, kami ikut berpartisipasi pada event hari ini. Dan tentu saja, kami langsung menyerbu salah satu booth makanan dan minuman yang tersedia. Sangat enak!

 
Sangat banyak booth makanan dan minuman, diantaranya menjual okonomiyaki, ringo ame, yakitori, kakigori, bahkan kare! Wajib dicoba semua!

 
Semakin siang, pengunjung pun semakin ramai. Antrian di pintu masuk pun semakin panjang dan kerumunan di dalam pun semakin ramai! Event pada hari ini berlangsung sampai malam, dimeriahkan oleh bintang tamu diantaranya adalah Namua Morimoto dan Enka Girls.

Seluruh staf すかSUKI mengucapkan Otsukare-sama! kepada seluruh panitia GJUI, bintang tamu, peserta lomba dan workshop, cosplayer, serta seluruh pengunjung yang ikut meramaikan Gelar Jepang UI ke -23 ini. Mari bertemu kembali di Gelar Jepang tahun depan! Mata, ne!

Toilet di Jepang

Setiap negara memiliki budaya dan kebiasaan masing-masing dalam berbagai macam hal, termasuk dalam penggunaan toilet. Jepang juga memiliki etika yang berbeda dengan di Indonesia ketika menggunakan toilet. Kali ini すかSUKI akan membahas etika menggunakan toilet di Jepang untuk mempermudah teman-teman ketika berkunjung ke Jepang.

 

【Jenis Toilet】

Jepang memiliki dua jenis toilet. Pertama, toilet gaya Jepang yang mirip dengan toilet jongkok Indonesia. Kedua, adalah toilet gaya barat atau toilet duduk. Ketika menggunakan toilet gaya Jepang, jongkoklah menghadap lengkungan toilet dengan punggung membelakangi pintu toilet. Toilet gaya barat dapat kita gunakan seperti biasa, yakni buka tutup dan duduk di atasnya. Ingat, jangan jongkok di atas toilet gaya barat, ya!

 

Gambar 1 : Cara menggunakan toilet di Jepang

 
 

【Tisu Toilet】

Toilet Jepang menyediakan tisu toilet yang dapat digunakan setelah buang air kecil atau besar. Tapi berbeda dengan di Indonesia, tisu toilet Jepang dapat larut dalam air. Karena itu buanglah tisu ke dalam toilet dan jangan lupa untuk di flush. Khusus untuk toilet wanita, biasanya disediakan tempat sampah kecil di dalam toilet. Tempat sampah ini khusus untuk membuang pembalut, jangan pernah membuang tisu toilet di sini!

 

Gambar 2 : Buang Tisu ke Dalam Toilet

 
 

【Antri untuk Menggunakan Toilet Umum】

Saat teman-teman ingin menggunakan toilet umum, kalian harus ingat untuk mengantri dengan baik dan benar. Jika toilet penuh, para pengguna diharapkan untuk mengantri dalam satu barisan, tidak berebut, juga tidak berdiri tepat di depan pintu toilet yang ingin digunakan.

 

Gambar 3 : Cara Mengantri di Toilet Jepang

 
 

Penggunaan Slipper Toilet

Ketika teman-teman berkesempatan untuk mengunjungi rumah seseorang di Jepang, teman-teman diharuskan untuk melepas sepatu yang sedang digunakan dan menggantinya dengan slipper selama berada di dalam rumah. Tetapi harus diingat ketika teman-teman ingin menggunakan toilet, teman-teman harus mengganti slipper ini dengan slipper khusus untuk toilet. Slipper rumah bisa ditinggal di depan pintu toilet, sebagai tanda bahwa teman-teman sedang menggunakan toilet. Setelah selesai, jangan lupa ganti slipper toilet dengan slipper rumah lagi.

 

Gambar 4 : Slipper Toilet

 
Di atas adalah beberapa etika menggunakan toilet di Jepang yang harus teman-teman perhatikan. Bukan hanya toilet, pastikan untuk selalu mengikuti dan menghargai kebiasaan yang ada ketika kita berkunjung ke negara lain.

Gelar Jepang Universitas Indonesia 23 – “Japan in Harmony”

Jakarta – Himpunan Mahasiswa Japanologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (HIMAJA FIB UI) kembali menghadirkan festival Jepang terbesar di tanah air, yaitu Gelar Jepang Universitas Indonesia yang ke 23. Gelar Jepang tahun ini mengusung tema “Japan in Harmony” yang memadukan harmoni antara seni, budaya, dan pendidikan sehingga dapat dinikmati oleh semua kalangan yang akan ikut meramaikan Gelar Jepang UI ke 23. Selain itu, tema “Japan in Harmony” juga mengingatkan kita akan peringatan 60 tahun hubungan kerja sama antara Indonesia dan Jepang.

 
Acara tahunan HIMAJA FIB UI ini akan diadakan pada tanggal 4-5 Agustus bertempat di Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia Depok. Serta, puncak acara akan diadakan pada tanggal 6 Agustus bertempat di Bouelvard Universitas Indonesia Depok. Khusus untuk event pada tanggal 6 Agustus akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp 30.000.

 
Gelar Jepang tahun ini akan diramaikan dengan tamu-tamu istimewa, diantaranya pertunjukkan dari Namua Morimoto, Enka Girls, dan Redshift. Selain bintang tamu, ada banyak juga lomba-lomba dan workshop yang tidak kalah seru! Ayo, jangan sampai ketinggalan!

Aplikasi untuk Muslim Pengunjung Jepang

Indonesia adalah negara dengan penduduk beragama Islam terbanyak. Sedangkan dari jumlah penduduk Jepang, kurang lebih hanya 1% yang beragama Islam. Itupun kebanyakan adalah warga pendatang dari Indonesia, Pakistan, Bangladesh, dan Iran. Ketika kita berkunjung ke Jepang, perbedaan ini akan sangat terasa. Bukan hanya kurangnya wanita yang menggunakan hijab, teman-teman beragama Islam akan mengalami kesulitan dalam berbagai hal seperti tidak tahu waktu sholat dan juga mencari makanan halal.
Untuk mengantisipasi hal di atas, artikel すかSUKI kali ini akan memperkenalkan satu aplikasi yang dapat teman-teman ber agama Islam gunakan ketika berada di Jepang.

 

Muslim Pro

Gambar 1 : Aplikasi Muslim Pro

 
Muslim Pro adalah aplikasi yang diperuntukkan untuk orang beragama Muslim. Muslim Pro bisa didownload di Play Store (Android) maupun App Store (iOS). Untuk menggunakan Muslim Pro, teman-teman harus mempunyai jaringan internet dan mengaktifkan GPS handphone kalian.
Untuk internet, teman-teman dapat menggunakan berbagai cara. Untuk teman-teman yang ingin berwisata ke Jepang, teman-teman bisa membeli paket internet luar negeri di provider kalian masing-masing, menyewa portable wifi selama di Jepang, atau menggunakan wifi gratis yang tersedia di banyak tempat di Jepang.
Muslim Pro juga tersedia dalam berbagai bahasa, baik Indonesia, Inggris, maupun Jepang.

 
 

Jadwal Sholat

Jepang memiliki waktu sholat yang berbeda dengan Indonesia. Juga ditambah dengan hampir tidak adanya Masjid dan Mushola yang mengumandangkan Adzan, bisa saja teman-teman melewatkan waktu untuk sholat. Muslim Pro dapat menunjukkan waktu sholat serta mengingatkan teman-teman untuk sholat dengan fungsi alarm.

 

Gambar 2 : Waktu Sholat dan Fungsi Alarm

 
 

Masjid Terdekat

Bila teman-teman berada di Jepang, mungkin ada saatnya kalian harus sholat di tempat terbuka karena tidak adanya tempat sholat. Muslim Pro dapat membantu teman-teman dengan menunjukkan Masjid atau tempat sholat terdekat yang dapat teman-teman gunakan.

 

Gambar 3 : Masjid Terdekat dari Tempat Teman-Teman Berada

 
 

Arah Kiblat

Selain Masjid, tentu saja teman-teman bisa sholat di tempat kerja, sekolah, atau rumah. Pada saat seperti ini, teman-teman harus tahu arah kiblat untuk sholat. Muslim Pro dilengkapi dengan fungsi kompas yang dapat membantu teman-teman untuk mencari arah kiblat.

 

Gambar 4 : Kompas untuk Menentukan Arah Kiblat

 
 

Restoran Halal

Nah, ini adalah fungsi paling penting ketika teman-teman berkunjung ke Jepang. Muslim Pro dapat membantu teman-teman untuk mencari restoran halal di Jepang! Untuk menggunakan fungsi ini pilih Lain -> Tempat Halal. Dengan fungsi GPS, Muslim Pro dapat mencari dan menuntun teman-teman ke restoran halal yang teman-teman inginkan.

 

Gambar 5 : Restoran Halal Terdekat

 
Ketika berada di negara lain yang bukan mayoritas Islam, akan banyak masalah-masalah yang menanti. Dengan bantuan aplikasi seperti Muslim Pro diharapkan teman-teman dapat menikmati wisata atau juga kehidupan di Jepang tanpa melupakan kewajiban sebagai seorang muslim.

Petunjuk Penggunaan Toilet Jepang

Teman-teman すかSUKI, apakah pernah menonton film “Cars 2”? Kalau pernah, pasti ingat dengan adegan toilet Jepang dengan tombolnya yang bikin pusing.
Jepang memang terkenal dengan teknologinya yang sangat canggih, termasuk teknologi yang digunakan untuk toilet. Toilet di Jepang terkenal dengan banyaknya tombol yang memiliki berbagai macam fungsi. Melanjutkan artikel sebelumnya, kali iniすかSUKI akan memperkenalkan petunjuk penggunaan toilet di Jepang.
Toilet umum di Jepang ada dua tipe, yakni toilet dengan kloset jongkok dan kloset duduk. Biasanya, toilet duduk di Indonesia hanya dilengkapi dengan tombol atau lever untuk flush. Berbeda dengan di Jepang, toilet kloset duduk untuk umum di sana sering dilengkapi dengan tombol-tombol yang memiliki fungsi canggih. Seperti misalnya saja toilet duduk yang ada di Bandara Internasional Haneda ini.

Gambar 1: Toilet duduk di Bandara Internasional Haneda

Sekilas toilet duduk ini tidak terlihat berbeda dengan toilet duduk yang ada di Indonesia. Tetapi, tombol-tombol yang ada di samping kloset bisa membuat kita cukup gugup bila kita tidak mengerti arti dan cara penggunaannya. Yuk, mari kita lihat tombol-tombol tersebut lebih dekat.

Gambar 2: Tombol-Tombol di Toilet Jepang

Tombol ini bisa terpasang di dinding, maupun langsung terpasang menjadi satu dengan kloset duduk. Sekarang, Jepang sudah banyak menyediakan penjelasan dalam bahasa Inggris seperti yang tertera di gambar, tapi tidak ada salahnya jika kita mempelajari cara baca dan penggunaan tombol ini satu persatu karena masih ada toilet di Jepang yang tidak mencantumkan penjelasan dalam bahasa Inggris. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing tombol.




FLUSH (流す, nagasu) adalah, sesuai namanya, untuk menge-flush atau menyiram toilet setelah kita buang air kecil atau besar. ‘Flush’ bisa tersedia dalam bentuk tombol seperti di gambar, lever seperti yang ada di Indonesia, atau juga bentuk sensor di mana kita hanya perlu menempelkan tangan kita di depan sensor.

おしり(oshiri, pantat) dengan tombol berwarna biru adalah tombol untuk mengeluarkan air dan mencuci bagian belakang setelah kita buang air besar.

ビデ (bide, bidet) dengan tombol berwarna merah muda adalah tombol khusus untuk wanita di mana tombol ini berfungsi untuk mengeluarkan air dan mencuci bagian kewanitaan setelah kita buang air kecil.

乾燥(kansou, mengeringkan) dengan tombol berwarna kuning adalah tombol dengan fungsi mengeluarkan udara hangat untuk mengeringkan bagian yang tadi telah dibilas dengan air.

止 (tomaru, berhenti) dengan tombol warna merah adalah tombol yang berfungsi untuk menghentikan air yang mengalir untuk membilas setelah kita menekan tombol おしり(Oshiri) atau ビデ(Bide). Jadi, jangan sampai lupa untuk menekan tombol ini sebelum berdiri dari kloset.

水勢 (suisei, tekanan air) tombol (+) dan (–) yang ada di bawah tombol 止 dan おしりini berfungsi untuk mengatur tekanan dan kekuatan air yang keluar ketika kita menekan tombol おしりatau ビデ.

洗浄位置 (senjou ichi, posisi membilas) dengan tombol 前 (Mae) yakni berarti depan dan 後(Ushiro) yang berarti belakang, tombol ini berfungsi untuk mengatur posisi keluarnya air ketika kita menekan tombol おしり (Oshiri). Jadi tidak perlu mengubah posisi duduk, cukup sesuaikan posisi keluarnya air dengan menggunakan tombol ini.

Selain tombol-tombol di atas mungkin ada tombol lain yang sudah sering teman-teman dengar. Seperti tombol yang mengeluarkan bunyi-bunyian untuk mengklamufase suara ketika kita buang air kecil bernama 水流音 (Suiryuuon, suara air mengalir) atau 音姫 (Otohime, ‘suara putri’). Ada juga tombol yang dapat menghangatkan tempat duduk kloset ketika musim dingin bernama 暖房便座(Danbo benza, kloset dengan penghangat).
Bagaimana? Apa teman-teman sudah ingat fungsi dari masing-masing tombol? Toilet di Jepang memang unik, tapi sama seperti ketika teman-teman menggunakan toilet di Indonesia, jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan toilet. Semoga artikel kali ini bermanfaat bagi teman-teman semua.

Wisata di Jepang dengan Google Maps

Teman-teman すかSUKI, apakah ada di antara teman-teman yang berencana untuk pergi ke Jepang? Jika iya, mungkin ada teman-teman yang khawatir dengan masalah yang sering terjadi ketika berwisata, misalnya saja bingung mencari tempat makan yang enak, memastikan waktu beribadah yang tepat untuk yang beragama Muslim, atau juga takut salah naik kereta.

Teman-teman tidak perlu khawatir, karena banyak aplikasi telepon genggam yang bisa teman-teman download dan gunakan untuk mengantisipasi masalah-masalah ketika berwisata. Salah satu aplikasi yang sangat membantu ketika berwisata di Jepang adalah Google Maps!

Semua pasti tahu aplikasi yang satu ini. Sesuai namanya, Google Maps adalah aplikasi yang bisa menyediakan peta bagi kita yang sedang bepergian. Google Maps akan menjadi teman setia ketika teman-teman berwisata di Jepang. Karena selain bisa menunjukkan jalan, Google Maps juga dapat membantukalian yang ingin berwisata dengan menggunakan kereta. Kali ini すかSUKI akan menjelaskan cara menggunakan Google Maps untuk naik kereta.

Sebelum itu, ada beberapa hal yang harus teman-teman perhatikan ketika menggunakan Google Maps, yaitu:
① Asal dan Tempat tujuan
Teman-teman harus tahu asal dan tempat yang ingin teman-teman tuju. Untuk asal, cara paling cepat adalah memasukkan nama stasiun kereta tempat teman-teman berada sekarang. Jika teman-temanmemiliki koneksi internet, kalian cukup menyalakan GPS di telepon genggammu.
Untuk tempat tujuan, teman-teman cukup memasukkan nama tempat yang ingin dituju. Bisa nama kota atau juga toko yang dituju. Google Maps akan mencari stasiun terdekat dengan tempat tujuan secara otomatis.

② Penulisan Nama Tempat
Salah satu kelebihan Google Maps adalah teman-teman tidak perlu menuliskan nama stasiun atau nama tempat dalam bahasa Jepang. Teman-teman cukup menuliskan nama tempat dengan alphabet.

③ Mudah untuk dimengerti
Google Maps adalah salah satu aplikasi penunjuk jalan termudah yang ada. Ketika menggunakan Google Maps untuk naik kereta, Google Maps akan menunjukkan jalur kereta yang harus kita naiki dalam bahasa Inggris dan Jepang, apakah kita harus ganti kereta atau tidak, serta waktu juga biaya yang kita perlukan untuk sampai di tujuan.

④ Koneksi Internet
Semua aplikasi penunjuk jalan biasanya memerlukan koneksi internet, termasuk juga Google Maps.
Ketika di Jepang, teman-teman dapat menuju convenience store terdekat seperti 7 Eleven dan Family Mart untuk menggunakan koneksi internet secara gratis. Jangan lupa untuk menge-save hasil pencarian teman-teman di Google Maps, agar bisa dibuka sewaktu-waktu walau tidak ada koneksi internet di sekitarmu.
Sekarang, mari kita praktek menggunakan Google Maps. Sekaran teman-teman ada kota Nara, Perfektur Nara dan ingin pergi ke Kastil Osaka yang ada di Perfektur Osaka.

【Gambar 1: Google Maps】

Pertama-tama, teman-teman tentunya harus memiliki aplikasi Google Maps. Google Maps sudah terinstall secara otomatis di telepon genggam tipe Android. Untuk iPhone, teman-teman bisa langsung mendownloadnya di App Store.

Setelah teman-teman membuka Google Maps, akan muncul tampilan seperti gambar di atas. Untuk mencari kereta yang tepat, teman-teman tinggal klik “GO” dan memasukkan “Starting Point” atau asal dan “Destination Point” atau tujuan.

Kali ini kita coba untuk memasukkan “Kintetsu-Nara Station” sebagai Starting Point dan “Osaka Castle” sebagai Destination Point. Jangan lupa juga untuk memilih icon kereta yang ada di bawah Destination Point.

【Gambar 2: Masukkan Starting Point dan Destination Point】

Setelah memasukkan “Kintetsu-Nara Stasion” dan “Osaka Castle”, akan muncul daftar kereta dengan jangka waktu tercepat untuk sampai di tujuan. Hal ini bisa diatur dalam pilihan “OPTIONS”, di mana teman-teman bisa memilih agar Google Maps menunjukkan jalur dengan perpindahan kereta paling sedikit atau jarak berjalan kaki yang sedikit.

Dalam pilihan pertama, ditunjukkan bahwa diperlukan waktu 1 jam 4 menit dengan biaya 760 yen untuk menaiki kereta dari Kintetsu-Nara Stasion yang berangkat pada pukul 11:43.

【Gambar 3: Naik kereta dengan Google Maps】

Jika kita memilih pilihan pertama tadi, maka akan muncul penjelasan detail seperti Gambar di atas. Dari Kintetsu-Nara Stasion, teman-teman harus naik “Kintetsu-Nara Line” atau 急行(kyuuko, kereta ekspres) dengan tujuan Osaka-Namba. Setelah sampai di “Ikoma Station”, teman-teman harus turun dan ganti kereta. Teman-teman harus naik kereta di Ikoma Station, yaitu “Kintetsu-Keihanna Line” atau 各停(kakutei, kereta berhenti setiap stasiun) tujuan Cosmo Square yang ada di Platform 2.

Dari situ teman-teman akan ganti jalur kereta di “Nagata Stasion” menjadi “Chuo Line”. Tetapi teman-teman tidak perlu ganti kereta, karena disitu tertulis “Remain on board” atau tetap naik kereta yang sama. Untuk menuju Osaka Castle, teman-teman harus turun di “Morinomiya Station” dan berjalan ke tempat tujuan.

Ketika ingin pulang, cara tercepat adalah naik kereta yang sama ketika teman-teman berangkat. Karena itu, sangat disarankan untuk mengingat-ingat jalur kereta mana yang tadi kalian naiki. Atau teman-teman juga bisa menge-save hasil pencarian dengan Google Maps yang tadidilakukan, dan membukanya lagi ketika ingin pulang untuk kembali dengan kereta yang sama.

Apakah artikel kali ini dapat membantu teman-teman? Untuk selanjutnya, すかSUKI akan terus menyediakan artikel yang dapat membantu lancarnya kegiatan teman-teman di Jepang. Jika ada pertanyaan dan saran, jangan ragu untuk menghubungi kami, ya!