Sistem Asuransi Kesehatan Jepang dan Preminya

16 1月 2018, 6.35 am / By : Yasuyuki Miyashita

Salah satu sistem jaminan sosial di Jepang adalah asuransi kesehatan. Dalam artikel kali ini, すかSUKI akan memperkenalkan tentang bagaimana mekanisme asuransi kesehatan tersebut.

Sistem Asuransi Kesehatan

Pada umumnya, orang jepang pasti mendaftarkan dirinya dalam beragam jenis asuransi kesehatan. Begitupun dengan orang asing yang bermaksud tinggal di Jepang dalam jangka panjang. Saat nasabah asuransi kesehatan mengalami cedera dan atau sakit yang bukan disebabkan oleh pekerjaan dan perlu memeriksakan diri ke rumah sakit, nasabah tersebut tidak harus menanggung sendiri biayanya 100 %. Pada umumnya, terdapat ketentuan biaya tanggungan medis yang disesuaikan dengan usia nasabah premi asuransi. Untuk lebih jelasnya, mari lihat rincian di bawah ini.

Persentase Tanggungan Biaya Medis

Usia 0-belum masuk SD 20 %
Usia SD- 69 tahun 30 %
70-75 tahun 20 % Tapi, untuk orang berpenghasilan tinggi 30%
Diatas 75 tahun 10 % Tapi, untuk orang yang berpenghasilan tinggi 30%

Pada dasarnya jika seorang karyawan perusahaan menerima perawatan di rumah sakit, biaya medis yang perlu ditanggungnya hanyalah 30% dari biaya keseluruhan. Jadi, bahkan jika tagihan medisnya mencapai 1000 Yen, yang perlu anda bayar -jika anda termasuk nasabah asuransi- hanyalah 300 Yen saja.

Berapakah Premi Asuransi Kesehatan itu?

Biayanya berbeda tergantung asuransi kesehatan yang anda pilih, namun kali iniすかSUKI akan memperkenalkan salah satu jenis asuransi -jika anda bekerja di perusahaan di Jepang dengan menggunakan visa bekerja- melalui contoh di bawah ini.

Contoh
• Bekerja di Kantor Pusat di Tokyo dengan menggunakan Visa bekerja
• Perusahaan mengikuti asuransi kesehatan Tokyo
• Karyawan usia 30 tahun saat ini bergaji 250.000 Yen
• Mulai bekerja dari Januari 2018.
Dengan kondisi diatas, biaya premi asuransi kesehatan yang harus dibayar per bulannya adalah 14.865 Yen.

Meningkatnya Beban Tanggungan Premi Asuransi

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, jika anda –nasabah asuransi kesehatan- dirawat di rumah sakit, maka tagihan medis yang perlu anda bayar hanya 30%-nya saja.
Apa rumah sakit memberi diskon untuk layanan ini?
Jawabannya, tentu saja tidak. Karena jika demikian maka rumah sakit tidak akan berjalan lancar bukan?
Lalu bagaimana nasib pembayaran 70% tagihan medis anda ya?

Tagihan medis yang 70% ini, akan dibayar menggunakan asuransi kesehatan dan pajak yang selama ini anda bayar. Mari beralih ke pertanyaan berikutnya. Orang seperti apakah yang pergi ke rumah sakit?
Ya, dibandingkan anak muda, orang-tua tentu memiliki kondisi tubuh yang lebih rentan, serta lebih lambat sembuh dari luka. Karenanya, saat anda pergi ke rumah sakit, anda akan menemui banyak orang-tua dibandingkan dengan anak muda.
Saat ini populasi pemuda di Jepang semakin berkurang, bersamaan dengan hal ini terjadi peningkatan jumlah warga lanjut usia yang pergi ke rumah sakit. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kedepannya pun jumlah ini akan terus bertambah. Namun, sebaliknya populasi pemuda yang membayar asuransi kesehatan, pajak serta pekerja akan semakin berkurang.

Hal Yang Harus dipikirkan dari Kondisi Jepang Saat Ini

Orang-orang yang membayar asuransi kesehatan kian berkurang, sementara yang mempergunakannya kian bertambah. Dengan kondisi saat ini, akan seperti apakah Jepang nantinya? Menurut saya, teman-temanすかSUKI pun sudah tahu jawabannya bukan? Ya… jawabannya adalah uang pemasukan pun kian berkurang. Lalu, bagaimanakah solusi untuk masalah ini?

• Menambah Kategori Orang yang Wajib Membayar Premi Asuransi
Misalnya mahasiswa yang tinggal bersama orang tuanya, istri yang tidak memiliki pekerjaan, saat ini keduanya bisa menggunakan asuransi kesehatan tanpa harus membayar preminya. Karenanya, dengan mempertimbangkan keadaan saat ini pemerintah dirasa perlu untuk mengamandemen undang-undang terkait –orang-orang dengan kondisi yang disebutkan diatas- pun agar diharuskan membayar premi asuransi kesehatan.

• Menaikan Biaya Premi Asuransi
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, premi asuransi kesehatan per bulannya adalah 14.865 Yen. Karenanya menaikan premi hingga misalnya mencapai 20.000-30.000 Yen juga bisa menjadi opsi penyelesaian masalah ini.

• Meningkatkan Jumlah Orang yang Membayar Premi Asuransi dan Pajak
Saat ini populasi anak-anak di Jepang mengalami penurunan. Karenanya, agar cara ini dapat terlaksana maka Jepang harus membuka diri dengan menerima orang asing untuk tinggal di Jepang. Saat ini, pemerintah sudah mulai menerapkan kebijakan tersebut.

Masalah penurunan angka kelahiran dan peningkatan jumlah lansia di Jepang, mulai saat ini akan menjadi masalah dari banyak negara. Indonesia pun mungkin akan dihadapkan dengan masalah serupa dalam waktu puluhan tahun mendatang. Bagaimana jika kita mulai bersama-sama memikirkan solusi masalah tersebut dengan menanamkan pikiran bahwa masalah tersebut akan menjadi masalah kita di masa mendatang?

Related Post

Cara Naik Bus di Jepang

26 1月 2018, 8.07 am / By : Fiqi Alifia

Ada yang punya plan ke Je…

CONTINUE READING

Leave your comment